
"Jadi gimana Cla?" Tanya Kak Alvaro saat melihat Clara terdiam memikirkan jawaban.
"Ke apartemen kakak dulu aja sambil nunggu hujan berhenti. Apartemen kakak dekat kan dari sini?" Jawab Clara spontan karena memikirkan kemungkinan Kak Alvaro mengetahui identitasnya sebagai adik dari Kak Angel jika membiarkan Kak Alvaro mengantarnya pulang ke rumahnya.
Kak Alvaro terdiam sebentar karena jawaban Clara. "Kenapa Clara milih ke apartemen gue ya? Apa karena dekat dari sini? Atau dia ga mau gue antar pulang kayak waktu itu? Udah lah ga penting yang penting sekarang kita berteduh dulu karena hujan makin lebat," batin Kak Alvaro berpikir. Kak Alvaro segera menaiki motornya dan menjalankannya ke arah Clara. "Ayo naik," ucap Kak Alvaro menyuruh Clara naik. Clara pun mendekati motor Kak Alvaro dengan gugup lalu menaiki motor Kak Alvaro namun tidak berpegangan pada Kak Alvaro. Melihat hal tersebut Kak Alvaro langsung melajukan motornya sedikit cepat sehingga membuat Clara kaget lalu memeluk Kak Alvaro secara spontan.
"Ihh Kak Alvaro pelan-pelan dong," ucap Clara menggerutu yang membuat Kak Alvaro tersenyum.
"Makanya jangan canggung. Kalau pelan-pelan nanti kita keburu masuk angin dong kehujanan gini," ucap Kak Alvaro yang membuat Clara meringis malu karena ketahuan sedang gugup. "Pegangan Cla, aku mau ngebut supaya cepat sampai," lanjut Kak Alvaro sambil menambah kecepatan motornya.
"Kak Alvaro!" Teriak Clara sambil memeluk Kak Alvaro lebih erat karena takut yang membuat Kak Alvaro tersenyum merasakan pelukan Clara namun tetap fokus pada jalanan di hadapannya.
_______________
Apartemen
__ADS_1
Setelah beberapa saat berboncengan, akhirnya mereka sampai di apartemen Alvaro. Mereka langsung menaiki lift ke lantai 5 dimana unit apartemen milik Kak Alvaro berada. Setelah masuk, Clara melihat sekitarnya yang ternyata merupakan unit apartemen yang cukup mewah.
"Duduk dulu Cla," ucap Kak Alvaro membuyarkan kegiatan Clara tadi.
"Eh? Engga kak aku berdiri aja nanti sofanya basah lagi," ucap Clara sambil terus berdiri. Mendengar jawaban tersebut, Alvaro pun berjalan ke arah kamarnya dan mengambil 2 buah handuk untuk dirinya dan Clara.
"Nih keringin dulu badan kamu biar ga masuk angin," ucap Kak Alvaro sambil menyodorkan salah satu handuk yang ia bawa ke Clara.
"Makasih kak," ucap Clara sambil tersenyum dan mengambil uluran handuk tersebut.
"Kalau kamu mau sekalian mandi, mandi aja di kamar aku yang di sebelah sana," ucap Kak Alvaro sambil menunjuk salah satu kamar. "Biar aku mandi di kamar mandi luar," lanjut Kak Alvaro sambil menunjuk salah satu kamar mandi di dekat dapur.
"Sorry. Kamu kaget ya?" Tanya Kak Alvaro sambil tertawa karena melihat wajah Clara yang tampak kaget karena kehadirannya yang tiba-tiba.
"Kakak ngagetin aja deh," ucap Clara pura-pura kesal sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Ya maaf. Aku mau ambil baju ganti terus mandi di luar," ucap Kak Alvaro sambil melihat ke arah Clara yang terdiam. "Kamu mandi juga ga? Kalau engga mending kamu ganti baju aja deh pake baju kakak dulu," sambung Kak Alvaro sambil menunjuk Clara menggunakan dagunya. Clara yang menyadari Kak Alvaro menunjuknya pun langsung menghadap ke bawah untuk melihat dirinya sendiri. Betapa kagetnya Clara saat menyadari bahwa pakaian dalamnya kelihatan karena kaosnya yang berwarna putih menjadi tembus pandang karena basah.
Clara pun langsung menaikan kepalanya lagi untuk melihat Kak Alvaro namun Kak Alvaro malah mengedipkan sebelah matanya membuat wajah Clara memanas.
"Ihh Kak Alvaro. Udah sana katanya mau mandi," ucap Clara sambil menutupi area dadanya menggunakan kedua tangannya. Kak Alvaro yang melihat reaksi Clara pun tertawa membuat wajah Clara semakin memerah.
"Yaudah kamu mandi aja kakak ga bakal masuk kamar lagi kok sampai kamu yang keluar sendiri dari kamar," ucap Kak Alvaro setelah berhasil meredakan tawanya lalu berjalan meninggalkan kamar karena tahu bahwa Clara sedang gugup sekarang.
Setelah Kak Alvaro pergi, Clara langsung berlari ke arah kamar mandi dan mengunci pintunya. "Astaga apa-apaan tadi? Aduh malu banget. Kenapa baju aku tembus pandang sih di depan Kak Alvaro? Kan malu," ucap Clara menggerutu sambil menutup wajahnya menggunakan tangannya. "Yaudah deh aku mandi aja sekarang. Semoga hujannya cepat berhenti jadi aku bisa cepat pulang," lanjut Clara lalu menyimpan tasnya di wastafel dan mulai mandi.
Di lain sisi, Kak Alvaro sudah selesai mandi dan mengenakan kaos putih dipadukan dengan celana rumahan berwarna hitam yang panjangnya tidak sampai lututnya. Setelah selesai mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, Kak Alvaro berjalan ke arah kamarnya hendak masuk namun langkahnya terhenti di depan pintu saat mengingat kembali ucapannya yang mengatakan bahwa dia tidak akan masuk kamar lagi sebelum Clara sendiri yang keluar dari kamar. Akhirnya Kak Alvaro berjalan ke arah sofa dan memilih duduk di sana sambil menunggu Clara selesai mandi. Namun karena Kak Alvaro sudah bosan menunggu Clara yang ternyata cukup lama mandinya, akhirnya Kak Alvaro berjalan ke arah dapur dan membuat hot choco untuk dirinya dan Clara.
Di kamar mandi, Clara sedang bingung karena saat masuk ke kamar mandi dia lupa membawa pakaian. "Aduh pake acara lupa segala lagi teledor banget sih. Sekarang gimana dong? Jalan ke kamar buat ambil baju? Tapikan sekarang aku cuma pake handuk doang, kalau Kak Alvaro tiba-tiba masuk gimana? Atau panggil Kak Alvaro aja ya minta tolong ambilin baju? Tapi gimana kok rasanya malu sendiri sih?" Batin Clara bingung hendak bagaimana. "Tapi tadi Kak Alvaro bilang kan ga bakal masuk kamar sebelum aku keluar. Jadi ga apa apa dong kalau aku keluar kamar mandi cuma pakai handuk? Lagian Kak Alvaro juga ga bakal masuk ke kamar," batin Clara mengingat kembali ucapan Kak Alvaro. Akhirnya Clara berjalan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk dan setelah memastikan keadaan aman, Clara langsung berjalan ke arah lemari dan cukup terkejut melihat lemari pakaian Kak Alvaro yang cukup penuh. "Kak Alvaro emang tinggal disini atau gimana sih? Kok baju-bajunya banyak banget yang ada disini? Kalau Kak Alvaro tinggal disini terus keluarganya tinggal dimana? Ga disini juga kan? Bisa gawat kalau keluarganya tinggal disini juga. Kalau mereka datang terus ngelihat aku gimana?" Ucap Clara bingung namun memilih untuk mengabaikannya sesaat dan langsung mengambil kaos Kak Alvaro yang berwarna hitam karena dia kapok memakai kaos berwarna putih di depan Kak Alvaro.
Clara pun berjalan kembali ke arah kamar mandi dan memakai pakaiannya disana. Setelah selesai, sekarang Clara mengenakan kaos hitam milik Kak Alvaro yang kebesaran di badannya sehingga celana hot pant nya tidak kelihatan. Clara mengeringkan rambutnya menggunakan handuk dan melihat ke arah jendela di kamar Kak Alvaro. "Ternyata masih hujan. Semoga hujannya ga lama deh," ucap Clara sambil berjalan ke arah pintu. Setelah sampai di pintu langkah Clara pun terhenti. "Duh keluar jangan ya? Kok gugup gini sih? Clara fokus oke? Jangan gugup lagian kenapa juga harus gugup sih. Udah bagus Kak Alvaro mau ngajak aku ke apartemennya supaya bisa berteduh jadi jangan bikin suasana jadi canggung Cla. Ayo semangat," lanjut Clara menyemangati dirinya sendiri sebelum membuka pintu kamar perlahan.
__ADS_1
Pintu kamar pun terbuka dan Clara keluar dari kamar sambil terus menggosok rambutnya menggunakan handuk. "Kak Alvaro?" Ucap Clara memanggil Kak Alvaro untuk mengetahui dimana keberadaan laki-laki tersebut.
"Didapur Cla," jawab Kak Alvaro dari arah dapur sehingga Clara berjalan ke arah dapur untuk menemui Kak Alvaro. "Udah selesai man...." tanya Kak Alvaro terhenti saat melihat Clara yang berjalan ke arah dapur sambil menggosok rambutnya yang basah dan hanya mengenakan kaos warna hitam miliknya yang terlihat kebesaran di tubuh Clara.