
Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi dan Clara berjalan keluar sekolah bersama teman-teman barunya.
"Cla, kamu pulang sama siapa? Mau jalan-jalan dulu ga sama kita?" Tanya Chacha pada Clara.
"Duh gimana ya. Kapan-kapan aja ya Cha soalnya aku udah dijemput nih kayaknya," ucap Clara merasa tak enak.
"Oh yaudah ga apa apa. Besok aja kita jalan-jalan. Gimana pada mau ga?" Tanya Aletta kepada para sahabatnya.
"Boleh-boleh aja sih," ucap Clara yang diangguki oleh mereka semua.
"Oke berarti deal ya besok kita jalan-jalan," ucap Chacha semangat.
Tiba-tiba Clara terjatuh karena ditabrak oleh seseorang. "Kalau jalan pake mata dong gimana sih lagi jalan tapi malah asik ngobrol," ucap orang yang menabrak Clara sambil berlalu dari hadapan mereka semua.
"Gila dia kasar banget sih semenjak pacaran lagi sama Kak Sissy. Clara kamu ga apa apa kan?" Tanya Aletta sambil membantu Clara berdiri.
"Iya aku ga apa apa kok. Lagian tadi aku juga yang ga fokus liat kedepan jalannya," ucap Clara sambil tersenyum. "Laki-laki tadi siapa? Kalau pacarnya Kak Sissy berarti anak pemilik sekolah ini dong?" Tanya Clara sambil melihat ke arah laki-laki tadi yang menabraknya karena merasa tak asing dengan sosoknya.
"Iya dia itu Kak Alvaro anak pemilik sekolah ini. Dulu dia itu ga kayak gini, dulu dia itu peduli dan baik terutama sama cewe. Ya walaupun dia playboy tapi dia ga pernah kasar ke cewe tapi semenjak dia pacaran lagi sama Kak Sissy dia berubah jadi kasar dan makin semena-mena," jawab Chacha memberikan sedikit penjelasan pada Clara.
"Pacaran lagi? Maksudnya?" Tanya Clara kurang paham akan maksud teman-temannya.
"Iya bener dia berubah jadi kasar semenjak pacaran lagi sama Kak Sissy. Dulu mereka itu sempat putus karena Kak Sissy ketauan selingkuh sama cowo lain jadi Kak Alvaro otomatis langsung dong putusin dia. Tapi waktu Kak Sissy ngajak balikan entah kenapa Kak Alvaro mau padahal kan waktu itu Kak Alvaro udah pacaran sama Kak Angel," jelas Aletta pada Clara yang membuat Clara terkejut karena nama Kak Angel disebut.
__ADS_1
"Kalian kenal sama Kak Angel?" Tanya Clara pada teman-temannya.
"Siapa yang ga kenal sama Kak Angel coba. Dia itu kan orang yang baik, dia selalu membantu orang-orang yang ditindas sama Kak Sissy. Kak Angel juga pernah nolongin aku waktu aku digangguin sama Kak Sissy karena Kak Alvaro iseng ngegodain aku," ucap Anna yang ikut memberikan pendapatnya mengenai Kak Angel.
"Jadi cowo tadi adalah mantan pacar Kak Angel? Cowo yang ninggalin Kak Angel dan membuat Kak Angel menderita karena harus berjuang sendirian. Ga, aku ga terima Kak Angel diginiin," batin Clara berbicara sambil mengepalkan tangannya.
"Cla, kamu kenapa? Kok bengong sih?" Tanya Chacha karena melihat Clara tiba-tiba terdiam.
"Eh? Engga, aku ga apa apa kok. Yaudah deh aku duluan ya aku udah dijemput," ucap Clara pamit sambil berjalan ke arah mobilnya yang kebetulan sudah berada didepan gerbang sekolah.
"Eh oke Cla, bye bye. Hati-hati dijalan," ucap Aletta sambil melambaikan tangannya pada Clara.
_______________
Di Rumah
"Kak Ara udah pulang? Bianca kangen tau sama kakak," ucap Bianca sambil memeluk Clara.
"Uhh, Bianca kangen sama kakak. Yaudah kita main yuk," ucap Clara sambil menggandeng tangan Bianca ke kamarnya.
Akhirnya Clara pun bermain bersama Bianca sampai Bianca ketiduran. Lalu Clara segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya lalu berjalan ke taman belakang rumahnya. "Alvaro? Kenapa namanya seakan ga asing ya buat aku. Pokoknya aku harus cari tau tentang dia terlebih soal hubungannya sama Kak Angel dulu. Aku ga bakalan terima kalau sampai ternyata Kak Angel cuma dia mainin karena secara ga langsung dia udah buat Kak Angel menderita," batin Clara ingin mencari tahu tentang Alvaro. Ternyata pilihannya untuk bersekolah di sekolah kakaknya dulu memang tepat karena dengan demikian dia bisa mencari tahu tentang hal-hal apa saja yang sudah terjadi pada kakaknya dan dia tidak akan tinggal diam jika kakaknya pernah disakiti oleh orang lain.
"Aku harus telepon Mahesa untuk cari tahu tentang Alvaro. Oh iya Mahesa, kemarin kan dia udah dapetin informasi tentang Bi Mirna. Sekarang lebih baik aku telepon Bi Mirna dulu deh. Urusan Alvaro mungkin lebih baik aku cari tau sendiri kan aku sekolah di sekolah yang sama kayak dia," ucap Clara lalu berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil folder cokelat yang diberikan oleh Mahesa tempo hari. Setelah mendapatkan folder tersebut, Clara segera berjalan ke arah balkon di dalam kamarnya untuk menelepon Bi Mirna.
__ADS_1
"Halo," ucap Bi Mirna setelah mengangkat teleponnya.
"Halo Bi Mirna. Bibi masih ingat ga sama aku?" Tanya Clara setelah Bi Mirna mengangkat teleponnya.
"Maaf, ini siapa ya?" Tanya Bi Mirna heran karena si penelepon mengetahui namanya.
"Aku Clara bi, apa bibi ingat sama aku," ucap Clara sambil tersenyum walaupun Bi Mirna tidak bisa melihat senyumnya.
"Clara? Ini non Clara? Astaga non Clara apa kabar? Bibi kangen sama non Clara," ucap Bi Mirna tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena Clara meneleponnya.
"Baik bi. Bibi sendiri apa kabar?" Tanya Clara setelah selesai tertawa karena Bi Mirna tidak pernah berubah dari dulu.
"Baik non kabar bibi baik apalagi setelah mendengar suara non Clara. Oh iya non bukannya non Clara di luar negeri ya? Kok bisa menelepon bibi? Dapat nomor bibi dari mana?" Tanya Bi Mirna penasaran.
"Itu ga penting bi aku dapat bibi dari mana. Yang penting sekarang aku kangen sama bibi dan aku mau ketemu sama bibi. Sekarang Clara tinggal di Indonesia bi jadi aku harap bibi mau ketemu sama Clara," ucap Clara mengajak Bi Mirna bertemu.
"Ya mau atuh non masa bibi nolak. Bibi senang bisa ketemu lagi sama non Clara. Non Clara mau ketemu dimana sama bibi?" Tanya Bi Mirna antusias.
"Di taman tempat biasa aja gimana bi? Bibi ga lupa kan taman yang hampir setiap sore kita datangin buat main dan cari udara segar," tanya Clara sambil tertawa.
"Ya engga tuh non. Bibi mana mungkin lupa bibi kan masih muda," jawab Bi Mirna yang membuat Clara tertawa.
"Yaudah kalau gitu kita ketemu di taman itu sekarang ya bi," ucap Clara setelah berhasil meredakan tawanya.
__ADS_1
"Baik non," ucap Bi Mirna lalu Clara pun memutuskan sambungan teleponnya.
"Oke sekarang aku bakal siap-siap ke taman buat ketemu sama bibi. Semoga Bi Mirna mau kerja lagi disini," ucap Clara pada dirinya sendiri sambil tersenyum.