
"Padahal aku putusin mereka demi kamu Cla. Kok kamu malah mikir gitu?" Batin Alvaro kecewa karena Clara tak mengerti perasaannya.
"Kalau iya kenapa? Kamu cemburu?" Tanya Alvaro menggoda balik Clara untuk menutupi perasaan kecewanya.
"Jadi bener Kak Alvaro ngelakuin itu buat Kak Sissy," batin Clara kesal. "Siapa yang cemburu? Engga tuh." Sahut Clara sambil memeletkan lidahnya pada Kak Alvaro.
Alvaro hanya tertawa kikuk meresponnya karena isi hatinya sungguh berbeda dengan perkataannya barusan.
"Kirain kakak ngelakuin itu buat aku. Kakak kan pernah bilang mau berubah demi aku," ucap Clara santai setelah melihat tawa kikuk Kak Alvaro.
Alvaro menghentikan tawanya lalu bertanya, "Kalau udah tau aku ngelakuin itu demi kamu kenapa kamu masih nanya?"
"Hah." Clara kaget mendengarnya. "Loh bukannya tadi buat Kak Si..."
"Kenapa kamu mikir kayak gitu? Aku kan udah pernah bilang sama kamu kalau aku mau berubah demi kamu. Aku kira kamu lupa makanya nanya kayak gitu." Sahut Alvaro memotong ucapan Clara.
Clara bingung harus merespon apa namun akhirnya berkata, "Aku ga sengaja dengar Kak Sissy bilang kalau Kak Alvaro putusin para selingkuhan kakak karena kakak lebih milih Kak Sissy jadi aku kira kakak ngelakuin itu buat Kak Sissy."
"Jadi Sissy salah tangkap maksud ucapan gue ya? Tapi bagus deh Sissy mikir kayak gitu. Berarti dia ga curiga kalau gue ngelakuin itu buat orang lain." Batin Alvaro berpikir.
"Memangnya kakak jelasin apa ke Kak Sissy sampai Kak Sissy ga marah lagi sama kakak?" Tanya Clara kemudian namun langsung menutup mulutnya sendiri. "Aduh kok mulut aku ga bisa diajak kompromi sih." Batinnya menggerutu kesal.
Alvaro tertawa mendengarnya, "Kamu cemburu ya Cla? Kok nanya gitu? Lebih suka Sissy marah ke aku ya?"
"Eng...engga gitu kak," wajah Clara memerah karena malu. "Forget it." Ucapnya kemudian.
Alvaro menghentikan tawanya lalu berkata, "Oke kalau kamu penasaran aku bakal jawab." Alvaro menghela napas panjang lalu memulai penjelasannya. "Jadi aku bilang bukannya bagus aku putusin para selingkuhan aku yang artinya aku udah ga selingkuh lagi. Mungkin Sissy salah tangkap tapi ga apa-apa deh itu tandanya dia ga bakal bertindak apalagi sampai ngelabrak mereka."
Clara terdiam mendengarnya dan menatap mata Alvaro lekat. "Aku ngelakuin itu buat kamu Cla, karena aku mau berubah menjadi lebih baik. Aku ngerasa kamu itu motivasi aku buat berubah jadi jangan menjauh apalagi ngehindarin aku kayak tadi ya." Ucap Alvaro membalas tatapan Clara.
Clara tersenyum mendengarnya lalu menundukan kepalanya. "Aduh kok jantung aku deg-degan sih? Kak Alvaro dengar ga ya?" Batin Clara merasakan detak jantungnya yang lebih cepat dari biasanya. " Aku balik dulu ya kak. Kak Andrew pasti udah nungguin di depan." Ucap Clara lalu berjalan hendak meninggalkan Alvaro.
"Clara kok nunduk ya? Apa dia malu aku tatap kayak tadi?" Batin Alvaro menyeringai melihat reaksi Clara. Saat Clara menghilang dari pandangannya baru Alvaro tersadar dan mengejarnya. "Loh Clara kemana?" Gumamnya lalu berjalan menuju gerbang depan sekolah.
"Aduh jantung aku kenapa sih?" Tanya Clara sambil terus berjalan cepat meninggalkan taman belakang sekolah.
"Clara tunggu," ucap seseorang sambil meraih pergelangan tangan Clara membuat Clara membalikan badannya.
"Astaga kok Kak Alvaro ngikutin aku sih? Jantung aku kan lagi ga normal." Batin Clara saat melihat Kak Alvaro. "Ad..ada apa lagi kak?" Tanya Clara sedikit gugup.
Sedangkan di kejauhan terdapat Siska dan Sissy yang sedang berjalan menuju gerbang depan sekolah. "Eh Si liat deh." Ucap Siska saat melihat Clara dan Alvaro.
__ADS_1
"Apaan sih Sis? Gue buru-buru nih mau nyari Alvaro nanti dia keburu pulang lagi," ucap Sissy kesal karena sahabatnya itu menghentikan langkahnya.
"Itu Alvaro," ucap Siska sambil menunjuk ke arah Alvaro dan Clara berada membuat Sissy menoleh ke arah yang Siska tunjuk.
"Loh Alvaro sama siapa? Pake pegangan tangan segala lagi!" Sahut Sissy tidak terima dan hendak melangkah mendekati Alvaro.
"Si tenang. Kita coba dengar dulu apa yang mereka obrolin." Siska menahan tangan Sissy yang membuat Sissy mengangguk mengiyakan. Akhirnya Sissy dan Siska mendekat ke arah Alvaro untuk mendengar apa yang Alvaro dan Clara bicarakan.
"Cla, kita belum tukeran nomor telepon kan? Boleh aku minta nomor telepon kamu?" Tanya Alvaro sambil tetap menahan tangan Clara.
"Oh iya kita belum tukeran nomor ya? Astaga kok kelupaan terus sih?" Clara tertawa membuat Alvaro ikut tertawa.
"Makanya sekarang aku minta nomor kamu mumpung aku lagi ingat." Alvaro mengeluarkan handphone dari saku seragamnya dan memberikannya pada Clara.
Clara mengambil handphone tersebut namun tidak mengetik nomor teleponnya. "Kok diam Cla? Kamu ga mau ngasih nomor kamu?" Tanya Alvaro membuat Clara menahan tawanya.
"Gimana aku mau ngetik? Tangan aku aja masih di pegang sama kakak. Susah kalau ngetik satu tangan kak." Clara tertawa setelah mengucapkan kalimatnya membuat Alvaro melihat tangannya yang masih memegang tangan Clara.
"Eh iya. Sorry kelupaan." Alvaro salah tingkah lalu segera melepas tangan Clara. Clara hanya tersenyum melihatnya lalu mengetik nomornya di handphone Alvaro.
"Udah kak." Ucap Clara sambil menyerahkan handphone tersebut pada Alvaro.
"Yaudah kalau gitu aku duluan ya." Pamit Clara hendak berjalan meninggalkan Kak Alvaro.
"Eh tunggu Cla," ucap Alvaro kembali menghentikan langkah Clara.
"Ada apa lagi kak?" Tanya Clara heran karena Alvaro terus menahannya.
"Aku antar kamu sampai depan ya," ucap Alvaro yang membuat Clara mengerutkan dahinya bingung.
"Ngapain kak?"
"Mau ketemu sama Andrew. Mau sekalian minta maaf secara langsung."
"Oh yaudah." Ucap Clara mengiyakan. Akhirnya mereka berjalan berdampingan menuju gerbang depan sekolah.
Sissy yang melihat semua itu hanya dapat mengepalkan tangannya kesal. "Awas aja tuh cewe. Berani-beraninya dia ngasih nomor dia ke Alvaro." Batinnya tak terima.
"Siapa sih tuh cewe? Kayaknya akrab banget sama cowo lo." Ujar Siska membuat Sissy semakin memanas.
"Rasanya tuh cewe ga asing tapi dia siapa ya," Sissy mencoba mengingat tentang gadis yang berbincang dengan Alvaro tadi, "Ah gue ingat. Dia cewe yang waktu itu nyapa Alvaro di mall."
__ADS_1
"Yang waktu itu lo ceritain?" Tanya Siska memastikan ingatannya.
"Iya dia adik kelas yang ketemu sama gue dan Alvaro di mall," jawab Sissy menatap kepergian Clara dan Alvaro.
"Jangan-jangan dia salah satu selingkuhan Alvaro lagi," ujar Siska membuat Sissy menatapnya.
"Kalau sampai benar, tuh cewe ga bakal selamat. Walau gue udah janji ga bakal gangguin mantan selingkuhan Alvaro tapi gue ga akan diam aja kalau Alvaro dideketin sama cewe lain." Sissy mengeluarkan senyum misteriusnya membuat Siska bergidik ngeri.
Alvaro dan Clara sudah sampai di gerbang depan sekolah dan benar saja Kak Andrew sudah menunggu Clara di luar mobil.
"Nah itu Clara," ucap Chacha sambil menunjuk Clara yang sedang berjalan menghampirinya.
"Yaudah kalau gitu aku duluan ya kak," pamit Aletta pada Kak Andrew yang diangguki oleh Kak Andrew.
"Hati-hati di jalan," ucap Kak Andrew membuat Chacha dan Anna menyenggol Aletta pelan hendak menggodanya.
"Cla, kita pulang duluan ya." Anna pamit kepada Clara mengabaikan Alvaro yang berjalan di sampingnya.
"Iya hati-hati ya. Maaf kalau kelamaan nunggu." Sahut Clara yang hanya diangguki oleh teman-temannya.
"Cla, pokoknya kamu harus cerita Kak Al ngomongin apa sama kamu terus kenapa dia nganter kamu ke depan," bisik Aletta saat berjalan di sebelah Clara membuat Clara meringis mendengarnya. Setelah kepergian teman-temannya, Clara berjalan menghampiri Kak Andrew diikuti oleh Kak Alvaro.
"Maaf ya kak kalau lama," ucap Clara menatap Kak Andrew.
"Iya ga apa-apa Cla. Santai aja," sahut Kak Andrew lalu menatap Alvaro.
Alvaro yang merasa ditatap pun mengeluarkan suaranya, "Gue mau minta maaf soal kemarin Drew."
Andrew menatap mata Alvaro lalu berkata, "Gue juga minta maaf. Gue yang salah."
"Gue juga salah, ga seharusnya gue mukul lo kayak kemarin."
Andrew dapat melihat keseriusan Alvaro dari matanya kemudian maju menepuk pundak Alvaro. "Semoga kejadian kemarin ga keulang lagi. Tolong jaga Clara di sekolah. Gue percaya sama lo." Ucap Andrew membuat Alvaro tersenyum.
"Pasti. Lo bisa percaya sama gue." Alvaro menatap mata Andrew mencoba meyakinkannya.
Kak Andrew mundur lalu menatap Clara, "Masuk ke mobil kalau udah selesai ngobrol." Lalu Kak Andrew memasuki mobil terlebih dahulu.
Clara menatap Kak Alvaro dan tersenyum padanya. "Kalau gitu aku pulang ya kak."
"Hati-hati Cla," sahut Alvaro lalu melambaikan tangan pada Clara. Clara mengangguk lalu memasuki mobilnya. Alvaro segera berjalan menuju mobilnya setelah mobil Clara menghilang dari pandangannya.
__ADS_1