
Setelah berjalan cukup jauh, Richard membalikan badannya dan melihat Alvaro yang berlari menuju ke parkiran. "Akhirnya lo bisa semangat kayak gini lagi Al. Semoga lo bisa menemukan kebahagiaan lo yang sesungguhnya." Ucap Richard tulus lalu berjalan ke toilet sebelum kembali ke kantin untuk menemui para sahabatnya.
Di kantin
Setelah melihat Alvaro pergi mengejar Richard, Sissy segera kembali ke kantin dan benar saja. Sissy melihat Jack dan Diego yang sedang berdebat di dekat salah satu penjual minuman.
"Si, Alvaro mana? Kok ga lo ajak kesini?" Tanya Siska saat melihat Sissy berjalan mendekat kearahnya.
"Iya katanya dia mau pergi sama teman-temannya," ucap Sissy hendak duduk di bangkunya.
"Loh itu si Jack sama Diego ada disana. Alvaro mau pergi sama siapa?" Tanya Siska lagi sambil menunjuk Jack dan Diego yang masih berdebat.
"Sama teman-temannya lah. Mereka mau beli minum dulu sedangkan Alvaro sama Richard ke mobil duluan," jawab Sissy santai sambil menyeruput minumnya.
"Terus lo percaya gitu aja Si? Lo ga mau nanya lagi sama mereka." Siska menunjuk Jack dan Diego menggunakan dagunya.
"Enggalah ngapain coba. Lagian tadi gue udah nanya sama Richard." Sissy mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya dan memainkannya.
"Kok gue masih ga yakin ya Si? Mending kita nanya lagi aja yuk sama Diego, diakan paling suka keceplosan daripada yang lain." Siska terus menyuruh Sissy untuk menanyakan kebenaran tersebut pada Diego.
Sissy yang sedang memainkan handphonenya pun menjadi terusik. "Oke kita nanya sama Diego. Tapi kalau memang jawabannya sama kayak Alvaro itu artinya Alvaro udah jujur sama gue."
"Nah gitu dong." Siska segera bangkit mengikuti Sissy yang sudah berjalan duluan menghampiri Jack dan Diego.
"Lo tuh mau minum apa sih sebenernya? Mau hot cokelat tapi yang segar. Ga nyambung banget lo." Jack geram dengan kelakuan Diego yang sering kali diluar nalar manusia.
"Lo kenapa sih hah? Ibu kantinnya aja ga protes kok malah lo yang pusing." Diego mendelik tidak suka pada Jack.
"Ya mana ada hot cokelat yang segar. Ice cokelat kali atau jus gitu biar segar," ucap Jack memberitahu dimana letak permintaan Diego yang membuatnya heran.
"Ga mau, gue maunya yang hot. Biar segar campur jus bisa sih," Diego memikirkan ucapan Jack lalu beralih pada ibu kantin, "Bu hot cokelatnya campur jus stroberi ya biar segar."
Jack menepuk jidatnya sendiri mendengar permintaan Diego. "Lo...."
"Eh ada Jack sama Diego disini. Lagi ngapain?" Tanya Siska memotong ucapan Jack barusan.
"Beli minum lah masa minjem buku," sahut Jack malas karena dirinya sedang kesal pada Diego.
__ADS_1
"Sewot amat sih Jack," ucap Sissy membuat Jack menatapnya, "Gue mau nanya dong." Lanjut Sissy.
"Kalau mau nanya tentang Al mending ga usah deh. Kita juga ga tau dia kemana," sahut Diego menjawab padahal Sissy belum mengutarakan pertanyaannya.
"Loh bukannya kalian mau jalan?" Tanya Siska heran mendengar jawaban Diego.
"Jalan apaan sih? Kemana?" Tanya Jack tidak mengerti maksud pertanyaan Siska.
"Tadi Alvaro bilang ke Sissy kalau dia mau jalan sama kalian," ucap Siska membuat Jack dan Diego saling tatap.
"Mungkin gue salah dengar," ucap Sissy lalu membalikan badannya, "Sis, pulang yuk." Lanjutnya membuat Siska mengikutinya.
Setelah berada cukup jauh dari Jack dan Diego, Siska berkata, "Tuh kan Si. Lo itu ga bisa percaya gitu aja sama Alvaro. Buktinya Jack sama Diego ga tau apa-apa." Sissy diam tidak membalas ucapan Siska dan terus berjalan cepat. "Kita mau kemana sih?" Tanya Siska penasaran.
"Udah lo ga usah banyak tanya. Ikut gue aja, diem jangan berisik." Peringat Sissy membuat Siska menutup mulutnya rapat.
Setelah sampai di parkiran Sissy dapat melihat Alvaro yang sedang bersender di mobilnya seperti sedang menunggu seseorang.
"Tuh Alvaro," ucap Siska antusias saat matanya melihat Alvaro.
Sissy hendak melangkah menghampiri Alvaro namun suara seseorang menghentikan langkahnya. "Si, kita harus sembunyi." Ucap Siska sambil menarik tangan Sissy menuju ke belakang dinding.
"Apaan sih....mmm" Protes Sissy namun Siska tiba-tiba membekap mulut Sissy menggunakan tangannya sehingga Sissy tidak bersuara lagi.
"Ada yang datang," ucap Siska melepaskan tangannya dari mulut Sissy lalu menunjuk ke arah seorang gadis yang berjalan mendekat.
Sissy dan Siska pun tersembunyi di balik dinding dan melihat apa yang dilakukan oleh Alvaro dan Clara.
"Kak Alvaro," panggil Clara saat dirinya sudah berada di dekat Kak Alvaro, " Maaf ya aku telat." Lanjutnya saat sudah berdiri di depan Kak Alvaro.
"Eh iya ga apa-apa kok," Alvaro menegakan badannya yang tadi sedang bersandar di mobil, "Aku juga baru sampai." Alvaro tersenyum pada Clara.
"Si, itu bukannya cewe yang kemarin kita lihat ya? Cewe yang ngasih nomor teleponnya ke Alvaro?" Tanya Siska saat melihat Clara dengan lebih jelas.
"Iya," ucap Sissy singkat karena sedang fokus mendengarkan percakapan Alvaro dan Clara.
"Wah makin kurang ajar nih cewe. Berani-beraninya dia deketin cowo lo. Dia ga tau apa kalau Alvaro itu udah punya pacar." Geram Siska yang membuat Sissy mengepalkan tangannya kesal.
__ADS_1
"Udah diem. Gue mau dengar mereka ngobrolin apaan." Ucap Sissy lalu mereka berhenti berbicara satu sama lain.
"Hm Cla, mau berangkat sekarang?" Tanya Alvaro setelah canggung sebentar diantara mereka.
"Boleh, mau pergi kemana kak?" Tanya balik Clara dengan mata berbinar menanti jawaban Alvaro.
"Ke mall dekat sekolah?" Tanya Alvaro meminta pendapat Clara.
"Boleh aja sih kak. Tapi disanakan kebanyakan cuma toko buku sama perlengkapan sekolah doang. Kita mau ngapain ke sana?" Clara menatap Alvaro heran.
"Ya lihat aja nanti," Alvaro melihat Clara yang tersenyum lesu mendengar jawabannya, "Jalan-jalan tanpa rencana itu lebih seru loh Clara." Alvaro mengacak-acak rambut Clara membuat Clara kembali ceria.
"Ihh Kak Alvaro apaan sih? Jangan diberantakin gini dong." Protes Clara namun tetap tertawa karena tingkah Kak Alvaro barusan.
"Ya abisnya lesu gitu wajahnya. Jangan cemberut gitu dong, pasti seru kok jalan bareng aku." Goda Alvaro sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kak!!" Clara menepuk lengan Alvaro pelan membuat Alvaro tertawa.
"Yaudah yuk kita berangkat sekarang. Nanti pulangnya kesorean lagi." Alvaro segera membukakan pintu penumpang untuk Clara. "Silakan masuk princess."
Clara hanya tersenyum dan segera masuk ke mobil Alvaro. "Makasih."
"Wah gila Si tuh cewe berani banget jalan bareng Alvaro. Apalagi Alvaro bohong sama lo demi tuh cewe." Ucap Siska saat melihat Clara memasuki mobil Alvaro.
"Lo lihat aja gue bakal bikin perhitungan sama dia. Clara lo bakal nyesal karena pernah dekat sama cowo gue. Milik gue." Tegas Sissy sambil mengepalkan tangannya kesal.
"Gue kira dia cuma sekadar nyapa Alvaro doang waktu gue sama Alvaro lagi di mall tapi ternyata dia senekat ini deketin Alvaro. Dia deketin Alvaro bukan cuma di belakang gue tapi bahkan di depan gue." Batin Sissy membara karena marah.
"Si, sekarang gimana? Lo mau ikutin mereka?" Tanya Siska mengalihkan perhatian Sissy dari Alvaro dan Clara.
"Harus. Gue harus ikutin mereka. Gue mau tau sedekat apa mereka." Sissy segera keluar dari tempat persembunyiannya ketika melihat
Alvaro masuk ke mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Si, buruan nanti mereka keburu jauh." Siska memperingati Sissy yang masih terdiam menatap mobil Alvaro dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Lo yang nyetir," ucap Sissy sembari menyerahkan kunci mobilnya kepada Siska. Mereka segera masuk ke mobil dan mengikuti mobil Alvaro dari belakang. Sedangkan Alvaro dan Clara mengobrol ringan selama dalam perjalanan tanpa menyadari seseorang mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1