My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Kidz Station


__ADS_3

"Berarti masih ada 12 koin?" Tanya Clara dengan nada tak percaya.


Alvaro menggelengkan kepalanya membuat Clara bingung. "Kan 1 koin durasinya 10 menit terus kita udah main 1 jam Cla jadi sisanya berapa coba?"


" 1 jam enam puluh menit berarti 6 koin terus dipake sama aku dan Kak Alvaro berarti 12 koin." Hitung Clara dengan lirih. "Berarti sisa 10 koin dong." Jawab Clara sambil menatap Alvaro.


"Good. Anak pintar." Goda Alvaro sambil menepuk kepala Clara. Clara hanya melongo mendengar jawaban Alvaro.


Mereka tidak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang mengawasinya sedaritadi.


"Gue ga tahan lagi Sis. Gue pengen banget ngelabrak tuh cewe." Sissy hendak menghampiri Clara namun tangannya ditahan oleh Siska.


"Sabar Si, lo jangan gegabah. Lo ga lihat gimana perlakuan Alvaro ke dia? Bisa-bisa lo malah berantem sama Alvaro kalau lo nyamperin mereka sekarang." Tahan Siska yang membuat Sissy menahan emosinya dan mengepalkan tangannya kuat.


"Daritadi gue udah sabar Sis, tapi kelakuan tuh cewe makin lama semakin menjadi. Dia diam aja waktu ada perempuan yang bilang kalau Alvaro itu pacarnya, dia berani pukul lengan Alvaro pelan, bahkan sekarang dia diam aja waktu Alvaro mengelus rambutnya."


"Memang tuh cewe keterlaluan tapi cowo lo juga udah keterlaluan. Alvaro bohong sama lo untuk jalan sama cewe lain bahkan tadi Alvaro ngakuin tuh cewe sebagai pacarnya. Mending lo putus sama Al..." Ucap Siska terpotong.


"Ngga. Sampai kapan pun gue ga rela putus sama Alvaro dan membuat cewe itu dapetin Alvaro." Potong Sissy cepat membuat Siska menghela napas panjang.


"Terus lo mau kayak gini terus Si? Diselingkuhin sama Al?" Tanya Siska membuat Sissy menatapnya tajam.


"Alvaro memang selingkuh tapi dia udah putusin para selingkuhannya. Dia ngelakuin itu buat gue Siska berarti Alvaro peduli sama gue."


"Sadar Si. Sekarang Alvaro ada di depan mata lo dan dia lagi sama cewe lain. Bahkan Alvaro ga protes waktu ada yang bilang mereka pacaran berarti mereka memang pacaran Si."


Sissy tidak dapat berkata-kata lagi dan langsung berlari meninggalkan Siska. Tidak peduli lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh Alvaro dan Clara. Melihat itu, Siska segera berlari mengikuti Sissy.


"Kita udah keliling daritadi dan koinnya masih sisa 10!?" Histeris Clara membuat Alvaro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Baru satu jam kok," Alvaro beralih menatap Clara, "Yaudah deh sekarang kita mau ngapain?"


Clara melihat sekitar dan pandangannya tertuju pada satu tempat. "Kesana yuk kak." Ajak Clara langsung berjalan meninggalkan Alvaro.


"Eh tunggu dong." Alvaro segera memindahkan Ride Animals mereka ke pinggir agar tidak menghalangi jalan lalu menyusul Clara.

__ADS_1


Saat sudah sampai di depan toko yang Clara maksud, Alvaro menaikan sebelah alisnya. "Yakin ke sini Cla?" Tanya Alvaro yang tak dihiraukan oleh Clara karena Clara sudah memasuki toko tersebut dengan semangat.


"Ihh bonekanya lucu. Kak Alvaro sini deh." Panggil Clara yang membuat Alvaro memasuki toko tersebut menghampirinya.


"Cla, kamu ga salah masuk toko?" Tanya Alvaro setelah Clara berada dihadapannya.


Pandangan Clara menyusuri sekeliling toko tersebut. "Engga salah kok."


"Kamu ngapain ke Kidz Station? Inikan isinya mainan anak kecil semua."


"Mau lihat-lihat kak soalnya dari jauh kelihatannya lucu-lucu," Clara mengambil boneka yang tadi ingin ia tunjukan pada Alvaro, "Lucukan kak?"


Alvaro hanya mengangguk dan tersenyum menyadari Clara memang berbeda dari cewe kebanyakan. Cewe lain pasti langsung berlari memasuki toko pakaian sedangkan Clara malah berlari memasuki toko mainan anak-anak. Tiba-tiba pandangan Alvaro tertuju pada suatu mainan.


"Mau kemana kak?" Tanya Clara saat melihat Alvaro yang hendak berjalan.


"Sini deh Cla." Alvaro menarik tangan Clara untuk ikut bersamanya menuju rak berisi mainan anak laki-laki. "Gimana menurut kamu?" Tanya Alvaro sambil menunjukan mainan yang sempat menarik perhatiannya.


"Bagus sih kak. Desainnya keren. Tapi memangnya kakak masih main pistol-pistolan?" Clara menatap Alvaro yang sedikit tertawa mendengar pertanyaannya.


"Bukan. Ini bukan buat aku tapi buat adikku." Ungkap Alvaro membuat Clara menatapnya kaget.


"Iya aku punya satu adik laki-laki. Umurnya cukup jauh sih sama aku tapi aku sayang sama dia." Ucap Alvaro membuat Clara ber-oh ria.


"Jadi kakak mau beliin dia mainan?" Tanya Clara yang diangguki oleh Alvaro.


"Kira-kira bagusnya yang mana ya?" Tanya Alvaro meminta saran.


"Emh coba aku lihat-lihat dulu," pinta Clara yang diangguki oleh Alvaro, "Ini gimana kak?" Clara kembali sambil membawa sebuah mobil-mobilan remote kontrol.


"Boleh tuh. Selera kamu bagus." Ucap Alvaro membuat Clara tersenyum.


"Umur adik kakak berapa?"


"Berapa ya? Sekitar 4 jalan 5 kayaknya."

__ADS_1


Clara kembali menatap boneka yang tadi ia lihat. "Kamu mau beli boneka itu?" Tanya Alvaro saat melihat pandangan mata Clara menatap sebuah boneka.


"Kayaknya iya kak. Lumayan buat Bianca." Jawab Clara tanpa sadar.


"Bianca? Siapa?" Tanya Alvaro lagi yang membuat Clara tersadar.


"Astaga aku keceplosan. Kak Alvaro kan ga tau tentang Bianca." Batin Clara panik.


"Cla? Kok malah melamun?" Tanya Alvaro lagi sambil melambaikan tangannya di depan muka Clara.


"Eh iya kak. Bianca itu adik aku." Jawab Clara pada akhirnya.


"Kamu juga punya adik? Kirain bonekanya buat kamu Cla." Sahut Alvaro sambil terkekeh.


"Ihh memangnya aku anak kecil apa masih main boneka barbie segala." Clara mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal untuk menghilangkan rasa gugup didadanya karena ia keceplosan soal Bianca.


"Memang iya kan. Tadi aja keliling mall naik Ride Animals." Goda Alvaro yang membuat Clara menatapnya.


"Berarti kakak juga anak kecil dong. Kan aku main Ride Animalsnya sama kakak." Balas Clara membuat Alvaro mengedipkan matanya beberapa kali baru menyadari hal itu. Clara tertawa melihat reaksi Alvaro yang menjadi salah tingkah.


"Iya deh kita anak kecil tapi tetap kamu yang paling imut." Goda Alvaro membuat Clara menghentikan tawanya dan menatap Alvaro. "Benerkan. Kamu ga mungkin bilang aku lebih imut."


Clara terdiam bingung hendak menjawab apa membuat Alvaro tertawa. "Yaudah yuk kak kita bayar." Ucap Clara akhirnya.


Alvaro dan Clara berjalan ke kasir membawa belanjaan mereka masing-masing.


"Selamat sore kak. Ini belanjaannya disatuin atau dipisah?" Tanya seorang kasir saat Alvaro dan Clara sampai disana.


"Satuin aja tapi kantung plastiknya tolong dipisah." Jawab Alvaro membuat Clara menatapnya.


"Kak...."


"Udah sekalian aja Cla."


"Tapi..."

__ADS_1


"Udah anggap aja itu salam perkenalan dari aku buat adik kamu."


Clara sempat terdiam sebentar sebelum menjawab, "Makasih kak."


__ADS_2