My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Hangout


__ADS_3

Bel pulang sekolah pun berbunyi sehingga Clara, Aletta, Chacha, dan Anna keluar dari kelas dan langsung menuju ke kafe baru didekat sekolah menggunakan mobil Aletta. Setelah sampai, mereka pun langsung duduk di meja dekat jendela dan memesan makanan.


"Kak Alvaro sama Kak Sissy udah lama pacarannya?" Tanya Clara saat mereka sudah selesai memesan makanannya.


"Kayaknya udah lumayan lama sih. Dari kita baru masuk sma aja mereka udah pacaran," jawab Chacha yang tertarik untuk membicarakan tentang Alvaro.


"Tapi bukannya Kak Alvaro itu harusnya udah lulus ya? Soalnya kan dia 2 tahun diatas kita," tanya Clara yang baru teringat akan fakta tersebut.


"Kamu kok tau kalau Kak Al 2 tahun diatas kita? Kamu kan murid baru disini," tanya Anna yang sedikit heran kenapa Clara bisa mengetahui hal tersebut.


"Duh aku keceplosan lagi. Ga mungkin kan aku jawab kalau aku tahu karena Kak Alvaro mantan pacarnya Kak Angel yang kemungkinan besar mereka seangkatan karena rasanya ga mungkin Kak Angel pacaran sama laki-laki yang lebih muda dari dia. Lagipula mereka kenal sama Kak Angel berarti Kak Angel dan Kak Al seangkatan. Ga mungkin juga aku bilang ke mereka kalau aku ini adiknya Kak Angel makanya aku mau cari tahu tentang Alvaro," batin Clara kebingungan.


"Ya mungkin karena Kak Alvaro terkenal kali di sekolah makanya Clara sampai tahu kalau Kak Alvaro sebenarnya 2 tahun di atas kita," ucap Aletta menjawab pertanyaan Anna pada Clara karena melihat bahwa Clara hanya diam seperti orang kebingungan.


"Iya bisa jadi. Lagipula anak-anak kan suka ngomongin hal itu karena sampai sekarang kita semua ga ada yang tau alasannya kenapa Kak Alvaro sampai harus ngulang kelas," lanjut Chacha santai yang membuat Aletta dan Anna mengangguk mengiyakan. "Iyakan Cla?" Lanjutnya sambil menatap Clara.


"Iy.....iya anak-anak pada ngomongin makanya aku jadi penasaran kenapa Kak Alvaro belum lulus," ucap Clara sambil tersenyum kikuk ke arah teman-temannya.


"Tapi kenapa kamu jadi penasaran tentang Kak Al? Jangan-jangan kamu suka ya sama Kak Al." Tanya Aletta yang membuat Clara kaget karena tiba-tiba ditanyai begitu.


Belum sempat Clara menjawab tiba-tiba pelayan menghampiri meja mereka dan mengantarkan pesanan mereka. Mereka pun berhenti mengobrol karena hendak menikmati pesanannya masing-masing.


"Wah makanan disini enak juga ternyata," ucap Aletta setelah memakan spaghettinya.


"Iya, dessertnya juga enak kok," ucap Clara setelah menelan pancakenya.


"Eh guys liat deh siapa yang datang," ucap Chacha menginterupsi obrolan mereka sehingga mereka semua secara otomatis melihat ke arah pintu utama kafe.

__ADS_1


"Kak Alvaro," ucap Aletta dengan mata berbinar. "Sayang datangnya sama si nenek lampir. Untung mereka baru datang kalau engga bisa abis kita diomelin sama tuh nenek lampir karena ngomongin pacarnya," lanjut Aletta sambil memutar bola matanya malas.


Alvaro dan Sissy memilih tempat duduk di dekat jendela dan hanya berbeda 2 meja dari tempat duduk Clara. Clara yang melihat kedatangan Alvaro pun hanya mengalihkan tatapannya pada pancakenya karena melihat tatapan Alvaro yang mengarah ke arahnya.


"Aku ke toilet dulu ya sebentar," ucap Clara sambil berlalu ke arah toilet saat melihat teman-temannya mengangguk.


Saat sudah sampai di toilet, Clara pun hanya mencuci tangannya lalu mengalihkan pandangannya pada cermin. "Apa benar dia mantan pacarnya Kak Angel sekaligus ayah kandungnya Bianca atau mantan pacarnya yang lain ya? Tapi kenapa rasanya aku ga terlalu asing sama dia," pikir Clara lalu berjalan ke luar toilet karena tidak ingin terlarut dalam pikirannya untuk saat ini. Saat akan kembali ke mejanya, Clara dihadang oleh seseorang yang membuat Clara mau tak mau menatap orang tersebut untuk melihat wajahnya. "Kak Alvaro," ucap Clara kaget saat melihat ternyata Alvaro yang menghadangnya.


Alvaro pun hanya tersenyum lalu berkata, "Ternyata kamu kenal siapa aku. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Rasanya kamu ga asing."


"Kakak kan cukup populer di sekolah jadi aku tau nama kakak. Mungkin kita sempat bertemu di kantin tadi siang makanya kakak ga asing sama aku," jawab Clara sambil menatap mata Alvaro berani.


"Baru kali ini ada cewe yang berani natap gue langsung secara terang-terangan. Biasanya mereka pada malu-malu kalau gue tatap atau ajak ngobrol kayak gini," batin Alvaro tersenyum.


"Permisi kak aku mau balik ke meja," ucap Clara lalu berjalan meninggalkan Alvaro yang masih menatap kepergiannya.


"Non Clara sudah pulang? Mau saya siapkan makanan non?" Tanya Bi Mirna saat melihat Clara masuk ke rumah.


"Tidak usah bi, Clara udah makan kok tadi sebelum pulang bareng teman," jawab Clara sambil tersenyum. "Bianca dimana bi?" Lanjut Clara bertanya kemudian.


"Baru saja tidur non, abis selesai mandi. Non Bianca lucu ya non mirip siapa gitu," ucap Bi Mirna yang membuat Clara tersenyum.


"Iya bi, Bianca memang lucu mirip sama mamanya. Yaudah bi aku ke kamar dulu ya," ucap Clara lalu pamit ke kamar meninggalkan Bi Mirna yang sekarang sedang bingung sebenarnya Bianca itu anak siapa.


Clara pun masuk ke kamarnya dan tersenyum melihat Bianca yang sedang tertidur. Clara lau segera mandi dan mengganti pakaian. Setelah selesai, Clara berjalan menuju ke kamar Kak Angel untuk mengambil handphone Kak Angel yang memang Clara simpan di kamar tersebut. "Aku harus mastiin sesuatu. Apa benar Kak Alvaro merupakan mantan pacar Kak Angel yang ada di foto profile handphone Kak Angel," ucap Clara lirih lalu segera mencari handphone Kak Angel yang ia simpan di laci dekat ranjang. Setelah ketemu, Clara segera menyalakan handphone tersebut dan terkejut "Ternyata benar Kak Alvaro merupakan mantan pacar Kak Angel sekaligus ayahnya Bianca. Bisa-bisanya Kak Alvaro ninggalin Kak Angel saat itu. Kenapa mereka putus? Apa gara-gara Kak Sissy ngajak balikan?" Batin Clara berpikir mengenai apa yang sebenarnya terjadi antara Kak Angel, Kak Alvaro, dan Kak Sissy.


Tiba-tiba handphone Clara berbunyi pertanda ada yang meneleponnya. Clara pun melirik handphonenya yang sudah tertera nama Lisa, akhirnya Clara pun mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Halo," ucap Clara setelah mengangkat teleponnya.


"Halo Clara. Yaampun apa kabar? Gimana sekolah di Indo esia? Udah dapet teman?" Tanya Lisa antusias.


"Baik kok Lis. Sekolah di Indonesia ya mirip lah sama sekolah di New York cuma beda bahasa dan lingkungan aja. Untungnya aku udah dapet teman, jadi di hari pertama masuk sekolah ada perempuan yang nyamperin aku terus ngajak temenan ya aku terimalah," jawab Clara yang tak kalah antusiasnya dengan Lisa.


"Cla, aku kangen banget sama kamu," ucap Lisa dengan nada sedih.


"Sama Lis aku juga kangen tapi kamu tenang aja aku disini cuma sampai lulus sma kok. Jadi nanti kalau udah lulus aku bakal balik ke New York," ucap Clara menenangkan sahabatnya.


"Beneran? Jangan lanjut kuliah disana loh ya kan aku kangen berat sama kamu. Kamu juga jangan lupain aku kalau udah ada teman baru disana," ucap Lisa yang sudah kembali semangat.


"Iya-iya mana mungkin aku lupain sahabat aku yang satu ini. Oh iya Lis, aku mau nanya sesuatu deh," ucap Clara mulai serius di kalimat akhirnya.


"Nanya apa Cla?" Tanya Lisa yang ikut serius.


"Kamu kenal ga cowo ini siapa? Kok aku ngerasa rada familiar ya sama dia," ucap Clara sambil mengirim foto Alvaro yang sedang bersama Kak Angel.


"Hm? Iya benar kayaknya tuh cowo familiar deh, siapa ya? Emangnya dia siapa Cla?Pacarnya Kak Angel?" Tanya Lisa penasaran dan coba mengingat-ingat wajah Alvaro.


"Iya kayaknya memang dia pacarnya Kak Angel," ucap Clara sambil melihat wajah bahagia Kak Angel di foto tersebut.


"Oh aku ingat Cla. Kita pernah kenalan sama dia waktu di Pulau Seribu. Kamu ingat ga? Dia laki-laki yang ga sengaja nabrak kamu waktu di restoran. Siapa ya namanya Al...Alfa? Oh i know Alvaro! Ya dia Alvaro kan Cla cowo ganteng itu," ucap Lisa antusias saat berhasil mengingat Alvaro.


"Jadi benar aku pernah ketemu sama Kak Alvaro sebelumnya. Dulu Kak Alvaro ramah bahkan dia langsung minta maaf saat ga sengaja nabrak aku. Ga kayak sekarang yang malah marah-marah padahal dia yang nabrak. Mungkin memang benar yang Aletta bilang kalau Kak Alvaro berubah semenjak pacaran sama Kak Sissy," pikir Clara dalam hari.


"Cla? Clara hello. Kamu kenapa kok diam?" Tanya Lisa yang merasa dicuekin.

__ADS_1


"Eh? Ga apa apa kok Lis. Udah dulu ya, aku lupa harus ngerjain pr. Bye Lisa," ucap Clara lalu memutuskan sambungan teleponnya setelah Lisa mengiyakan.


__ADS_2