My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Yakin?


__ADS_3

Hening diantara mereka sampai suara handphone Clara membuyarkan pikirin mereka masing-masing. "Kak, aku angkat telepon dulu ya," ucap Clara lalu berjalan ke arah kamar untuk mengambil handphonenya setelah Kak Alvaro mengangguk.


Clara pun mengambil handphonenya dan langsung mengangkatnya setelah melihat nama Kak Andrew yang meneleponnya.


"Halo kak," ucap Clara setelah mengangkat teleponnya.


"Kamu dimana Cla? Kok masih belum pulang sampai sekarang?" Tanya Kak Andrew yang terdengar khawatir.


"Maaf kak Clara ga kasih kabar. Sekarang Clara lagi ada di apartemen teman Clara soalnya tadi tiba-tiba hujan deras," jawab Clara yang merasa bersalah karena sudah membuat Kak Andrew khawatir.


"Yaudah kamu kirim alamatnya. Sekarang aku otw jemput kamu," ucap Kak Andrew terdengar seperti perintah.


"Ga usah kak. Lagian hujan belum berhenti," ucap Clara tidak ingin merepotkan Kak Andrew.


"Clara, Pak Brian memberi tugas ke saya untuk menjaga kamu. Kalau cuma karena hujan saya lalai menjaga kamu, gimana bisa Pak Brian percaya sama saya," ucap Kak Andrew yang sudah menggunakan kalimat formal.


"Oke kak aku kirim alamatnya sekarang. Maaf merepotkan," ucap Clara lalu memutus sambungan teleponnya. Clara pun membereskan barangnya dan memasukan bajunya yang basah ke kantong kresek sebelum keluar dari kamar.


"Loh kamu mau kemana Cla? Hujannya belum berhenti." Tanya Kak Alvaro heran saat melihat Clara keluar dari kamar dengan menggunakan tas dan membawa kantong kresek yang berisikan bajunya.


"Kak Andrew bakal jemput aku kak. Tadi dia telepon minta alamat apartemen. Makasih ya kak udah bawa aku ke sini buat berteduh," jawab Clara sambil tersenyum ramah ke arah Kak Alvaro


"Kenapa dia yang jemput kamu Cla? Memangnya dia siapanya kamu sih? Kayaknya khawatir banget sama kamu," ucap Kak Alvaro sambil berdiri menghampiri Clara.

__ADS_1


"Dia itu bodyguard aku kak. Jadi selama di Indonesia dia yang bakal jagain aku," ucap Clara yang akhirnya memberitahu siapa Kak Andrew sebenarnya.


"Oh jadi bodyguardnya. Sial jadi kemarin gue salah paham sama bodyguardnya," batin Kak Alvaro kesal karena cemburu pada orang yang salah.


"Yaudah kak aku mau ke lobby ya sambil nunggu Kak Andrew," ucap Clara hendak pamit.


"Aku temenin aja Cla. Kan aku yang bawa kamu ke sini jadi aku harus pastiin kamu aman sampai ketemu sama Andrew," ucap Kak Alvaro lalu mengambil jaket dan memberikannya pada Clara.


"Buat apa kak?" Tanya Clara heran saat Kak Alvaro memberikannya sebuah kaget.


"Buat nutupin kaki kamu," ucap Kak Alvaro sambil memakai jaketnya yang lain.


Clara yang tersadar bahwa ia dari tadi hanya mengenakan hot pants pun meringis malu. "Astaga jadi dari tadi aku kejar-kejaran sama Kak Alvaro cuma pake hot pants? Ahh kenapa juga aku pake hot pants sih ke taman. Gara-gara buru-buru nih," batin Clara lalu segera melingkarkan jaket tersebut di pinggangnya agar kakinya tertutupi oleh jaket.


Akhirnya Clara ditemani Kak Alvaro pun berjalan ke arah lobby dan sesampainya di lobby ternyata Kak Andrew sudah sampai di sana untuk menjemput Clara menggunakan mobil. "Kak Andrew," panggil Clara sehingga Kak Andrew melihat ke arahnya.


"Aku ga apa apa kok kak. Tadi aku diajak kesini sama Kak Alvaro untuk berteduh," jawab Clara sambil melirik Kak Alvaro.


Kak Andrew pun terlihat kaget setelah melihat Kak Alvaro. "Cla, kamu ga bilang kalau teman kamu itu laki-laki," ucap Kak Andrew pada Clara sambil melirik Alvaro tajam.


"Gue ga ngapa-ngapain dia kok. Gue cuma ngajak dia ke apartemen gue buat berteduh soalnya kebetulan apartemen gue dekat dari taman," ucap Kak Alvaro yang mengerti tatapan tajam Kak Andrew padanya seperti meminta penjelasan.


"Iya kak, Kak Alvaro cuma ngajakin aku berteduh sekalian ganti baju di apartemennya supaya aku ga masuk angin. Nih liat baju aku basah kehujanan," ucap Clara sambil memperlihatkan bajunya yang basah pada Kak Andrew.

__ADS_1


"Oke makasih udah jagain Clara. Clara ayo pulang ini udah malam," ucap Kak Andrew sambil berlalu ke arah mobilnya.


"Makasih ya kak, aku pulang duluan. Bye kak," ucap Clara pamit sambil melambaikan tangannya pada Kak Alvaro.


"Bye hati-hati Cla," balas Kak Alvaro lalu menatap kepergian Clara sampai mobil Clara menghilang keluar gedung apartemennya.


_______________


Rumah Keluarga Barack


"Clara, lain kali kalau ada apa apa kamu telp aku dong. Aku tuh bodyguard kamu jadi udah tugas aku buat ngelindungin kamu. Apalagi kamu diam disana gara-gara hujan, lain kali kamu tinggal suruh aku buat jemput kamu oke?" Ucap Kak Andrew saat mereka sudah berjalan memasuki pintu rumah.


"Iya Kak Andrew. Makasih ya udah jemput Clara. Maaf Clara ga ngasih kabar," ucap Clara tersenyum yang diangguki oleh Kak Andrew. "Yaudah Clara masuk dulu ya," lanjut Clara lalu berjalan masuk ke rumahnya sementara Kak Andrew diam di depan pintu untuk menjaga keamanan.


Saat masuk Clara langsung disambut oleh Bianca yang sudah bangun dari tidurnya.


"Kak Ara dari mana aja? Kok baru pulang," tanya Bianca setelah berlari ke arah Clara lalu memeluknya.


"Ketemu sama teman Bi. Tadi hujan jadi nunggu hujan reda dulu rencananya tapi dijemput duluan sama Kak Andrew," jawab Clara sambil melepas pelukan Bianca. "Bianca udah makan malam belum?" Tanya Clara kemudian.


"Belum kak. Nunggu kakak pulang dulu biar bisa makan bareng," jawab Bianca yang membuat Clara merasa bersalah karena tidak memberi kabar dan membuat Bianca menunggunya.


"Yaudah sekarang kita makan yuk," ucap Clara sambil mengggandeng tangan Bianca ke meja makan. Mereka pun makan malam lalu memutuskan untuk langsung tidur karena jam sudah menunjukan pukul 21.30 WIB.

__ADS_1


Sementara di apartemen


Setelah kepergian Clara , Alvaro segera naik lift ke apartemennya lalu masuk ke kamarnya memikirkan obrolannya dengan Clara barusan. Alvaro tersenyum saat mengingat dirinya dan Clara kejar-kejaran dan saling melempar bantal. "Clara memang unik. Dia bisa merubah gue ke jalan yang lebih baik bahkan dia pengertian sama gue. Buktinya dia bisa bikin gue jujur di hadapan dia padahal kalau cewe lain pasti gue udah bohong karena malu ketahuan ngikutin dia bahkan keliatan banget kalau gue cemburu sama dia padahal gue kan bukan siapa siapanya," batin Alvaro tersenyum namun saat mengingat bahwa dia bukan siapa siapanya Clara, hatinya pun sedikit sakit entah kenapa. "Kenapa rasanya gue ga terima kalau gue bukan siapa siapanya Clara? Padahal gue memang cuma temannya. Apa sebenarnya gue memang pengen lebih dari sekadar teman bagi Clara?" Tanya Alvaro sambil memegang dadanya yang sedikit sakit. "Ya gue mau Clara jadi pacar gue. Apapun caranya gue pasti bisa dapatin dia. Gue harus berubah demi dia. Dan gue ga bakal ngulangin kesalahan gue di masa lalu," lanjut Alvaro lalu memejamkan matanya untuk tertidur.


__ADS_2