My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Nobar?


__ADS_3

"Kakak lagi ngapain?" Tanya Clara saat sudah berada di depan Kak Alvaro. Posisi mereka sekarang berhadapan dan hanya terhalang oleh sebuah meja.


Mendengar pertanyaan tersebut, Alvaro pun tersadar dari lamunannya barusan. "Astaga lihat apaan sih gue tadi? Fokus Al," batin Alvaro menggerutu karena matanya tidak bisa dijaga.


"Kak?" Panggil Clara lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari Kak Alvaro.


"Hah? Kamu bilang apa barusan?" Tanya Kak Alvaro salah tingkah yang membuat Clara tertawa.


"Tadi aku nanya kakak lagi ngapain," jawab Clara sambil duduk di kursi dan menyilangkan kakinya di bawah meja.


"Sial kenapa mejanya dari kaca sih? Kan jadi keliatan tuh kakinya Clara. Dia pake celana ga sih?" Umpat batin Alvaro saat matanya tidak sengaja melihat kaki Clara yang menyilang di bawah meja.


"Kakak lagi mikirin apa sih? Kok kayaknya ga fokus gitu?" Tanya Clara lagi saat melihat Kak Alvaro hanya diam merespon perkataannya.


"Kamu pake celana ga sih Cla!?" Tanya Kak Alvaro reflex lalu menutup mulutnya sendiri menggunakan tangannya. "Sial. Kenapa gue malah nanya gitu?" Batin Kak Alvaro menggerutu karena dia keceplosan mengungkapkan isi pikirannya pada Clara.


"Hah?" Respon Clara bingung lalu melihat ke meja yang baru ia sadari terbuat dari kaca dan Kak Alvaro dapat melihat kakinya yang sedang ia silangkan di bawah meja. "Astaga kenapa mejanya dari kaca? Jadi dari tadi Kak Alvaro salah fokus gara-gara aku?" Batin Clara menahan malu karena secara tidak langsung perbuatannya tersebut sudah mengganggu fokus Kak Alvaro.


Hening sesaat diantara mereka sampai akhirnya Kak Alvaro berinisiatif membuka suara. "Ini Cla aku buatin hot choco biar badan kamu hangat," ucap Kak Alvaro sambil menyodorkan gelas ke arah Clara.


"Ma....makasih kak," ucap Clara sedikit gugup sambil menerima gelas tersebut. Clara pun langsung meminumnya namun hot choco tersebut masih terlalu panas untuk diminum sehingga Clara meringis.


"Hati-hati Cla. Ditiup dulu jangan langsung diminum," ucap Kak Alvaro saat melihat Clara meringis.

__ADS_1


"Udah telat kali ngasih taunya," ucap Clara lalu tertawa membuat Kak Alvaro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hm....Cla? Kita nonton dvd yuk sambil nunggu hujan berhenti," ajak Kak Alvaro agar suasana tidak semakin canggung.


"Boleh kak. Mau nonton film apa?" Tanya Clara sambil meniup hot choco nya.


"Nonton apa ya? Kita ke sofa dulu yuk sekalian aku lihat ada film apa aja," ucap Kak Alvaro sambil membawa hot choco nya ke arah meja di depan sofa. Clara pun berjalan ke arah sofa mengikuti Kak Alvaro dari belakang lalu duduk di sofa.


"Jadi mau nonton film apa kak?" Tanya Clara setelah duduk di sofa.


"Film horror aja gimana Cla? Seru nih kayaknya," jawab Kak Alvaro sambil membaca salah satu sinopsis dvd nya.


"Horror?" Ulang Clara ragu.


"Kok horror sih aku kan takut nonton film horror. Malah hujan-hujan begini lagi. Kalau tiba-tiba ada petir atau geluduk gimana? Kan kaget," batin Clara ketakutan saat Kak Alvaro malah mengajaknya menonton film horror.


"Astaga kenapa gue malah ngajak Clara nonton film horror sih? Dasar Alvaro playboy. Pasti jiwa playboy gue keluar nih makanya gue malah ngajak Clara nonton film horror. Kalau Clara takut kan pasti dia reflex meluk gue kan lumayan tuh hujan-hujan begini di peluk Clara. Dasar playboy jangan bikin suasana makin canggung deh," batin Alvaro menggerutu sendiri karena jiwa playboy nya muncul di hadapan Clara.


"Clara, nonton dvd nya ga jadi deh ya. Takut tiba-tiba ada petir terus kesetrum," ucap Kak Alvaro ngasal sambil berjalan ke arah sofa.


"Eh? Yaudah kak ga jadi aja nontonnya," ucap Clara sambil tersenyum ke arah Kak Alvaro agar suasana tidak canggung. "Oh iya kak, kakak mau ngomongin apa sampai ngajak aku ke taman?" Tanya Clara mencoba mengajak Kak Alvaro berbincang.


"Oh iya mau ngomongin apa ya," jawab Kak Alvaro sambil menggaruk tengkuknya bingung yang membuat Clara tertawa.

__ADS_1


"Alasan kakak ngehindarin aku waktu tadi pagi apa? Kakak bilang kakak punya alasan lain kenapa kakak ngehindarin aku dan bukan cuma gara-gara aku tau kalau kakak playboy," tanya Clara setelah mengingat kembali percakapan dirinya dan Kak Alvaro waktu di sekolah tadi.


"Hm? Oh iya benar kakak ngajak kamu ke taman buat ngasih tau alasan lainnya kan?" Tanya balik Kak Alvaro yang langsung diangguki oleh Clara.


"Iya kak benar. Jadi alasannya apa?" Tanya Clara mulai tidak sabar ingin mendengar jawaban Kak Alvaro.


Kak Alvaro meletakan gelas hot choco nya sebelum menjawab, " Kemarin aku melihat kamu lagi jalan sama cowo di mall. Jadi ak...." jawab Kak Alvaro terpotong oleh suara tawa Clara. "Loh kok kamu tiba-tiba ketawa Cla?" Tanya Kak Alvaro bingung melihat Clara yang tertawa.


"Haha maaf kak aku ga tahan," ucap Clara sambil kembali tertawa yang membuat Kak Alvaro kebingungan melihatnya. Setelah tawanya mereda, Clara pun menatap Kak Alvaro lalu berkata, "Jadi benar kalau kemarin cowo yang ngikutin aku dan Kak Andrew ke mall itu Kak Alvaro?"


Kak Alvaro yang mendengar perkataan Clara pun hanya dapat memalingkan mukanya karena malu sudah ketahuan jika ia mengikuti Clara ke mall. "Ga sengaja ketemu di mall kok," jawab Kak Alvaro tidak berani menatap Clara.


"Masa sih kak? Terus kenapa kakak ga nyapa aku tapi malah ngikutin aku diam-diam?" Tanya Clara lagi yang membuat Kak Alvaro mati kutu.


"It...itu ya aku takut ganggu kamu Cla. Kalau kamu lagi pacaran terus kakak nyapa kamu gimana? Nanti pacar kamu cemburu lagi," jawab Kak Alvaro setelah cukup lama terdiam namun Clara malah tertawa mendengar jawabannya.


"Haha kakak tuh ga bisa bohong ya ternyata," ucap Clara sambil terus tertawa.


"Loh siapa yang bohong?" Tanya Kak Alvaro sambil terus mengalihkan pandangannya dari Clara.


"Kalau kakak ga bohong terus kenapa kakak ga berani natap mata aku dari tadi?" Tanya Clara yang sudah berhenti tertawa dan mulai serius menatap ke arah Kak Alvaro yang masih mengalihkan pandangannya.


"Iya juga ya kok gue jadi **** gini sih di dekat Clara? Padahal gue udah biasa bohongin cewe-cewe di luar sana tapi kok ke Clara gue ga bisa bohong ya?" Batin Alvaro bingung karena perkataan Clara tersebut sudah membuatnya game over.

__ADS_1


"Kalau dia bukan pacar aku gimana?" Tanya Clara lagi yang membuat Kak Alvaro langsung menatap Clara.


__ADS_2