
Di taman
"Kamu kenapa Cla? Kok bengong? Liatin apaan sih?" Tanya Lisa bertubi-tubi yang keheranan melihat sahabatnya tiba-tiba berhenti berjalan dan pandangannya fokus ke arah seorang wanita yang tidak Lisa ketahui siapa. "Kamu tunggu disini sebentar ya Lis, aku harus memastikan sesuatu," ucap Clara sambil berjalan ke arah wanita tersebut. "Loh Clara? Hei! Kamu mau kemana?" Tanya Lisa yang diabaikan oleh Clara.
Clara berjalan mendekati wanita hamil tersebut dan saat ia sampai di belakangnya dia memanggil wanita tersebut "Kak Angel?" Ucap Clara lirih antara percaya tak percaya bahwa wanita tersebut adalah kakaknya yang sudah tidak ia temui selama 4 tahun. Tanpa diduga ternyata wanita tersebut membalikan badannya dan saat tatapannya jatuh pada Clara, wanita itu tampak kaget. "Clara? Kamu Clara?" Tanya Angel tak percaya dapat melihat adiknya lagi. Clara yang mengetahui bahwa wanita itu benar kakaknya yang selama ini ia rindukan segera memeluk kakaknya dan dibalas pelukan oleh Angel.
"Aku ga nyangka bisa ketemu kakak lagi," ucap Clara sambil menangis.
"Justru kakak yang ga percaya kalau kamu ada di Indonesia sweetheart," balas Angel sambil menghentikan pelukannya. "Kamu sama siapa disini? Kak Brian dan Kak Vino dimana?" Sambungnya sambil menghapus air mata Clara.
"Aku kesini bareng sahabat aku kak. Kak Brian dan Kak Vino ga ada di Indonesia. Aku kesini soalnya ada pemotretan dan kebetulan ada free time jadi aku ke taman ini soalnya aku kangen sama Kak Angel," ucap Clara.
Angel yang mendengarnya pun hanya tersenyum dan kembali memeluk adiknya. "Kakak juga kangen banget sama kamu. Ga salah kakak kesini, kakak merasa terhibur bisa ketemu sama kamu lagi."
"Merasa terhibur? Memangnya kakak kenapa? Apa ada masalah? Terus ini kakak hamil? Kapan kakak nikahnya?" Tanya Clara bertubi-tubi tanpa menyadari raut wajah Angel yang berubah.
__ADS_1
"Ceritanya panjang Cla, ga mungkin kakak cerita sekarang apalagi sambil berdiri begini."
"Oh iya kita masih berdiri. Kak disana ada bangku, kita duduk disana aja yuk. Kakak pasti cape berdiri terus."
Angel pun hanya menuruti keinginan adiknya lalu berjalan menuju bangku taman dibantu oleh Clara. "Sekarang kakak cerita kakak kenapa? Terus mommy dimana sekarang? Kok kakak sendirian?" Tanya Clara yang sudah tak sabar mendengar cerita Angel.
"Kamu ga berubah ya Cla. Masih sama kayak dulu, selalu ga sabar denger cerita atau masalah kakak," ucap Angel sambil tersenyum yang membuat Clara ketawa.
"Sorry kak. Soalnya kita udah lama ga ketemu dan aku penasaran banget sama kakak."
Clara sempat terdiam sesaat sebelum menjawab. "Maksud kakak mommy udah meninggal?" Tanya Clara memastikan dan saat melihat Angel mengangguk, Clara tak bisa menahan air mata nya agar tak terjatuh dari kelopak matanya. Angel yang melihat itu pun hanya dapat membawa Clara ke pelukannya dan mengusap punggung adiknya itu. "Udah cukup lama Cla. Sekitar 1,5 tahun yang lalu. Mommy sempat menikah lagi dengan seorang duda beranak 1 dan mommy meninggal saat akan melahirkan adik kita," ucap Angel seraya melanjutkan ceritanya.
"Mommy menikah lagi? Apa benar yang daddy ceritakan bahwa mommy mengkhianati daddy makanya daddy pergi?" Tanya Clara sambil menghapus air matanya mencoba tenang agar kakaknya bisa melanjutkan ceritanya.
"Sebenarnya mommy ga salah Cla, mommy cuma ga mau daddy tersakiti karena tahu bahwa rekan kerja daddy sempat memperkosa mommy. Ternyata waktu itu daddy sempat ada meeting di sebuah club dan menyuruh mommy untuk datang menemaninya karena daddy takut mabuk dan tidak bisa menyetir dengan baik saat pulang. Namun naas saat mommy sampai disana, rekan kerja daddy yang mabuk mengira bahwa mommy adalah salah satu wanita penghibur di club dan akhirnya terjadilah insiden itu dan lahirnya kakak. Lalu saat daddy menelepon mommy, mommy hanya berkata bahwa mommy sibuk mengurus Kak Brian dan Kak Vino di rumah makanya mommy tidak pergi ke club dan mommy sudah menelepon daddy namun tidak diangkat maka mommy pikir daddy akan menginap di hotel dekat club malam itu. Dan agar rekan kerja daddy itu mau tutup mulut maka mommy terkadang menuruti perintahnya untuk sekedar menemaninya nonton bioskop, shopping, dan lain-lain. Dan kejadian yang daddy lihat di rumah itu sebenarnya karena rekan kerja daddy tiba-tiba datang ke rumah karena mommy menolak ajakannya untuk makan siang bersama dan disaat bersamaan daddy datang," jelas Angel panjang lebar.
__ADS_1
"Jadi semua ini hanya kesalahpahaman? Keluarga kita harus berpisah dan hancur cuma karena insiden itu?" Tanya Clara tak habis pikir dengan daddy nya yang terlalu gegabah mengambil keputusan dan mommy nya yang terlalu baik menyembunyikan semua ini dari daddy karena tahu bahwa daddy benci pengkhianatan dan pastinya akan tersakiti jika mengetahui hal ini.
"Maafin kakak Cla, kalau aja kakak ga terlahir didunia ini maka semuanya pasti tidak akan serumit ini dan mommy tidak perlu menuruti keinginan rekan kerja daddy agar dia mau menyembunyikan ini semua dari daddy," ucap Angel dengan nada menyesal dan bersalah.
"Ini semua bukan salah Kak Angel. Mungkin memang ini semua takdir dari Tuhan. Kalau kakak ga ada didunia ini, siapa yang bakal nemenin Clara main? Ini semua bukan salah kakak jadi jangan pernah sekali pun kakak nyalahin diri kakak sendiri," ucap Clara tegas karena tidak ingin kakaknya merasa bersalah atas kesalahan yang sama sekali bukan kesalahannya.
"Setidaknya sekarang mommy dan daddy udah tenang disana dan pastinya mereka sudah menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi disana," lanjut Clara membuat Angel bingung.
"Maksud kamu apa Cla? Daddy.......daddy ga mungkin udah mening........" ucap Angel yang dipotong oleh Clara.
"Iya daddy udah meninggal 3 tahun yang lalu. Tepatnya saat daddy ada urusan perusahaan ke luar negeri. Daddy mengalami kecelakaan pesawat dan semua orang yang ada didalam pesawat tersebut tidak ada yang selamat," ucap Clara memotong kalimat Angel.
Angel yang mendengarnya pun hanya dapat menangis lalu berkata, "Bahkan cinta mereka sekuat ini Cla. Mereka disatukan kembali di alam sana," ucap Angel sambil menghapus air matanya saat Clara mengusap lembut punggungnya.
"Kak Angel belum jawab pertanyaan aku," ucap Clara yang membuat Angel menatap ke arahnya seolah bertanya "Pertanyaan yang mana lagi?"
__ADS_1
"Kakak kenapa kesini? Ada masalah apa? Kapan kakak nikah?" Tanya Clara yang membuat Angel kembali menangis. Clara yang melihat kakaknya kembali menangis pun hanya dapat memeluk kakaknya dan membiarkan kakaknya tenang terlebih dahulu karena mungkin masalah yang kakaknya alami ini terlalu berat bahkan walau sekedar untuk diceritakan.