My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Yaudah deh Main Aja


__ADS_3

"Cla, jangan cepat-cepat dong jalannya. Masa aku ditinggal di belakang." Ucap Alvaro yang sedang berusaha mengejar Clara.


Clara memeletkan lidahnya pada Kak Alvaro. "Biarin aja lagian siapa suruh kakak pilihnya Ride Animals bentuk ikan hiu. Kan jadinya lambat kalau jalan di darat." Balas Clara tertawa melihat wajah Kak Alvaro yang cemberut.


"Ini ikan hiu tapi kalau aku masukin ke kolam paling juga malah mati bukannya jalan makin cepat." Sahut Alvaro membuat Clara semakin tertawa.


Ya mereka benar-benar menggunakan Ride Animals untuk berkeliling mall tersebut. Sudah sekitar satu jam mereka hanya mengelilingi mall karena sedang berusaha menghabiskan koin yang Alvaro beli tadi. Awalnya Clara kesal karena Alvaro membeli terlalu banyak koin namun pada akhirnya Clara mengalah dengan memilih Ride Animals berbentuk kelinci untuk ia kendarai berkeliling mall sedangkan Alvaro memilih ikan hiu karena menurutnya hanya bentuk itu yang tidak terlalu kekanak-kanakan. Mereka mengendarai kelinci dan ikan hiunya masing-masing dengan tenang dan sedikit malu karena dilihat oleh banyak orang namun lama-kelamaan mereka malah asik sendiri saling mengejar satu sama lain dan tidak memperdulikan orang-orang di mall yang ikut tertawa melihat tingkah mereka berdua.


Kelinci Clara tiba-tiba berhenti membuat Alvaro berhasil mengejarnya. "Makanya jangan cepat-cepat Cla. Kecapeankan jadinya kelinci kamu." Ucap Alvaro membuat Clara menggembungkan pipinya.


Clara mengulurkan tangannya pada Alvaro yang berada tepat didepannya. "Apa?" Tanya Alvaro heran tidak mengerti maksud Clara.


"Ihh koinnya kak. Kelinci aku cape butuh makan." Ucap Clara menggerutu kesal membuat Alvaro tertawa.


"Tadi siapa yang katanya ga mau naik mainan anak kecil kayak gini. Eh sekarang malah ketagihan minta nambah." Ucap Alvaro membuat pipi Clara memerah.


"Yakan daripada koinnya ga kepake jadi mendingan aku bantuin kakak abisin itu koin. Udah mana koinnya buruan." Balas Clara tak sabar menerima koin tersebut.


"Iya-iya sabar dong. Orang sabar disayang Tuhan. Kalau Clara sabar....," Alvaro menggantungkan kalimatnya membuat Clara menaikan alisnya ingin mendengar lanjutan kalimat Alvaro, "Aku makin sayang." Lanjut Alvaro berkata dengan cepat lalu membalikan badannya hendak mengambil kantung koin di saku celananya.


"Apaan sih kak. Dasar playboy gombal mulu kan jadinya." Sahut Clara menganggap perkataan Kak Alvaro barusan hanyalah sebuah gombalan walaupun jantungnya mulai berdetak tak karuan sekarang.


Alvaro membalikan badannya kembali menghadap Clara sambil memegang kantung berisi koin membuat Clara sedikit menundukan kepalanya karena tidak ingin Kak Alvaro melihat wajah memerahnya. "Mana koinnya kak." Clara mengulurkan tangannya kembali.


"Iya sabar," ucap Alvaro lalu segera membuka kantung tersebut dan mengarahkannya pada tangan Clara, "Ini Cla."


Merasakan tangannya yang tidak menerima koin akhirnya Clara mengangkat kepalanya dan menatap tangannya yang kosong. "Koinnya abis kak?" Tanya Clara melihat kantung koin berada tepat di atas tangannya namun tidak ada satupun koin yang terjatuh ke tangannya.

__ADS_1


"Bentar Cla," Alvaro segera memeriksa kantung tersebut, "Kantungnya udah kosong ternyata."


"Yeay akhirnya koin yang kakak beli abis juga. Ga sia-sia kita nahan malu gara-gara orang yang melihat kita pada ketawa." Sorak Clara sambil melompat dari kelincinya.


Alvaro sempat kaget melihat Clara yang melompat turun namun ide jahil melintas di kepalanya. "Iya nih Cla koin di kantung ini udah abis," ucap Alvaro lesu, "Tapi aku bisa sulap." Alvaro segera turun dari ikan hiunya lalu berdiri di hadapan Clara.


"Sulap apa kak?" Tanya Clara penasaran.


"Sini tangan kamu." Alvaro segera meraih tangan Clara. "Sekarang pikirin seekor hewan kecil yang lucu dan senang melompat-lompat."


Clara segera menutup matanya dan memikirkan hewan apa yang Kak Alvaro maksud. Melihat Clara menutup matanya, Alvaro memanfaatkan kesempatan itu untuk merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


"Kalau sudah terpikir. Coba kamu bayangin hewan tersebut berada di genggaman tangan kamu sekarang." Lanjut Alvaro sambil menyimpan sesuatu yang ia keluarkan dari saku celananya ke telapak tangan Clara membuat Clara membuka matanya karena terkejut.


"Ini apa kak?" Tanya Clara gugup karena ia tidak bisa melihat apa yang sekarang berada di telapak tangannya karena tangan Alvaro menutupinya.


"Kangguru kak."Jawab Clara polos membuat Alvaro mengedipkan matanya tanpa bersuara.


"Bu....bukan kelinci?" Tanya Alvaro lagi menatap Clara serius. Clara hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Bukan kak. Yang tadi aku bayangin itu kangguru." Jawab Clara lagi mencoba meyakinkan Alvaro.


"Kenapa kangguru? Memangnya dia kecil ya?" Tanya Alvaro penasaran.


"Kanggurukan lucu terus jalannya juga lompat-lompat. Anak kanggurukan kecil kak makanya bisa masuk kantung. Ahh pasti imut banget." Jawab Clara tersenyum membayangkan anak kangguru yang melompat-lompat.


"Kenapa ga kelinci Cla?" Lirih Alvaro terdengar lesu.

__ADS_1


"Kelinci?" Clara berpikir sebentar. "Iya sih kelinci juga lucu terus jalannya lompat-lompat tapi ga tau kenapa malah kangguru yang ada di bayangan aku tadi."


Alvaro hanya menghela napas panjang mendengar jawaban Clara.


Clara mengerutkan keningnya heran melihat reaksi Kak Alvaro. "Memangnya kenapa kak? Jangan-jangan ini kelinci ya kak?" Tanya Clara sambil menggerak-gerakan telapak tangannya.


Alvaro akhirnya menarik tangannya dari telapak tangan Clara membuat Clara dapat melihat apa yang berada di tangannya. Clara mengernyitkan dahinya bingung saat melihat sebuah kantung berada di tangannya. "Ini apa kak?" Tanya Clara penasaran.


"Kamu buka aja terus lihat sendiri itu apa." Jawab Alvaro dengan senyum misteriusnya. Akhirnya Clara membuka kantung itu dengan perlahan lalu membelalakan matanya terkejut melihat isi dari kantung itu.


"Koinnya kok masih ada sih kak!? Kakak beli lagi ya!?" Tanya Clara terkejut setelah melihat isi kantung tersebut.


Alvaro seketika tertawa melihat reaksi Clara yang cukup tepat dengan tebakannya. "Enggalah Cla. Lagian kapan coba aku beli koin itu lagi kan daritadi aku sama kamu." Jawab Alvaro dengan tawa yang masih tersisa.


"Terus kok koinnya bisa ada lagi bukannya tadi udah habis." Heran Clara sambil menatap Alvaro meminta jawaban. "Kakak sulap ya?"


Alvaro semakin tertawa mendengar pertanyaan Clara. Akhirnya Clara pun memukul lengan Alvaro pelan. "Ihh kak kok ketawa mulu sih. Udah dong ketawanya terus jawab pertanyaan aku." Ucap Clara kesal.


"Oke." Alvaro berusaha meredakan tawanya. "Kan aku beli koinnya yang beli 10 gratis 12 Cla. Memangnya kamu ga lihat perempuan tadi ngasih 2 kantung ke aku. Kantung pertama yang isi 10 koin terus kantung kedua isi 12 koin."


Clara mengedipkan matanya perlahan dan mencoba mengingat kejadian tadi.


"*Ini kak koinnya," ucap perempuan tadi sambil memberikan Alvaro sebuah kantung berisi koin, "Kami juga ada promo yang lebih menarik loh kak yaitu beli 10 gratis 12. Lumayan kan kak bonusnya lebih banyak."


Alvaro melihat sekilas Clara yang menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap perempuan itu lagi. "Yaudah deh mba boleh juga promonya. Saya beli yang itu aja."


"Baik kak," perempuan itu memberikan Alvaro kantung yang lebih besar, "Totalnya jadi 20 ribu kak*."

__ADS_1


"Astaga iya ya." Clara menepuk dahinya sendiri mengingat kejadian itu. Clara beralih menatap Kak Alvaro dengan pandangan horrornya. "Berarti masih ada sisa 12 koin?" Tanyanya dengan nada tak percaya.


__ADS_2