
Bel pulang sekolah berbunyi dan seperti biasa Clara keluar sekolah bersama teman-temannya. Clara sudah berada di gerbang depan sekolah namun mobil yang biasa dipakai Kak Andrew untuk menjemputnya tidak kelihatan.
"Loh Kak Andrew kemana ya? Ga biasanya telat jemput," ucap Aletta saat matanya tidak melihat mobil Clara.
"Paling juga kena macet Ta," Chacha melihat wajah Aletta yang kesal, "Kesal gara-gara Kak Andrew telat jemput Clara atau karena kamu ga bisa ketemu Kak Andrew hari ini?" Tanya Chacha menggoda Aletta.
"Ihh apaan sih Cha. Ga gitu," Aletta memalingkan wajahnya menyembunyikan pipinya yang merona.
"Astaga aku lupa," Clara menepuk jidatnya spontan membuat teman-temannya menatapnya heran.
"Kenapa Cla?" Tanya Anna menatap Clara bingung.
"Aku lupa kalau hari ini Kak Andrew ga jemput aku," jawab Clara lirih sambil menatap wajah Aletta yang sepertinya kecewa.
"Kenapa ga jemput Cla?" Aletta menatap Clara kecewa, "Kak Andrew ga sakit kan Cla?" Tanya nya tiba-tiba histeris membuat teman-temannya kaget.
"Aduh apaan sih Ta ngagetin aja deh," Chacha mengelus dadanya karena kaget.
"Hehe ya sorry," Aletta menggaruk tengguknya yang tidak gatal. "Kak Andrew ga kenapa-napa kan Cla?" Tanyanya kemudian.
"Kak Andrew ga apa-apa kok. Cuma hari ini aku ada urusan makanya aku suruh Kak Andrew buat ga usah jemput aku." Clara melihat Aletta menghela napas lega mendengar ucapannya.
"Syukur deh," Aletta tersenyum senang.
"Eh Cla, memangnya kamu ada urusan apa?" Tanya Chacha heran karena hari ini mereka tidak merencanakan apapun.
"Oh aku ada urusan sama..." Clara menghentikan perkataannya "Duh kalau Anna tau aku mau jalan sama Kak Alvaro, Anna pasti khawatir deh." Batin Clara bingung.
"Sama siapa Cla?" Tanya Aletta penasaran karena Clara menggantung ucapannya.
"Sama.....sama perpus. Kan sebentar lagi ujian jadi aku mau nyari buku gitu buat belajar tambahan." Clara menjawab cepat setelah sempat bingung beberapa saat. "Maaf aku harus bohong karena ga mau kalian khawatir." Batin Clara merasa bersalah karena dia tidak bisa sepenuhnya terbuka pada teman-temannya.
"Loh memangnya kapan ujian?" Tanya Aletta bingung.
"Minggu depan," jawab Anna yang membuat Aletta melotot.
"Hah? Seriusan? Kok udah mau ujian lagi sih?" Aletta merengut kesal.
Chacha tertawa melihatnya. "Makanya dibagiin jadwal ujian tuh dibaca bukannya dijadiin bungkus gorengan. Masa ujian minggu depan kamu ga tau sih Ta."
"Ihh memangnya kamu tau apa kalau minggu depan ujian? Udah persiapan apa aja?" Tanya Aletta sewot.
"Taulah kan tadi Anna bilang," Chacha meringis malu melihat Aletta yang mendengus, "Persiapan sih ya nanti aja pas besoknya ujian."
Clara tertawa melihat tingkah para sahabatnya. "Kalian tuh sama aja ya."
Aletta dan Chacha mendengus mendengarnya. "Yaudah deh aku pulang duluan ya. Mau ngatur jadwal bimbel buat persiapan ujian." Ucap Aletta pamit pada teman-temannya.
"Oh yaudah deh. Aku juga pulang ya udah ditunggu sama mama di kafe depan." Pamit Chacha yang diangguki oleh teman-temannya.
__ADS_1
Akhirnya Aletta dan Chacha pergi meninggalkan lingkungan sekolah dan sekarang hanya tersisa Clara dan Anna.
"Cla, maaf ya kalau aku terlalu ikut campur tapi aku cuma ga mau kamu sampai berurusan sama Kak Sissy gara-gara dekat sama Kak Al," ucap Anna saat hanya tersisa dirinya dan Clara.
Clara tersenyum pada Anna, "Ga apa-apa kok An. Aku ngerti kamu cuma ga mau aku kena masalah."
"Pokoknya kalau ada apa-apa kamu harus bilang sama aku ya. Kita ini sahabat jadi kamu jangan sungkan kalau mau curhat," ucap Anna menatap mata Clara serius.
"Makasih An. Kamu memang sahabat aku yang paling peka," ucap Clara lalu tertawa yang membuat Anna ikut tertawa.
"Yaudah kalau gitu aku pulang duluan ya. Ojek onlinenya udah di depan," pamit Anna lalu berjalan keluar gerbang sekolah saat Clara mengangguk.
"Bye An," ucap Clara saat melihat ojek online Anna meninggalkan pekarangan sekolah. Clara pun segera menuju ke parkiran tempat dimana Kak Alvaro sedang menunggunya.
Sementara di sisi lain
Saat bel pulang sekolah berbunyi Alvaro segera meninggalkan kelasnya walaupun guru yang mengajar belum keluar. Alvaro segera berjalan menuju parkiran karena ia tidak ingin membuat Clara menunggunya terlalu lama di parkiran. Namun saat dirinya sudah berada di koridor dekat kantin, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.
"My Baby Alvaro," ucap Sissy sambil menepuk pundak Alvaro membuat Alvaro mau tak mau membalikan badannya.
"Loh kok kamu ada disini? Bukannya kelas kamu jauh ya?" Tanya Alvaro berbasa-basi pada Sissy agar tak dikira sedang buru-buru.
"Iya tadi pelajaran terakhir gurunya ga masuk jadi aku ke kantin deh sama Siska," Sissy menatap Alvaro yang hanya menganggukan kepalanya, "Kamu sendiri ngapain? Kok kayak buru-buru gitu sih jalannya?" Tanyanya kemudian.
"Oh aku? Engga kenapa-napa, perasaan kamu aja kali," ucap Alvaro sambil tersenyum paksa pada Sissy.
"Oh kalau gitu gabung aja yuk ke kantin bareng aku sama Siska," ajak Sissy sambil menarik tangan Alvaro.
"Janji apa? Kenapa kamu sendiri kalau ada janji sama mereka? Mereka dimana sekarang?" Tanya Sissy bertubi-tubi yang mencurigai Alvaro berbohong padanya.
"Emh.....di..." Alvaro bingung hendak menjawab apa. "Mati gue." Batinnya bingung untuk mencari alasan yang tepat.
Di kelas 12 ipa
"Loh Richard si Alvaro kemana kok ga bareng sama lo?" Tanya Jack saat melihat Richard berada di depan kelasnya sendirian.
"Biasa tuh anak jalan duluan keluar kelas pas bel bunyi," jawab Richard santai karena Alvaro memang terkadang suka seenaknya.
"Paling dia ga mau telat jalan sama siapa tuh cewe namanya," Diego mencoba mengingat-ingat nama gadis itu.
"Clara," balas Jack malas karena Diego sering melupakan nama seseorang.
"Nah iya bener. Si Clara," jawab Diego semangat karena ia berhasil mengingatnya.
Richard yang melihatnya pun hanya tersenyum penuh arti karena mengingat semangat Alvaro saat menceritakan bahwa ia akan jalan dengan Clara sepulang sekolah. "Semoga Clara bisa membuat Alvaro berubah menjadi lebih baik dan melupakan mantannya." Batin Richard tulus mendoakan kebahagiaan sahabatnya tersebut.
"Yaudah yuk kita ke kantin. Gue haus mau beli minum," ucap Jack sambil merangkul kedua sahabatnya.
"Iya biasa aja kali nih tangan. Jangan pegang-pegang gue. Memangnya gue cowo apaan." Ucap Diego sambil melepas rangkulan Jack.
__ADS_1
"Yeh lo mah dirangkul sama sahabat sendiri ga mau. Lihat dong nih si Richard aja biasa aja tuh ga kenapa-napa. Pikiran lo nih ga beres." Sewot Jack sambil terus berjalan ke arah kantin meninggalkan Diego yang sedang mendumel di belakangnya.
"Rich lo mau minum apa?" Tanya Jack saat mereka sudah berada di koridor dekat kantin.
"Gue..." jawab Richard terpotong karena melihat dua orang yang ia kenali. Setelah mengenali siapa kedua orang tersebut, Richard segera melepas rangkulan Jack dan berjalan cepat kearah Alvaro mengabaikan Jack yang tersentak karena pergerakannya yang tiba-tiba.
"Woi mau kemana lo?" Teriak Jack melihat Richard yang seperti berlari kecil meninggalkannya.
Diego yang melihat itu pun terkekeh, "Tuh kan Richard juga ga suka lo rangkul kayak gitu. Malah dia kabur gara-gara lo."
"Apaan sih lo." Jack kesal lalu segera berjalan ke arah kantin meninggalkan Diego yang masih menertawakannya.
"Lo ga mau tawarin gue minuman gitu?" Diego segera mengejar sahabatnya itu yang masih tidak menjawab pertanyaannya.
Di koridor kantin
"Hai bro," sapa Richard saat sudah berada di samping Alvaro yang terlihat kebingungan.
"Richard," gumam Alvaro pelan, "Lo darimana aja sih? Udah gue tungguin juga dari tadi." Ucap Alvaro saat kesadarannya telah kembali dan mengedipkan sebelah matanya pada Richard sebagai kode untuk mengikuti alur mainnya.
"Sorry gue abis dari toilet barusan," Richard mengalihkan pandangannya pada Sissy, " Hai Si." Sapanya.
"Hi Rich, lo mau pergi sama Al dan yang lain?" Tanya Sissy ingin memastikan ucapan Alvaro.
"Iya, kok lo tau sih? Al lo abis minta ijin?" Tanya Richard sambil tertawa.
"Ish apaan sih lo," Alvaro memutar bola matanya malas.
"Yaudah deh kalau gitu. Have fun ya," ucap Sissy sambil tersenyum pada Alvaro, "Oh iya Jack sama Diego kemana?" Tanya Sissy setelah melihat sekeliling dan tidak menemukan mereka.
"Mereka...." Alvaro menatap Richard meminta tolong untuk memberikan jawaban.
"Mereka lagi di kantin. Lagi beli minum. Nanti juga nyusul." Jawab Richard lancar yang membuat Alvaro menghela napas lega.
"Yaudah deh kalau gitu aku ke parkiran dulu ya mau ambil mobil," ucap Alvaro menatap Sissy hendak pamit.
"Oke deh, bye baby." Sissy maju selangkah lalu mencium pipi Alvaro.
"Gue ga lihat," ucap Richard lalu pergi meninggalkan Sissy dan Alvaro.
"Rich, tungguin dong." Teriak Alvaro lalu segera pergi menyusul Richard. Alvaro menghela napas lega setelah berada jauh dari Sissy. "Thank bro lo udah bantuin gue," ucap Alvaro pada Richard yang sekarang berada di sebelahnya.
"Iya sama-sama. Kok lo bisa ketemu sama Sissy sih?" Tanya Richard heran.
"Kebetulan dia lagi di kantin. Kayak hantu aja deh dia tuh bisa ada dimana-mana." Komentar Alvaro membuat Richard tertawa.
"Yaudah deh lo mau ke parkiran kan?" Tanya Richard sambil menghentikan langkahnya.
"Iya semoga Clara belum sampai disana. Gue ga mau buat dia nunggu." Ucap Alvaro tersenyum senang membahas tentang Clara.
__ADS_1
"Good luck Al. Gue balik ya ke kantin." Pamit Richard dan segera meninggalkan Alvaro setelah melihat Alvaro mengangguk.