My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Tarik Ulur


__ADS_3

"Akhirnya nyampe juga di kamar," ucap Clara sambil menjatuhkan dirinya di ranjang. "Kak Alvaro manis juga kalau dipikir-pikir," lanjutnya sambil membayangan kejadian saat di taman barusan. "Astaga aku mikirin apa? Fokus Clara, dia itu laki-laki yang udah ninggalin Kak Angel. Kamu ga boleh sampai suka sama dia. Kamu dekatin dia buat kasih dia pelajaran biar dia ga semena-mena lagi sama perempuan dan biar Kak Angel tenang disana," ucap Clara sambil bangkit dari ranjangnya.


Sekarang Clara sudah sampai di rumahnya karena setelah bermain ayunan, Clara pamit pulang karena hari sudah semakin sore. Awalnya Kak Alvaro hendak mengantarnya pulang namun Clara menolaknya dan berkata bahwa rumahnya tidak jauh dari sana jadi Clara ingin berjalan kaki saja sekalian olahraga katanya. Kak Alvaro ingin menemaninya jalan kaki namun Clara terus menolaknya karena tak ingin Kak Alvaro mengetahui rumahnya takut kalau sampai identitasnya sebagai adik Kak Angel terungkap secepat ini di depan Kak Alvaro. Clara terus menolak ajakan Kak Alvaro dan bersikeras tidak ingin diantar pulang oleh Kak Alvaro dengan alasan karena takut merepotkan sehingga pada akhirnya Kak Alvaro mengijinkannya untuk pulang sendirian karena hari memang belum malam.


"Kak Ara, tadi kok ga nyusul ke taman?" Tanya Bianca saat ia keluar dari kamar mandi bersama Bi Mirna.


"Iya non kok ga nyusul?" Tanya Bi Mirna sambil menyisir sambil Bianca yang baru selesai mandi sore.


"Tadi aku udah nyusul tapi ga ketemu sama kalian. Mungkin pas aku nyampe disana, kalian udah jalan mau pulang kali ya," ucap Clara yang tak bercerita bahwa sebenarnya ia sudah berada di taman namun bertemu dengan Kak Alvaro jadi tidak menyusul Bianca dan Bi Mirna.


"Kak Ara baru pulang dari taman?" Tanya Bianca sambil melihat ke arah Clara yang sudah tidak memakai seragamnya.


"Iya kakak baru dari taman. Bianca udah lapar belum? Kita makan malam yuk di bawah soalnya sekarang udah jam setengah tujuh malam," ucap Clara yang diangguki oleh Bianca lalu Clara dan Bianca berjalan bergandengan tangan ke meja makan diikuti oleh Bi Mirna dibelakangnya. Selesai makan malam, Bianca dan Clara bermain di kamar mereka lalu memutuskan untuk tidur saat hari sudah mulai malam.


_______________


Pagi hari


Clara dan Bianca sedang sarapan bersama di meja makan sementara para pelayan dan bodyguard sedang mengerjakan pekerjaannya masing-masing sehingga hanya ada Bianca dan Clara di meja makan saat sarapan.


"Kak Ara, kita disini sampai kapan? Bianca kangen deh sama Kak Brian dan Kak Vino," ucap Bianca yang membuat Clara menghentikan sarapannya sejenak.


"Bianca sabar ya nanti kalau kakak udah lulus kita pasti pulang kok ke New York tapi sekarang kita nikmatin dulu suasana di Indonesia ya. Bianca senang kan bisa tinggal di tempat tinggal kakak waktu kecil? Disini banyak kenangan tentang keluarga kita," ucap Clara mencoba memberi penjelasan pada Bianca.

__ADS_1


"Bianca senang sih tapi kangen Kak Brian sama Kak Vino. Bianca juga mulai bosan kalau harus di rumah terus. Bianca kapan sekolah kak?" Tanya Bianca yang membuat Clara berpikir.


"Iya juga ya Bianca kan udah 3 tahun jadi sebentar lagi Bianca bakalan sekolah. Tapi kalau Bianca sekolah, apa aku siap buat jawab pertanyaan dia kalau dia sampai nanya tentang orangtuanya," pikir Clara dalam hati yang sedih karena Bianca tidak pernah mengenal kedua orangtuanya sedari bayi.


"Kakak kok diam sih? Bianca salah bicara ya kak?" Tanya Bianca takut jika perkataannya barusan menyinggung Clara.


"Engga kok sayang. Kak Ara cuma lagi mikir aja tentang sekolah. Tahun depan umur Bianca kan 4 tahun nah jadi tahun depan Bianca bakal mulai masuk sekolah biar Bianca ga bosan di rumah. Gimana Bianca senang ga?" Jawab Clara yang membuat Bianca tersenyum mendengarnya.


"Wah beneran kak? Bianca bakalan sekolah taun depan? Makasih Kak Ara," ucap Bianca sambil memeluk Clara erat.


"Sama-sama sayang. Yaudah sekarang kamu abisin sarapan kamu. Kakak berangkat ke sekolah dulu ya. Bye Bi," ucap Clara bangkit dari kursinya dan melambaikan tangan pada Bianca yang turut melambaikan tangannya.


___________


"Duh gila istirahat kita kepotong 5 menit dong gara-gara tuh guru," ucap Aletta pada Clara saat guru yang mengajarnya sudah keluar dari kelas.


"Kayak ga tau kebiasaan guru itu aja deh kamu Ta. Dia kan emang ga ingat waktu kalo ngajar," ucap Clara sambil tertawa karena melihat Aletta cemberut.


"Yaudah yuk kita ke kantin. Anna sama Chacha udah nunggu di kantin nih," ucap Aletta sambil bangkit berdiri.


"Oke," jawab Clara sambil berjalan bersebelahan dengan Aletta.


Saat di perjalanan menuju kantin, Clara dapat melihat Kak Alvaro yang sedang berjalan mendekat dari arah berlawanan. Clara pun mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja seakan kejadian di taman kemarin sore tidak pernah terjadi. Saat Kak Alvaro dan Clara berpapasan, Clara dapat melihat Kak Alvaro tersenyum ke arahnya namun Clara mengabaikannya dan terus berjalan ke depan.

__ADS_1


"Aku ga boleh balas senyuman Kak Alvaro. Dia kan terkenal playboy di sekolah apalagi dia itu udah punya Kak Sissy. Ini bukan saat yang tepat untuk buat hubungan mereka berantakan," batin Clara sambil terus berjalan ke depan dan menghindari tatapan Kak Alvaro yang terus menatap ke arahnya.


"Clara kenapa ya? Perasaan kemarin biasa aja kok sekarang malah ngehindar sih? Dia memang beda dari cewe kebanyakan. Lebih sulit untuk ditaklukan tapi justru itu yang buat gue makin penasaran sama dia," batin Alvaro menyeringai melihat tingkah Clara yang seperti sedang menarik-ulur perasaannya.


"Cla, tadi aku salah lihat apa gimana sih? Kok kayaknya tadi aku lihat Kak Alvaro senyum ke kamu?" Tanya Aletta yang bingung karena melihat Kak Alvaro tersenyum pada Clara.


"Ahh, masa sih? Perasaan kamu aja kali itu. Mana mungkin dia senyum ke aku. Kenal aja engga," ucap Clara berusaha terlihat senormal mungkin padahal jantungnya sedang berdegup kencang karena Kak Alvaro tersenyum padanya ditambah lagi Aletta melihat kejadian barusan.


"Iya kali ya. Mungkin dia lagi senyum ke orang lain atau cuma perasaan aku aja," ucap Aletta sambil meneruskan perjalanan menuju ke kantin.


Saat sambil di kantin mereka melihat Chacha dan Anna sedang menunggu. "Woy. Lama banget sih kalian. Abis kena hukum?" Tanya Chacha setelah melihat mereka berjalan menghampirinya.


"Biasa tuh guru ga tau waktu sampai-sampai jam istirahat kita kepotong," ucap Aletta sambil memasang raut wajah sebal yang membuat teman-temannya tertawa.


"Eh kalian udah pesenin makanan buat aku sama Aletta. Ahh, makasih sayang," ucap Clara mengalihkan topik pembicaraan saat melihat sudah terdapat 4 mangkok bakmie di meja mereka.


"Iya dong kita kan setia kawan. Bukan cuma kita pesenin tapi kita juga sekalian nunggu kalian baru makan," ucap Chacha yang membuat Clara dan Aletta tersenyum.


"Makasih beb," ucap Aletta dengan senyumnya yang mengembang.


"Yeh sejak kapan nama aku ganti ya," ucap Chacha yang membuat mereka semua tertawa karena melihat muka Aletta yang kembali cemberut.


"Tau ah. Udah yuk makan keburu bel," ucap Aletta sambil langsung memakan makanannya yang diikuti oleh para sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2