My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Shopping


__ADS_3

Di Mobil Clara


"Cla, kamu benaran ga pacaran sama Alvaro?" Tanya Kak Andrew serius pada Clara.


"Engga lah kak. Memangnya kenapa sih? Kok nanya kayak gitu?" Tanya balik Clara heran melihat tingkah Kak Andrew yang sepertinya mewaspadai Alvaro.


"Soalnya Aletta bilang kalau Alvaro itu playboy bahkan tadi dia ngakuin kamu sebagai pacarnya di depan para selingkuhannya. Gimana aku ga khawatir coba? Gimana kalau selingkuhannya merasa ga terima dan membuat kamu kena masalah?" Tanya Kak Andrew sambil menatap Clara sebentar lalu kembali fokus pada jalan.


"Ga bakal kok. Lagian Kak Alvaro udah punya pacar dan pacarnya itu bukan aku. Mereka ga bakal berani ngelabrak pacarnya Kak Alvaro soalnya pacarnya Kak Alvaro itu sedikit serem kak. Jadi aku rasa aku ga bakal kena masalah. Lagipula Kak Alvaro udah janji buat ga ngakuin aku sebagai pacarnya lagi didepan banyak orang," ucap Clara yang sebenarnya sedikit kepikiran dengan perkataan Kak Andrew namun dia mencoba percaya pada Kak Alvaro.


"Jadi kamu temenan sama dia? Tapi dia kan playboy Cla? Jangan dekat-dekat sama dia," ucap Kak Andrew lagi memberi Clara nasehat.


"Aduh kakak kenapa sih? Aletta bilang apa aja sama kakak? Kakak kan tau Aletta gimana, dia tuh suka lebay kadang jadi ga usah didengarin semua omongannya. Cukup beberapa aja yang didengar," ucap Clara yang tertawa saat membahas Aletta membuat Kak Andrew tersenyum sendiri memikirkan Aletta.


"Cie senyum. Mikirin Aletta ya?" Goda Clara saat melihat Kak Andrew senyum.


"Jangan alihin pembicaraan deh Cla," ucap Kak Andrew yang menahan senyumnya.


"Yah malu. Tenang aja aku bisa jaga diri kok. Aku cuma temenan sama Kak Alvaro dan memang Kak Alvaro playboy tapi dia sedang berusaha untuk menjadi lebih baik kak dan aku mau bantu dia," ucap Clara yang membuat perasaan Kak Andrew sedikit lebih tenang.


"Oke aku percaya sama kamu Cla. Tapi kalau sampai Alvaro nyakitin kamu atau kamu kena masalah gara-gara dia, kamu harus bilang saja aku karena bagaimana pun aku itu bodyguard kamu Cla dan udah tugas aku buat ngejaga kamu. Aku udah janji buat jaga kamu dengan baik sama Pak Brian dan aku juga ga mau kamu kenapa-napa," ucap Kak Andrew tegas yang membuat Clara tersenyum mendengarnya karena Kak Brian tidak salah memilih bodyguard untuk menjaganya.


Clara pun melihat keluar jendela agar Kak Andrew tidak melihat matanya yang berkaca-kaca karena terharu. Saat melihat ke jendela, Clara melihat poster promo pensil warna yang di pajang di sepanjang sisi kiri jalan. "Kak, kita ke mall yang waktu itu ya. Aku baru ingat mau beliin Bianca pensil warna. Belum lewat kan mall nya?" Tanya Clara sambil menatap Kak Andrew.


"Belum Cla. Tuh kebetulan mall nya ada di depan. Yaudah kita mampir ke sana dulu," ucap Kak Andrew lalu memasuki kawasan mall tersebut.


Sementara di sisi lain


Alvaro sedang mencari Sissy di salah satu toko baju yang berada di sana. Tadi Alvaro menelepon Sissy untuk memberi kabar bahwa ia telah sampai di mall dan Sissy menyuruhnya untuk langsung mencarinya ke salah satu toko baju langganannya. Akhirnya Alvaro menemukan Sissy yang sedang melihat-lihat pakaian. "Sissy," panggil Alvaro sambil menepuk pundak Sissy membuat Sissy membalikan badannya.


"My Baby Alvaro! Akhirnya kamu datang juga. Aku kangen banget sama kamu," Teriak Sissy senang sambil memeluk Alvaro tidak memperdulikan dirinya dan Alvaro yang sekarang dilihat banyak orang.

__ADS_1


"Si apaan sih. Jangan teriak gitu dong," ucap Alvaro sambil melepas pelukan Sissy padanya karena merasa risih dilihat oleh banyak orang.


"Ya ga apa apa dong baby. Aku kan senang kamu akhirnya ngajak aku jalan duluan," ucap Sissy hendak memeluk Alvaro lagi namun Alvaro bergerak mundur.


"Kamu lagi ngapain? Mau beli baju?" Tanya Alvaro mengalihkan perhatian Sissy.


"Tadinya sih mau lihat-lihat doang tapi jadi kepengen," jawab Sissy sambil melanjutkan kegiatannya melihat pakaian. "Babe ini bagus ga?" Tanya Sissy menunjukan salah satu baju pada Alvaro.


"Lumayan," jawab Alvaro seadanya. " Kamu mau itu?" Tanya Alvaro membuat mata Sissy berbinar.


"Boleh? Kamu mau bayarin?" Tanya Sissy sambil menatap Alvaro penuh harap.


"Iya aku bayarin. Kan aku yang ngajak jalan jadi belanjaan kamu hari ini aku yang bayar," jawab Alvaro yang memilih untuk menemani Sissy shopping agar perhatian Sissy teralihkan darinya dan tidak bertanya macam-macam.


"Ahh makasih baby. Kamu baik banget deh," ucap Sissy senang sambil memeluk Alvaro. "Lagi kenapa sih? Tanya Sissy sambil mendongakan kepalanya menatap Alvaro.


"Ga kenapa-napa. Memang ga boleh belanjain pacar sendiri?" Tanya Alvaro mencoba tersenyum.


"Ga engga lah memangnya mau sembunyiin apaan. Udah kamu pilih-pilih baju lagi abis itu kita ke toko sepatu," jawab Alvaro mengalihkan perhatian Sissy.


"Sepatu juga!? Makasih baby," ucap Sissy lalu kembali melanjutkan aktivitasnya memilih pakaian.


Alvaro pun memilih memainkan ponselnya sambil menunggu Sissy belanja. Saat sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama Richard yang meneleponnya. "Siapa babe?" Tanya Sissy yang langsung mengalihkan perhatiannya pada Alvaro.


"Richard. Aku angkat telepon dulu ya," ucap Alvaro sambil berjalan menjauhi Sissy hendak pergi keluar toko.


"Kalau Richard ngapain angkat teleponnya jauh-jauh. Angkat aja disini," ucap Sissy yang membuat Alvaro menghentikan langkahnya. "Kamu pasti bohong ya. Kamu selingkuh sama cewe lain," tuduh Sissy yang membuat Alvaro kesal.


"Nih deh kalau kamu ga percaya kamu lihat aja sendiri," ucap Alvaro sambil berjalan mendekati Sissy lagi dan memberikan ponselnya pada Sissy sehingga Sissy dapat melihat nama Richard yang tertera disana. "Mau sekalian kamu angkat?" Tanya Alvaro yang masih kesal dengan tingkah laku Sissy yang terlalu cemburuan.


"Maaf baby aku kan cuma takut kamu ada main di belakang aku. Yaudah deh kamu angkat aja ga apa apa. Di luar juga boleh kok pasti penting deh makanya kamu mau angkat di luar," ucap Sissy melembut karena menyadari kekesalan Alvaro lalu lanjut memilih baju menghindari tatapan Alvaro yang kesal padanya. Alvaro lalu berjalan keluar toko lalu segera mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Halo Rich. Ada apa?" Tanya Alvaro tanpa basa basi setelah panggilan nya tersambung.


"Lo masih nanya ada apa? Ini nomor rekening para mantan lo mau dikemanain?" Tanya Richard yang memang tak suka basa basi.


"Oh astaga gue lupa. Yaudah lo kirim semuanya ke gue nanti biar gue yang urus mereka. Thank bro udah bantuin gue mencatat nomor rekening mereka," ucap Alvaro tulus mengucapkan terimakasihnya.


"Oke, udah gue kirim ke lo. Sama-sama tapi ini yang pertama dan terakhir ya Al. Gue mau lo serius berubah," ucap Richard tulus yang terdengar senang atas perubahan Alvaro.


"Iya gue janji. Thank lo memang sahabat gue yang paling bisa gue andalin," ucap Alvaro tersenyum mengingat bahwa hanya Richard yang selalu memberikan nasehat terbaik padanya.


"Sama-sama bro. Yaudah gue tutup dulu ya," ucap Richard lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah panggilan diakhiri, Alvaro menghembuskan napas lelah sebelum kembali masuk ke dalam untuk menemui Sissy. Alvaro melihat Sissy yang sudah selesai memilih dan sedang berada di depan kasir dengan seorang pegawai yang sedang memasukan belanjaan Sissy ke paper bag.


"Disini babe," ucap Sissy saat melihat Alvaro memasuki toko. Alvaro pun segera menghampirinya dan membayar semua tagihan belanjanya. Setelah selesai, Alvaro membawakan belanjaan Sissy yang jumlahnya 4 paper bag.


"Baby ayo ke toko sepatu," ucap Sissy sambil menggandeng tangan Alvaro keluar dari toko baju tersebut.


"Hm," gumam Alvaro lalu pasrah mengikuti Sissy berjalan sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok yang tidak asing di matanya. "Clara," lirih Alvaro saat matanya melihat Clara yang sedang berada di eskalator menuju ke lantai 2, lantai dimana Alvaro dan Sissy berada sekarang.


"Kamu ngomong apa babe?" Tanya Sissy yang mendengar suara Alvaro namun tidak jelas.


"Eh? Engga, engga ngomong apa-apa kok. Si kita ke sana aja yuk," ajak Alvaro sambil menarik tangan Sissy ke arah yang berlawanan dari sebelumnya.


"Ihh Alvaro. Toko sepatunya kan di sana. Kenapa malah ke sana coba," ucap Sissy kesal sambil melepaskan pegangan tangannya dengan Alvaro.


"Ya kita ke sana aja dulu. Tadi aku lihat di sebelah sana ada yang menarik," ucap Alvaro sambil terus melihat Clara yang sedang berjalan mendekat ke arahnya sambil mengobrol dengan Andrew.


"Apaan sih Al? Disana tuh cuma ada food court," ucap Sissy sambil menarik tangan Alvaro untuk berjalan ke depan.


"Ya tapi...." ucap Alvaro terpotong karena seseorang memanggilnya.

__ADS_1


"Kak Alvaro," ucap Clara lirih yang membuat Sissy dan Alvaro mengalihkan perhatiannya dan menatap ke arahnya.


__ADS_2