My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Penjelasan


__ADS_3

"Dia bukan pacar kamu Cla?" Tanya Kak Alvaro bersemangat yang membuat Clara tertawa.


"Kalau dia pacar aku memangnya kenapa?" Tanya Clara lagi yang membuat Kak Alvaro bingung.


"Jadi dia pacar kamu atau bukan?" Tanya Kak Alvaro yang sudah sangat penasaran akan hal itu.


"Jawab dulu pertanyaan aku. Kalau dia pacar aku memangnya kenapa?" Tanya Clara final sambil menatap mata Kak Alvaro agar Kak Alvaro tidak bisa berbohong.


Kak Alvaro hendak mengalihkan pandangannya namun mata Clara yang tepat menatap pada matanya membuatnya mengurungkan niatnya. Kak Alvaro menghela napas panjang sebelum menjawab, "Ya berarti aku ga bisa dekat sama kamu lah Cla. Kalau kamu pacar orang ya aku harus mundur kalau engga kamu bakal kena masalah kalau sampai pacar kamu cemburu sama aku."


Clara yang mendengarnya pun tersenyum lalu berkata, "Sejak kapan seorang playboy peduli orang yang dikejarnya udah punya pacar atau belum? Seorang playboy pasti akan terus berjuang sampai keinginannya terpenuhi. Kakak sebenarnya orang baik kak, aku tau itu. Kakak pasti punya alasan tersendiri kan kenapa kakak jadi playboy? Lagi pula kenapa kakak harus mundur? Kita kan cuma temenan," ucap Clara yang membuat Kak Alvaro berpikir di awal, tersenyum di tengah, dan malu di akhir.


"Iya ya kenapa gue mundur? Gue sama Clara kan cuma temenan. Apa sebenarnya gue mau lebih dari sekedar temenan sama dia?" Batin Alvaro berpikir sekaligus malu pada Clara. "Iya sih kita cuma teman tapi kamu pernah dengar ga perkataan orang-orang yang bilang kalau diantara laki-laki dan perempuan tidak bisa kalau hanya sebatas teman. Jadi dia pacar kamu atau bukan?" Tanya Kak Alvaro yang penasaran dengan hal tersebut.


"Hm?" Gumam Clara terlihat berpikir sebentar sebelum menjawab, "Kasih tau ga ya?" Lanjut Clara sambil tersenyum jahil ke arah Kak Alvaro.


"Ahh Clara buruan dong jawabnya," ucap Kak Alvaro mulai kesal namun tetap menatap Clara.


"Ihh kok kakak maksa sih," ucap Clara tertawa sambil melempar salah satu bantal di sofa ke arah Kak Alvaro.


"Eh ga kena," ucap Kak Alvaro yang berhasil mengambil bantal yang dilempar oleh Clara. "Biarin aja maksa abis kamu ngulur waktu terus sih," lanjut Kak Alvaro menjawab perkataan Clara yang sebelumnya.


"Ihh Kak Alvaro benar-benar ya," ucap Clara sambil melempar bantal lagi ke arah Kak Alvaro namun Kak Alvaro berhasil menghindar dan berdiri dari sofa. Clara yang melihat Kak Alvaro berdiri pun ikut berdiri namun terduduk kembali saat Kak Alvaro melemparinya dengan bantal yang tadi Clara lempar ke arahnya. "Ihh Kak Alvaro!" Ucap Clara lagi saat dia terduduk di sofa.


"Hahaha yah kena. Suruh siapa ngajakin perang bantal duluan? Kalah kan jadinya," ucap Kak Alvaro sambil terus tertawa melihat Clara.


"Siapa yang kalah? Engga ya," ucap Clara sambil bangkit dari sofa dan melempari Kak Alvaro dengan bantal. Akhirnya mereka pun bermain perang bantal sampai salah satu diantara mereka mengaku kalah.


"Udah ah Cla aku cape," ucap Kak Alvaro sambil kembali duduk di sofa setelah cape berlari mengelilingi apartemennya untuk menghindari lemparan bantal Clara.


"Jadi kakak ngaku kalah nih?" Tanya Clara sambil berdiri di depan Kak Alvaro.


"Iya iya deh kakak kalah. Puas?" Jawab Kak Alvaro sambil melihat Clara yang tersenyum puas. Clara pun hanya menganggukan kepalanya dengan tetap berdiri. "Sini duduk kamu ga cape apa abis ngejar kakak?" Tanya Kak Alvaro sambil menarik tangan Clara untuk duduk di sebelahnya. Namun karena Clara tidak siap menerima tarikan tersebut maka tubuh Clara pun oleng dan menimpa Kak Alvaro yang sudah duduk di sofa. Mereka pun saling bertatapan namun tak berapa lama, Clara langsung mengalihkan tatapannya dan memperbaiki posisi duduknya menjadi di sebelah Kak Alvaro.

__ADS_1


"Ga mau dipangku sama aku aja Cla?" Tanya Kak Alvaro sambil tertawa karena melihat muka Clara yang memerah.


"Ihh Kak Alvaro apaan sih," jawab Clara sambil menutup mukanya dengan bantal.


"Haha cie salting," ucap Kak Alvaro yang tidak berhenti tertawa membuat muka Clara semakin memanas.


"Kak udah ah ketawanya. Ga lucu tau," ucap Clara sambil menatap Kak Alvaro yang masih tertawa.


Melihat Clara sudah kembali menatapnya, Alvaro pun menghentikan tawanya. " Jadi kamu udah punya pacar atau belum Cla?" Tanya Kak Alvaro serius pada Clara yang malah membuat Clara tertawa.


"Haha kita udah kejar-kejaran sambil lempar-lemparan bantal tapi kakak masih ingat aja sama pertanyaan kakak tadi," ucap Clara setelah tawanya mereda.


"Yah iya lah sama kakak lupa. Udah buruan jawab. Jangan ngulur waktu lagi," ucap Kak Alvaro sambil menatap Clara tepat pada matanya.


"Oke aku jawab," ucap Clara kemudian menghela napasnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan kalimatnya. "Aku udah punya pacar atau belum, itu urusan aku. Jadi ngapain aku harus ngasih tau kakak aku udah punya pacar atau belum," lanjut Clara lalu melanjutkan tawanya yang membuat Kak Alvaro mendengus.


"Yaudah aku ganti pertanyaan. Cowo yang kemarin sama kamu di mall, pacar kamu atau bukan?" Tanya Kak Alvaro mencoba sabar menghadapi Clara yang kekanakan namun misterius.


"Clara please...... i need to know," ucap Kak Alvaro akhirnya sambil memelas menatap ke arah Clara.


"Kalau maksud kakak itu adalah Kak Andrew maka dia bukan pacar aku melainkan calon pacar sahabat aku," jawab Clara akhirnya setelah melihat Kak Alvaro yang memelas padanya.


"Kak Andrew? Cowo yang ke mall sama kamu?" Tanya Kak Alvaro yang hanya diangguki oleh Clara.


"Jadi salah satu sahabat aku tuh suka sama Kak Andrew dan aku berharap mereka bisa jadian kalau memang saling suka," jelas Clara yang membuat Kak Alvaro menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Jadi kamu nyomblangin mereka? Tapi kok kamu malah suap-suapan sama dia?" Tanya Kak Alvaro yang kembali menatap Clara serius.


"Sengaja," jawab Clara sambil tersenyum jahil ke arah Kak Alvaro lagi.


"Maksudnya?" Tanya Kak Alvaro yang tidak mengerti maksud Clara.


"Ya aku sengaja suap-suapan sama dia. Abis aku mau tau Kak Alvaro itu ngikutin aku atau engga. Tapi ternyata benar kalau Kak Alvaro itu ngikutin aku. Haha, apalagi ekspresi kakak lucu banget waktu lihat aku suapin dia," ucap Clara yang tidak dapat menahan tawanya lagi.

__ADS_1


"Jadi kamu udah tau sebelumnya kalau aku ngikutin kamu? Terus kenapa kamu diam aja pura-pura ga tau waktu di mall?" Tanya Kak Alvaro terkejut sekaligus malu karena dirinya ketahuan.


"Ya iyalah aku tau orang kakak aja ngikutinnya terang-terangan banget. Oh iya, memangnya ada apa kok kakak ngikutin aku ke mall?" Tanya Clara yang mulai serius bertanya pada Kak Alvaro.


"Eh? Itu ya abisnya kamu nyuekin aku waktu istirahat jadi aku rencananya mau antar kamu pulang tapi kamu udah dijemput duluan makanya aku ngikutin. Eh ga taunya malah ke mall," ucap Kak Alvaro jujur yang membuat Clara tertawa.


"Kakak tuh lucu juga ya orangnya blak-blakan banget," ucap Clara sambil tertawa yang membuat Kak Alvaro semakin malu. "Tapi kapan aku nyuekin kakak?" Tanya Clara setelah tawanya mereda.


"Waktu istirahat. Aku senyum ke kamu tapi kamu malah malingin muka padahal teman kamu aja lihat kakak senyum," ucap Kak Alvaro sambil menatap Clara kembali.


Clara pun mencoba mengingat kejadian itu sebelum menjawab "Oh waktu aku sama Aletta ya? Ya lagian kakak ngapain senyum ke aku? Aku kira kakak lagi senyum ke orang lain. Lagian kakak ga liat apa kalau cewe-cewe pada ngeliatin kakak waktu kakak senyum ke aku?" Ucap Clara membela diri.


"Masa sih? Aku lagi fokus ke kamu makanya ga liatin cewe lain Cla," ucap Kak Alvaro sambil tersenyum menggoda.


"Kakak apaan sih gombal dasar. Masa kakak ga dengar mereka tuh sampai pada bilang


'Ahh Alvaro senyumnya manis banget'


'Senyum ke gue tuh dia'


'Engga ya dia tuh senyum ke gue'


'Enak aja ke gue tuh'


ucap Clara meniru gaya para perempuan di sekolahnya saat melihat senyum Kak Alvaro yang membuat Kak Alvaro tertawa.


"Jadi kamu cemburu makanya nyuekin aku?" Tanya Kak Alvaro setelahnya.


"Hah? Ya engga lah ngapain aku cemburu. Kakak ngapain senyum ke aku di sekolah? Kan bisa gawat kalau ada yang lihat," ucap Clara membela dirinya.


"Gawat kenapa?" Tanya Kak Alvaro lagi.


"Kakak kayak ga tau aja Kak Sissy kayak apa. Bisa abis aku kalau dia tau kakak senyum ke aku," ucap Clara yang membuat Kak Alvaro terdiam seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2