
"Cla, tolong ambilin handphone kakak dong. Kayaknya ketinggalan disofa deh," ucap Kak Angel pada Clara saat Kak Angel sedang memasak di dapur dan melupakan resep yang berada di handphonenya.
"Sebentar kak, dimana ya? Oh ini dia," ucap Clara sambil berjalan ke arah kakaknya setelah menemukan handphone milik Kak Angel. Namun langkahnya terhenti saat Clara melihat foto di layar kunci kakaknya. Dalam foto itu berdiri seorang lelaki muda bersama dengan kakaknya disebuah taman, tampak seperti taman yang kemarin dia dan kakaknya datangi. Setelah melihat lebih seksama, Clara sepertinya mengenal pria itu tapi dimana ya dia sempat bertemu dengan pria itu.
"Kenapa Cla? Kok kamu berhenti?" Tanya Angel sambil berjalan ke arah Clara setelah mematikan kompornya. Setelah melihat apa yang Clara lihat, Kak Angel segera merebut ponselnya dari tangan Clara dan mematikan layarnya.
"Kak Angel, cowo itu siapa? Kok kayaknya akrab banget sama Kak Angel?" Tanya Clara penasaran.
"Bu...bukan siapa-siapa kok," jawab Kak Angel gugup dan hal itu tak luput dari penglihatan Clara.
"Dia pacar kakak, iyakan?" Tanya Clara tepat sasaran yang membuat Kak Angel kaget karena Clara dapat menebaknya dengan mudah. " Kak, kakak kelihatan akrab banget sama cowo itu di foto. Jelas dia pacar kakak kan? Memangnya siapa lagi dia kalau bukan pacar kakak," ucap Clara yang dapat menebak apa yang kakaknya itu kagetkan. Akhirnya mau tak mau Kak Angel pun mengangguk mengiyakan tebakan adiknya.
"Iya dia pacar kakak. Yaudah sekarang kamu bantuin kakak masak aja yuk. Kakak ga mau membahas tentang dia lagi," ucap Kak Angel sambil berjalan kembali ke arah kompor.
"Oke kak," jawab Clara menuruti keinginan kakaknya karena tak mau membuat kakaknya kembali mengingat tentang pacarnya dan bersedih.
Setelah selesai memasak, mereka makan siang bersama dalam keheningan. Sampai saat mereka beres makan baru mereka membuka suara.
"Biar aku aja kak yang beresin. Kakak istirahat aja kan kakak ga boleh kecapean," ucap Clara saat melihat Kak Angel hendak membereskan piring di meja makan.
"Makasih Cla tapi kakak bisa sendiri kok," ucap Kak Angel tidak ingin merepotkan Clara.
"Kak, kakak kan lagi hamil jadi kakak jangan sampai kecapean ya. Biar aku aja yang beresin, apa gunanya aku ada disini dong kalau kakak tetap ngelakuin semuanya sendirian," ucap Clara yang membuat Kak Angel tersenyum karena memiliki adik yang baik dan pengertian seperti Clara.
"Thank Cla," ucap Kak Angel lalu berjalan ke arah ruang keluarga untuk menonton televisi.
Sementara Clara membereskan piring kotor dimeja dan mencucinya di dapur. Setelah selesai, Clara segera menghampiri Kak Angel di ruang keluarga. Mereka mengobrol sampai malam mengenang masa kecil mereka dan lain sebagainya.
__ADS_1
_______________
Besoknya
"Kak Angel, hari ini kita ke taman yuk. Sekalian sarapan dan cari udara segar," ucap Clara merengek ke kakaknya.
"Yaudah ayo kita pergi ke taman. Kakak ganti baju dulu ya," ucap Kak Angel yang menuruti keinginan Clara.
"Ok kak, aku tunggu di sofa ya," ucap Clara dan Kak Angel hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian.
Tiba-tiba Clara mendengar suara teriakan dari dalam kamar Kak Angel dan Clara langsung menghampiri Kak Angel masuk ke kamarnya.
"Kak Angel kenapa?" Tanya Clara panik saat kelihat Kak Angel meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Cla ketuban kakak pecah. Tolong bawa kakak ke rumah sakit sekarang," ucap Kak Angel kesakitan yang langsung dihampiri oleh Clara untuk membantu Kak Angel berjalan. "Cla tolong bawain tas itu sekalian," sambungnya sambil menunjuk ke atas tas yang cukup besar berwarna pink. Clara pun segera mengambilnya dan membantu Kak Angel berjalan ke arah sofa di ruang tamu. Clara segera memesan taksi online dan setelah taksinya datang, Clara meminta tolong kepada supir taksi tersebut untuk menggendong Kak Angel masuk ke dalam taksi. Disepanjang perjalanan Clara hanya dapat panik dan menenangkan kakaknya yang terlihat teramat sangat kesakitan.
_______________
"Apa anda adalah keluarga pasien?" Tanya sang dokter yang baru saja keluar dari ruangan tempat Kak Angel berada.
"Iya dokter, saya adiknya. Bagaimana keadaan kakak saya?" Tanya Clara yang langsung menghampiri dokter tersebut.
"Air ketuban kakak anda hampir habis sementara kakak anda sepertinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkan bayinya. Umur kakak anda masih terlalu dini untuk melahirkan jadi jika boleh saya meminta ijin kepada anda untuk melakukan operasi caesar terhadap kakak anda," ucap sang dokter mencoba menjelaskan kondisi Kak Angel kepada Clara.
"Apa semuanya akan baik-baik saja dok? Saya mohon lakukanlah yang terbaik untuk kakak saya. Tolong selamatkan kakak saya dan juga bayinya," ucap Clara menangis karena takut kakaknya kenapa-napa.
"Semuanya pasti ada resikonya tapi anda tenang saja, saya pasti melakukan yang terbaik untuk kakak anda. Jika anda mengijinkan saya untuk melakukan operasi caesar kepada kakak anda, maka tolong segera anda urus biaya administrasinya supaya kakak anda cepat ditindaklanjuti," ucap sang dokter.
__ADS_1
"Baik dok saya akan mengurus administrasinya sekarang," ucap Clara lalu berjalan untuk mengurus administrasi.
"Suster, saya mau membayar tagihan atas nama Angel Barack," ucap Clara saat dia sampai di ruang administrasi.
"Baik kak. Mohon tunggu sebentar ya," ucap sang suster. "Ini kak, mohon diperiksa terlebih dahulu," lanjutnya.
Clara yang melihat nominal yang tidak sedikit itu pun sempat terbelalak sebelum membuka dompet Kak Angel karena Kak Angel sempat menitipkan dompet dan handphonenya pada Clara sebelum memasuki ruangan bersalin. Clara segera mencari kartu atm kakaknya dan menyerahkannya kepada sang suster.
"Mohon maaf kak, nominal didalam kartu ini tidak cukup," ucap sang suster membuat Clara kaget lalu Clara segera mengambil kartu atm miliknya yang sempat diberikan oleh Kak Brian jika suatu saat Clara memiliki keperluan yang mendesak.
"Gimana sus? Bisa kan?" Tanya Clara was-was takut jika kartu atmnya tidak bisa digunakan di Indonesia.
"Bisa kak. Ini administrasinya sudah selesai dan pasien atas nama Angel Barack akan segera melakukan operasinya," ucap sang suster membuat perasaan Clara sedikit lebih lega karena kakaknya akan segera tertolong.
Clara segera berjalan ke ruang persalin tempat kakaknya berada dan melihat ranjang Kak Angel yang didorong oleh para suster untuk dibawa ke ruang operasi. Clara segera berlari menghampiri kakaknya yang terlihat masih setengah sadar itu. "Kak, Kak Angel harus kuat ya. Aku yakin Kak Angel pasti bisa. Semangat kak demi aku dan juga demi bayi kakak," ucap Clara yang membuat Angel tersenyum tipis lalu perlahan-lahan menutup matanya. Clara yang melihat Kak Angel pingsan pun terlihat kaget namun suster yang berkata bahwa itu merupakan efek dari obat bius yang diberikan ke kakaknya membuat Clara sedikit lega.
__________________
4 jam kemudian
Clara masih menunggu di depan ruang operasi kakaknya dengan perasaan campur aduk. Dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi didalam sana, kenapa lama sekali. Clara tidak berhenti bolak-balik sampai lampu di ruang operasi tersebut padam dan keluar lah seorang dokter dari dalam sana. Clara pun segera berlari menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan kakak saya dok?" Tanya Clara terlihat panik.
"Pasien dan bayinya berhasil kami selamatkan. Selamat ya bayinya perempuan, cantik seperti ibunya," ucap dokter tersebut sambil tersenyum yang membuat Clara ikut tersenyum senang karena kakaknya dan bayinya berhasil diselamatkan.
"Terimakasih dok. Terimakasih banyak sudah menyelamatkan mereka berdua," ucap Clara tulus kepada dokter tersebut.
__ADS_1
"Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang dokter. Sekarang kakak anda akan dipindahkan ke ruangan biasa. Mungkin dalam beberapa jam kedepan baru kakak anda akan sadar tapi anda tidak perlu khawatir karena itu hanya efek dari obat bius. Keadaan kakak anda dapat saya pastikan akan baik-baik saja. Saya permisi terlebih daluhu, selamat siang," ucap sang dokter lalu pergi dari hadapan Clara.
Sekarang Clara sedang duduk diruangan Kak Angel sambil menatap Kak Angel yang masih belum sadar lalu Clara berjalan ke arah ranjang bayi yang terdapat di dalam kamar Kak Angel. Clara tersenyum melihat bayi tersebut yang terlihat sangat kecil dan imut. "Kamu yang kuat ya. Kamu harus kuat demi mommy kamu. Kenalin ini Aunty Clara tapi kayaknya aku keliatan tua ya kalau dipanggil aunty, kamu panggil aku Kak Clara aja ya," ucap Clara mengajak ngobrol bayinya Kak Angel yang membuka mata dan tersenyum saat melihat Clara.