
Clara terbangun dari tidurnya karena merasa lengket pada badannya. Clara terduduk di sisi ranjang dan menatap dirinya sendiri. "Pantas saja lengket ternyata aku memang belum mandi dari tadi dan malah ketiduran," ucap Clara sambil berdiri dari duduknya. "Sekarang jam berapa ya?" Tanya Clara sambil melihat jam dindingnya yang menunjukan pukul 18.20 WIB. "Udah mau malam ternyata," batin Clara sambil melepas kaus kaki dan jam tangan yang melekat di tubuhnya.
Clara melihat Bianca yang masih tertidur dan tersenyum. "Kamu rajin banget Bi. Belajar sampai ketiduran kayak gini. Kalau kamu semangat gini belajarnya gimana bisa aku nolak buat ngajarin kamu walaupun aku udah ada janji sama Kak Alvaro," ucap Clara pelan sambi tersenyum ke arah Bianca yang sedang tertidur. "Eh sebentar deh. Kak Alvaro? Astaga aku ada janji ketemuan sama Kak Alvaro di taman jam 5 ! Sekarang jam berapa!?" Lanjut Clara sedikit berteriak setelah mengingat Kak Alvaro lalu menutup mulutnya sendiri karena takut Bianca terbangun.
Setelah memastikan bahwa Bianca tidak terbangun, Clara segera masuk ke kamar mandi yang terletak di kamarnya dan hendak menelepon Kak Alvaro untuk memberinya kabar. "Duh, aku ga punya nomor telepon Kak Alvaro lagi. Yaudah deh sekarang aku mandi terus langsung ke taman. Semoga Kak Alvaro masih ada di sana," ucap Clara sambil menyimpan handphonenya didekat wastafel lalu bergegas untuk mandi. Clara mandi selama 15 menit lalu bergegas mengenakan pakaian yang ia temui di lemari. Karena sedang terburu-buru, Clara tidak sempat memilih baju untuk dikenakan ke taman dan hanya menggunakan hot pant dan atasan kaus putih polos. Setelah selesai berpakaian, Clara segera mengambil sling bag nya lalu memasukan handphone dan dompetnya ke dalamnya. Clara bergegas menuruni tangga lalu berjalan keluar rumah.
"Mau kemana Cla?" Tanya Kak Andrew saat melihat Clara terburu-buru keluar rumah dan hanya mengenakan pakaian seadanya.
"Aku udah telat janjian sama teman di taman dekat sini," ucap Clara sambil terus berjalan ke arah gerbang rumahnya yang cukup jauh dari pintu rumahnya.
__ADS_1
"Biar saya antar," ucap Kak Andrew hendak mengambil kunci mobil.
"Ga usah kak. Lagian tamannya juga dekat dan aku cuma sebentar di sana. Takutnya malah macet kalau pake mobil. Aku pergi dulu ya kak," ucap Clara setelah berhasil mencapai gerbang dan menyuruh salah satu bodyguard pemegang kunci untuk membukakannya.
"Tapi Cla," ucap Kak Andrew terhenti saat melihat Clara sudah berlari meninggalkan rumahnya.
Clara berlari menuju ke taman dengan harapan bahwa Kak Alvaro masih ada di sana. "Maaf kak aku telat. Semoga kakak masih ada di taman ya," ucap Clara pada dirinya sendiri sambil terus berlari ke arah taman. Di tengah perjalanan ke arah taman, tiba-tiba turun hujan yang cukup besar sehingga langkah Clara terhenti sejenak. "Astaga kenapa tiba-tiba hujan gede gini sih. Aku harus ke taman secepat mungkin," ucap Clara sambil terus berlari tidak memerdulikan pakaiannya yang basah terguyur hujan. Sesampainya di taman, Clara langsung menuju ke bangku taman tempat dia bertemu dengan Kak Alvaro waktu itu namun bangku tersebut telah kosong. Clara segera menyalakan handphonenya untuk melihat jam berapa sekarang dan ternyata sekarang sudah jam 19.05 WIB. "Kak Alvaro pasti udah pergi. Lagi pula aku udah telat 2 jam dari waktu janjian. Ditambah sekarang hujan lebat banget. Maafin aku kak, aku benar-benar ga sengaja untuk telat," ucap Clara sambil menundukan kepalanya. Namun Clara malah melihat langkah jejak kaki yang sepertinya masih baru saja di lewati oleh seseorang. "Beruntung juga hujan jadi rerumputan dan tanah yang becek di taman masih bisa meninggalkan jejak. Semoga ini jejak kakinya Kak Alvaro," lanjut Clara sambil mengikuti jejak kaki tersebut. Jejak kaki tersebut sepertinya mengarah ke parkiran motor sehingga Clara tidak mengikuti jejak itu lagi dan segera berlari ke arah parkiran motor berharap Kak Alvaro berada di sana. Saat sudah dekat dengan parkiran motor, Clara dapat melihat seorang lelaki yang sedang menaiki motornya. Clara segera berlari ke arah sana namun saat Clara sampai di sana, motor tersebut sudah berjalan memutari taman. Namun Clara tidak menyerah dan berlari lurus menerobos taman yang berbentuk lingkaran sehingga Clara berada di depan motor tersebut untuk menghadangnya. Melihat seseorang yang tiba-tiba saja menghadang jalannya, pengendara motor tersebut pun mengerem motornya lalu turun dari motornya menghampiri Clara.
"Maaf kak aku telat," ucap Clara lirih yang tidak bisa didengar oleh Kak Alvaro.
__ADS_1
"Apa Cla? Suara kamu besarin disini hujan besar aku ga bisa dengar suara kamu," ucap Kak Alvaro sambil mendekat ke arah Clara.
"Maaf kak aku telat tadi aku ketiduran," teriak Clara agar Kak Alvaro bisa mendengarnya.
"Ternyata Clara ketiduran bukannya ga mau ketemuan sama gue," batin Alvaro tersenyum mendengar Clara berkata demikian. "Iya ga apa apa kok Cla yang penting kamu datang. Maaf udah bikin kamu menerobos hujan kayak gini buat ketemuan sama aku," ucap Kak Alvaro yang disenyumi oleh Clara.
"Justru kalau ga hujan belum tentu kita bisa ketemu kak. Tadi aku ngikutin jejak kakak makanya aku bisa nemuin kakak yang udah mau pergi. Maaf ya kak sekali lagi," ucap Clara sambi memeluk dirinya sendiri menggigil kedinginan.
Melihat Clara yang kedinginan, Alvaro segera membuka jaketnya dan menaruhnya di pundak Clara agar Clara merasa lebih baik. "Sekarang hujan besar. Rumah kamu dimana? Biar aku antar pulang atau kamu mau ke apartemen aku dulu sambil nunggu hujan berhenti? Kebetulan apartemen aku ga jauh dari taman ini," tanya Kak Alvaro pada Clara yang membuat Clara terdiam memikirkan jawaban yang akan ia berikan.
__ADS_1
"Taman ini dekat sih dari rumah jadi kita bisa cepat berteduh dari hujan tapi gimana kalau sampai Kak Alvaro tau dimana rumah aku? Apa Kak Alvaro tau dimana rumahnya Kak Angel? Kalau tau bisa terbongkar identitas kalau sebenarnya aku ini adiknya Kak Angel tapi kalau tau mana mungkin Kak Alvaro sama sekali ga nyamperin Kak Angel waktu itu? Apa mungkin Kak Alvaro ga tau ya? Tapi kalau pulang ke rumah berarti aku juga harus tawarin Kak Alvaro masuk ke rumah dong? Gimana kalau Kak Alvaro ketemu Bianca atau ada bodyguard yang ngelapor ke Kak Brian kalau aku bawa cowo ke rumah? Aduh bisa gawat nih. Tapi masa aku ke apartemennya Kak Alvaro sih sambil nunggu hujan berhenti? Kalau lama gimana? Tapi daripada Kak Alvaro tau dimana rumah aku mungkin lebih baik aku berteduh ke apartemen Kak Alvaro dulu lagi pula kata Kak Alvaro apartemennya ada di dekat taman ini kan? Tapi masa aku masuk ke apartemen cowo apalagi cowonya cowo playboy kayak Kak Alvaro. Ahh bingung," batin Clara kebingungan akan memberikan jawaban apa.