
Alvaro membawa Sissy ke ruangan osis agar mereka tidak menjadi pusat perhatian lagi. Kebetulan Alvaro yang memegang kunci ruangan tersebut karena ia merupakan mantan ketua osis periode tahun lalu dan kunci tersebut akan diserahkan ke pengurus osis yang baru setelah ujian tengah semester ganjil.
"Lepasin Al," ucap Sissy setelah ia dan Alvaro memasuki ruangan tersebut. "Kenapa kamu bawa aku ke sini?"
"Supaya aku bisa jelasin semuanya," ucap Alvaro lalu menghela napas panjang. Sebenarnya ia tidak menyangka kalau Sissy akan secepat ini mengetahui kejadian hari Jumat lalu. Ternyata berita itu menyebar dengan cepat dan anak-anak jurnalistik menulisnya menjadi sebuah artikel di mading sekolah sehingga Sissy mengetahuinya. Sebenarnya Alvaro berniat mencari Clara saat itu namun Jack memberitahunya bahwa Sissy berada di depan mading dan sudah mengetahui segalanya. Maka Alvaro segera berlari ke arah mading dan memastikan bahwa Sissy tidak mengetahui soal Clara.
"Ayo jelasin kok diam sih?" Sissy mulai tak sabar melihat Alvaro yang hanya terdiam.
"Kenapa kamu marah sih padahal aku udah putusin semua selingkuhan aku. Bukannya itu bagus ya?" Tanya Alvaro yang mencoba menenangkan kemarahan Sissy.
"Ya tapi kan tetap aja itu artinya kamu udah khianatin aku Al. Mana selingkuhan kamu banyak banget lagi tapi aku ga tau dia itu siapa aja." Kesal Sissy yang masih tidak terima dirinya diselingkuhi.
"Ya terus kenapa? Apa aku ga boleh punya kesalahan? Sedangkan kamu sendiri pernah kan selingkuhin aku?"
Sissy terdiam mendengarnya namun beberapa saat kemudian kembali membuka suaranya, "Ya itu kan dulu Al."
"Tapi tetap aja kan kamu selingkuhin aku? Justru bukannya bagus aku mau putusin para selingkuhan aku daripada kamu yang harus ketahuan selingkuh dulu baru mau putusin selingkuhan kamu itu."
Sissy dibuat mati kutu mendengarnya karena apa yang Alvaro katakan memang fakta.
"Untung otak gue encer. Coba kalau engga pasti udah abis gue diomelin sama Sissy. Dan untuk sekarang, jangan sampai Sissy tau soal Clara karena gue ga mau Clara kena masalah gara-gara gue." Batin Alvaro tersenyum senang melihat Sissy yang tidak bisa membalas perkataannya.
"Ya maaf baby. Kamu jangan bahas soal itu lagi dong. Itu kan udah lama kamu lupain aja ya." Rengek Sissy sambil memeluk Alvaro yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Lah gini aja baru deh ngerengek." Batin Alvaro pasrah melihat kelakuan Sissy yang manja kepadanya saat melakukan kesalahan.
"Kok kamu diam aja sih baby? Lupain soal itu ya dan aku bakal lupain soal kamu yang pernah punya banyak selingkuhan." Sissy sudah melepas pelukannya dan beralih menatap mata Alvaro.
"Oke kalau gitu tapi aku ga mau dengar kamu cari tahu tentang mereka apalagi sampai ngelabrak mereka," ucap Alvaro yang membuat Sissy menatapnya tidak suka.
"Kenapa? Kamu masih ada rasa sama mereka?"
"Karena aku udah putusin mereka dan mereka bukan urusan aku lagi jadi aku ga mau kamu berurusan sama mereka apalagi sampai cari masalah."
"Ya tapi Al mereka kan....."
"Tapi kalau sampai mereka kenapa-napa gara-gara kamu maka mereka bakal jadi urusan aku lagi." Tegas Alvaro yang membuat Sissy terdiam dan hanya bisa mengangguk pasrah.
__________
Di kantin
"Cla, kok kamu diam aja sih dari tadi?" Tanya Chacha saat menyadari Clara tidak ikut mengobrol.
"Eh iya, Cla kenapa kamu diam?" Aletta meletakan telapak tangannya di dahi Clara. "Ga panas kok. Kamu ga sakit kan?"
Clara tersadar saat merasakan telapak tangan seseorang menyentuh dahinya. "Iya aku ga apa apa kok," Clara tersenyum lalu melanjutkan kalimatnya, "Aku ke toilet dulu ya. Kalian ke kelas duluan aja nanti aku langsung ke kelas kok." Clara pun langsung berjalan meninggalkan area kantin membuat para sahabatnya kebingungan.
__ADS_1
"Clara kenapa sih?" Tanya Aletta heran melihat Clara yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Ga tau. Lagi ada pikiran kali," sahut Chacha sambil meminum minumannya.
"Clara jadi diam semenjak melihat Kak Sissy dan Kak Alvaro," ucap Anna membuat Aletta membelalakan matanya sementara Chacha terbatuk-batuk karena tersedak.
Clara sudah sampai di toilet dan sedang mencuci tangannya. "Kenapa Kak Alvaro ngejar Kak Sissy kayak tadi?" Gumam Clara pada dirinya sendiri. "Ahh Kak Sissy kan pacarnya jadi wajarlah kalau Kak Alvaro ngejar dia. Mungkin Kak Sissy udah tau soal Kak Al yang putusin para selingkuhannya makanya ngambek." Ucap Clara lagi lalu mematikan kran air dengan kesal. Clara hendak berjalan meninggalkan toilet namun suara langkah kaki yang mendekat menghentikannya.
"Eh Si tadi Alvaro bawa lo kemana?" Tanya seseorang yang berjalan mendekat.
"Ke tempat dimana kita bisa berduaan," jawab seseorang yang Clara kenali itu merupakan suara Sissy. Mendengar suara Sissy membuat Clara kembali ke dalam toilet dan memasuki salah satu bilik disana agar Sissy tidak menyadari keberadaannya.
"Aduh ngapain aku ngumpet disini sih?" Batin Clara bingung dengan tingkahnya sendiri. "Yaudah deh udah terlanjur jadi tunggu Kak Sissy keluar baru deh aku keluar dari sini."
"Si serius deh kok lo udah ga marah sama Alvaro? Secara lo kan diselingkuhin?" Tanya Siska heran melihat sahabatnya itu.
"Ya kenapa harus marah. Alvaro kan udah putusin para selingkuhannya jadi masalah selesai dong," jawab Sissy yang membuat Siska semakin heran.
"Si sumpah ini bukan lo banget. Lo diselingkuhin tapi lo biasa aja. Lo ga mau ngelabrak para selingkuhannya gitu?" Siska menatap Sissy tak percaya.
"Apaan sih lo? Alvaro kan udah putusin mereka dan itu artinya Alvaro lebih milih gue dong. Jadi kenapa gue harus marah sedangkan Alvaro ngelakuin itu semua buat gue," ujar Sissy santai membuat Siska terdiam. "Lagian Alvaro bilang kalau dia ga mau dengar gue ngelabrak para mantan selingkuhannya. Udah yuk keluar. Gue mau beli minum ke kantin." Lanjutnya lalu berjalan meninggalkan toilet diikuti oleh Siska yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
"Gila mana mungkin Alvaro milih Sissy. Alvaro ga bakal ngelakuin itu semua buat Sissy. Dasar playboy dia sempat jadiin gue salah satu selingkuhannya dan bilang mau mutusin Sissy tapi pada akhirnya dia milih Sissy!? Dia ngelakuin ini supaya gue tutup mulut kan dan ga bantuin Sissy untuk cari tahu siapa aja selingkuhan Alvaro!? Dasar playboy." Geram Siska lirih sebelum berjalan mengikuti Sissy.
__ADS_1
Clara terdiam mendengar perkataan Sissy. "Jadi Kak Alvaro ngelakuin itu semua buat Kak Sissy? Tapi kenapa Kak Alvaro bilang dia ngelakuin itu demi aku?" Lirih Clara tak habis pikir dengan Alvaro yang omongannya tidak bisa dipercaya. "Bahkan Kak Alvaro jadiin Kak Siska selingkuhannya supaya dia tutup mulut dan ga bantuin Kak Sissy. Omongannya benar-benar ga bisa dipercaya." Clara tertawa miris lalu segera keluar meninggalkan toilet dan berlari menuju ke kelasnya karena tidak ingin bertemu dengan Kak Alvaro karena seingatnya Kak Alvaro selalu menemuinya saat bel masuk akan segera berbunyi.