My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Sekolah


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pertama Clara bersekolah di Maxwell School, salah satu sma terbaik di Jakarta. Clara memiliki alasan tersendiri mengapa dia memilih untuk bersekolah disana. Karena sekolah itu merupakan tempat Kak Angel bersekolah dulu dan Clara ingin bersekolah di tempat yang sama dengan Kak Angel walaupun kakaknya itu telah tiada. Clara bisa langsung masuk ke sekolah itu karena Mahesa sudah mengurus semuanya sehingga Clara tidak perlu repot-repot mengurus semua urusan kepindahan sekolahnya. Sekarang Clara sudah sampai di depan gerbang sekolahnya, Clara diantar oleh Kak Andrew salah satu bodyguardnya yang berumur 25 tahun yang kebetulan ditugaskan oleh Kak Brian untuk mengantar jemput Clara ke sekolah karena Pak Budi merupakan supir perusahaan yang kehadirannya pasti sangat diperlukan di perusahaan.


"Sudah sampai non," ucap Kak Andrew sambil akan keluar dari mobil.


"Ihh kak, udah berapa kali aku bilang jangan panggil aku non. Panggil aja aku Clara ya, terus aku bisa buka pintu mobil sendiri kok," ucap Clara sambil tersenyum pada Kak Andrew.


"Iya, yaudah Clara kalau gitu kamu boleh turun sekarang. Kita sudah sampai di sekolah," ucap Kak Andrew akhirnya menuruti keinginan Clara untuk tidak memanggilnya nona.


"Oke kalau gitu aku turun sekarang. Jangan lupa jemput ya nanti pas pulang," ucap Clara yang akhirnya turun dari mobil.


Saat turun dari mobil, semua mata siswa yang sedang berada di koridor sekolah tertuju padanya. Clara yang tahu bahwa ia sedang menjadi pusat perhatian pun hanya tersenyum ramah dan terus berjalan mencari dimana letak ruang guru. Namun saat ia berjalan, tiba-tiba ada 3 orang siswa perempuan yang menghampirinya.


"Kamu anak baru ya?" Tanya salah satu dari mereka.


"Iya aku anak baru disini," jawab Clara sambil tersenyum.


"Kelas berapa?" Tanya yang lainnya lagi.


"Kelas 11 kak," jawab Clara sedikit bingung harus memanggil mereka dengan sebutan apa karena bisa saja mereka merupakan adik kelasnya, teman satu angkatannya, atau malahan kakak kelasnya.


"Jangan panggil kita kakak. Kita sama-sama kelas 11 kok," ucap yang lainnya lagi.


"Oke, kalau gitu nama kalian siapa?" Tanya Clara kepada mereka bertiga.


"Kenalin nama aku Anna."


"Nama aku Aletta."


"Kalau nama aku Charissa tapi biasanya dipanggil Chacha," ucap mereka satu-persatu sambil menjabat tangan Clara.


"Kalau nama aku Clara. Aku anak pindahan dari New York," ucap Clara akhirnya ikut memperkenalkan diri.


"Wah dari New York? Kok bisa pindah sampai kesini?" Tanya Aletta penasaran.


"Mulai deh keponya," ucap Charissa memutarkan bola matanya malas pada kelakuan sahabatnya itu.


"Yah kan cuma pengen tau aja," ucap Aletta membela diri.

__ADS_1


Clara yang melihatnya pun tersenyum lalu berkata, " Ga apa apa kok. Aku pindah kesini karena aku bosen disana. Sekalian mau cari suasana baru."


"Oh. Kalau gitu kamu maukan temenan sama kita-kita?" Tanya Aletta pada Clara.


"Ya mau dong. Masa aku nolak sih diajak temenan, apalagi temenan sama perempuan-perempuan cantik kayak kalian," ucap Clara sambil melirik sekelilingnya yang sedang memperhatikan mereka semua.


"Hehe ya mau gimana dong kitakan termasuk most wanted girl disini," ucap Aletta sambil terkekeh.


"Aletta, kamu apaan sih. Jangan ngomong gitu deh nanti kalau Kak Sissy sampai dengar bahaya tau," ucap Anna yang akhirnya ikut bersuara. Clara yang mendengarnya pun mengerutkan keningnya bingung.


Chacha yang melihat Clara bingung pun akhirnya membuka suara. "Oh iya Cla, kamu sekarang mau kemana? Mau ke ruang guru kan?" Tanya Chacha pada Clara.


"Iya aku mau ke ruang guru. Tempatnya disebelah mana ya?" Tanya Clara pada Chacha.


"Biar kita anterin kamu," ucap Aletta sambil menggandeng tangan Clara. Setelah mengantar Clara ke ruang guru, akhirnya Chacha, Aletta, dan Anna pun pamit hendak ke kelas masing-masing karena bel sudah berbunyi.


_______________


Di Kelas 11 Ipa 1


Guru pun datang membuat suasana kelas menjadi hening seketika. "Selamat pagi anak-anak," sapa sang guru.


"Hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan kamu masuk dan memperkenalkan diri kamu," ucap guru tersebut kepada Clara.


Akhirnya Clara pun masuk ke dalam kelas tersebut membuat suasana kelas menjadi ribut.


"Wih gila cantik banget."


"Anak barunya dia. Wah jadi semangat datang ke sekolah."


"Udah punya pacar belum ya?"


"Minta nomor telepon dong."


"Harap tenang semuanya," ucap guru tadi yag membuat kelas menjadi hening. "Silakan memperkenalkan diri kamu," lanjutnya pada Clara.


"Selamat pagi semuanya. Namaku Clara, aku pindahan dari New York. Semua kita bisa berteman baik ya," ucap Clara memperkenalkan diri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sekarang kamu duduk di kursi kosong sebelah Aletta," ucap sang guru langsung menyuruh Clara untuk duduk sebelum suasana kelas menjadi ribut seperti sebelumnya. Akhirnya Clara pun berjalan ke arah Aletta sambil tersenyum lalu duduk.


"Wah ga nyangka kita bakal sekelas Cla," ucap Aletta senang sambil menggenggam tangan Clara.


"Iya aku juga ga nyangka. Chacha sama Anna ga sekelas bareng kita ya?" Tanya Clara akhirnya karena tidak melihat keberadaan Chacha dan Anna dikelas tersebut.


"Iya kita ga sekelas sama mereka. Mereka ada di kelas sebelah, kelas ipa 2," ucap Aletta sambil tersenyum lesu.


"Aku senang bisa langsung dapat teman dihari pertama aku sekolah disini. Makasih ya Ta kamu udah mau jadi teman aku," ucap Clara sambil tersenyum ke arah Aletta karena tidak ingin temannya itu bersedih. Aletta yang mendengarnya pun mengangguk sambil tersenyum lalu pelajaran pun dimulai.


_____________


Saat istirahat, di kantin


"Wah Clara sekelas sama kamu Ta?" Tanya Chacha saat mereka sedang makan di salah satu meja di kantin.


"Iya, kebetulan banget kan," jawab Aletta sambil memakan baksonya.


"Wah kalau gini kita bisa jadi best friend dong," ucap Chacha semangat yang membuat Clara tersenyum melihatnya.


"Eh pada kenapa tuh. Ada ribut-ribut," ucap Aletta sambil menatap ke salah satu meja di kantin yang membuat Chacha, Anna, dan Clara pun mengikuti arah pandangnya.


"Lo kalau jalan pake mata bisa ga sih," teriak salah satu siswi dari arah sana.


"Ma..maaf kak. Ak...aku ga sengaja," ucap siswi yang sepertinya sedang ketakutan.


"Halah alasan lo. Nih rasain, ini akibatnya karena lo udah nabrak gue," ucap siswi yang tadi berteriak sambil menuangkan minuman ke atas kepala siswi yang sedang ketakutan.


"Biasa si Sissy bikin ulah lagi," ucap Chacha setelah melihat kejadian barusan.


"Dia siapa sih? Kok kayaknya anak-anak yang lain lada takut sama dia sampai-sampai ga ada yang menghentikan perbuatan dia," tanya Clara setelah melihat kejadian tadi.


"Dia Sissy, kakak kelas sok kecantikan yang ngakunya most wanted girl di sekolah padahal kelakuannya jahat gitu kayak nenek lampir," ucap Aletta berapi-api.


"Eh jangan gitu dong Ta. Nanti kalau dia dengar bisa abis kamu," ucap Anna yang memang sepertinya memang jarang berbicara jika tidak perlu.


"Tapi emang gitu kenyataannya. Mentang-mentang pacaran sama anak pemilik sekolah jadi gitu sikapnya. Semena-mena banget sama orang lain padahal pacarnya yang berkuasa bukan dia," ucap Aletta lagi sambil menatap benci ke arah Kak Sissy.

__ADS_1


"Udah-udah kita lanjut aja yuk makannya. Nanti keburu bel," ucap Clara akhirnya yang membuat Aletta melanjutkan makannya dan tidak menatap horror lagi ke arah Kak Sissy.


__ADS_2