My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Jealous 2


__ADS_3

"Mau nyari buku apa?" Tanya Kak Andrew setelah tawa Clara mereda.


"Aku mau beli buku buat Bianca. Tahun depan kan dia sekolah jadi aku mau beliin buku buat dia belajar baca tulis ngitung dulu. Biar nanti di sekolah dia udah tau angka sama bisa baca dikit-dikit," ucap Clara sambil fokus mencari buku di rak tadi. Namun kegiatannya terhenti saat mendengar Kak Andrew tertawa. "Kenapa ketawa kak?" Tanya Clara bingung.


Setelah berhasil meredakan tawanya, Kak Andrew pun menjawab. "Kalau buku kayak gitu sih ya ga disini Cla. Tapi di rak buku sebelah sana buku belajar. Dari buku anak tk sampai sma ada di sebelah sana semua. Kalau disini sih adanya buku dongeng sama buku cerita anak-anak doang," ucap Kak Andrew yang membuat Clara malu sendiri karena sudah mencari buku di rak yang salah.


"Oh? Kenapa ga bilang dari tadi?" Tanya Clara sambil berjalan ke arah rak yang ditunjuk oleh Kak Andrew dengan cepat yang membuat Kak Andrew kembali tertawa melihat tingkahnya.


"Yah kok jalan kesana? Makin ga kedengeran dong mereka ngomongin apaan. Udah suaranya kecil dan ga jelas lah sekarang makin jauh aja mereka," ucap Alvaro sambil berjalan mengendap-ngendap mendekati mereka agar tidak ketahuan oleh Clara.


"Nih Cla. Kayaknya buku ini lengkap deh, ada cara membaca, menulis, terus ada menebalkan angka. Lumayan kan buat belajar menulis angka dan membaca," ucap Kak Andrew sambil membawa sebuah buku yang katanya cukup lengkap.


"Oh ya? Coba sini aku liat kak," ucap Clara sambil mengambil buku yang diserahkan oleh Kak Andrew. "Oh iya bener ini lengkap. Yaudah aku ambil yang ini aja," sambung Clara setelah memeriksa buku tersebut.


"Ga sekalian sama buku mewarnai Cla? Biar Bianca ga bosen gitu nunggu kamu pulang sekolah di rumah," tanya Kak Andrew sambil memilih buku mewarnai.


"Kak Andrew perhatian banget sih sama anak kecil. Kakak suka sama anak kecil ya? Mau punya anak berapa nih rencananya?" Tanya Clara menggoda pada Kak Andrew.


"Buset sekalinya bisa dengar obrolan mereka eh malah denger mereka ngomongin mau punya anak berapa. Bener kan nih pasti tuh cowo pacarnya Clara. Seserius itu kah hubungan mereka sampai ngebahas soal anak segala," batin Alvaro yang entah kenapa merasa kesal karena mendengar obrolan Clara dan lelaki yang Alvaro pikir merupakan pacar Clara tersebut. "Astaga baru sadar gue, itu mereka mau beli buku buat belajar? Tapi kok kayak buku buat anak-anak ya. Buat apa mereka beli buku kayak gitu? Jangan-jangan mereka udah punya anak lagi," lanjut batin Alvaro yang fokus pada pikirannya sendiri sehingga tidak menyadari bahwa Clara dan Kak Andrew sudah pergi ke kasir untuk membayar bukunya.


"Clara apaan sih udah yuk kita bayar aja bukunya sekarang. Bianca pasti udah nungguin kamu di rumah," ucap Kak Andrew yang salah tingkah karena ditanya demikian.

__ADS_1


"Haha cie salting. Yaudah deh kita ke kasir yuk abis itu langsung pulang," ucap Clara yang berjalan ke arah kasir diikuti oleh Kak Andrew. Selesai membayar, mereka pun keluar dari toko buku tersebut lalu berjalan ke arah eskalator.


Sedangkan di sisi lain


"Loh? Kemana tuh anak dua? Kok tiba-tiba udah ilang aja?" Tanya Alvaro pada diri sendiri lalu melihat ke arah kasir namun tidak melihat Clara disana. Akhirnya Alvaro memutuskan untuk keluar dari toko buku tersebut. Dari kejauhan, Alvaro dapat melihat Clara dan Kak Andrew sedang berada di eskalator. Akhirnya Alvaro pun berlari mengejarnya dan sekarang berada tepat di belakang Clara yang baru saja menuruni eskalator ke lantai 2. "Waduh, gue kedeketan nih. Bisa-bisa Clara melihat gue lagi," batin Alvaro sambil berjalan ke arah tanaman di dekat eskalator untuk bersembunyi.


"Loh cowo tadi kok mirip Kak Alvaro ya?" Batin Clara saat tidak sengaja melihat Alvaro sekilas saat matanya melirik ke arah belakang karena mendengar seperti ada orang yang berlari di eskalator. Clara pikir ada orang yang sedang terburu-buru sehingga ia akan menyingkir untuk memberi jalan namun matanya malah tidak sengaja melirik Kak Alvaro yang sepertinya habis berlari. "Kak Alvaro bukan sih kok malah sembunyi di belakang tanaman gitu?" Batin Clara lagi saat sudah turun dari eskalator dan hendak melihat ke belakang lagi untuk memastikan apakah itu Kak Alvaro atau bukan.


"Kak kita ke sana dulu yuk sebentar," ucap Clara sambil menggandeng tangan Kak Andrew untuk memastikan apakah cowo tadi akan mengikutinya atau tidak.


"Loh ngapain kita ke food court Cla?" Tanya Kak Andrew bingung karena Clara menarik tangannya ke arah food court.


"Kamu ngerasa juga Cla? Kakak pikir itu cuma perasaan kakak aja soalnya mana mungkin ada yang ngikutin kita ke mall," jawab Kak Andrew berbisik pada Clara.


"Clara juga ga tau. Makanya sekarang kakak ikutin aku dulu. Aku mau mastiin orang itu ngikutin kita atau engga," ucap Clara sambil melirik ke arah belakang dan terlihat Kak Alvaro yang sedang menatap ke arahnya. "Kak Alvaro? Tadi beneran Kak Alvaro? Ngapain dia ngikutin aku?" Batin Clara bertanya-tanya saat melihat Kak Alvaro mengikutinya.


"Merasa bisik-bisik atau ngapain sih? Dekat banget keliatannya mana sampai pegangan tangan lagi," batin Alvaro sambil terus menatap Clara dari belakang. "Eh? Clara ngeliat gue?" Batin Alvaro panik saat melihat Clara melirik ke arahnya. Akhirnya Alvaro bersembunyi agar tidak ketahuan.


"Kak, ada yang ngikutin aku. Teman satu sekolah," ucap Clara melapor pada Kak Andrew.


"Ngapain dia ngikutin kamu?" Tanya Kak Andrew kaget.

__ADS_1


"Aku juga ga tau. Mungkin cuma cowo yang penasaran sama aku. Aku beli ice cream dulu ya kak. Abis itu kita alihkan perhatian dia baru pulang ke rumah. Aku ga mau dia tau dimana rumah aku," ucap Clara menggandeng Kak Andrew ke salah satu counter untuk membeli ice cream.


"Cie penggemar rahasia nih ceritanya?" Tanya Kak Andrew menggoda Clara.


"Kayaknya," ucap Clara sambil tersenyum. "Udah kak, yuk kita alihkan perhatiannya," lanjutnya setelah selesai membayar ice cream nya.


"Let's go," ucap Kak Andrew sambil menggandeng tangan Clara lagi yang tadi sempat dilepas karena Clara membayar ice cream nya terlebih dahulu.


"Eh kak cobain deh ice cream nya. Aaa," ucap Clara pada Kak Andrew sambil menyendokan ice cream ke arah Kak Andrew. Melihat respon Kak Andrew yang bingung akhirnya Clara melanjutkan kalimatnya dengan setengah berbisik. "Makan aja kak. Aku mau lihat respon dia," Kak Andrew pun menyeringai dan menerima suapan Clara. "Kamu juga aaa," ucap Kak Andrew sambil bergantian menyuapi Clara. Clara menerimanya sambil melirik ke arah Kak Alvaro yang sedang memutar bola matanya malas yang membuat Clara menahan tawanya.


"Ayo," ucap Kak Andrew saat melihat Alvaro memutar bola matanya dan menganggap bahwa ini adalah kesempatan untuk menghilang dari pandangan Alvaro. Kak Andrew pun mengajak Clara berjalan ke tempat yang cukup ramai sehingga mereka dapat menghilang di balik kerumunan orang-orang.


"Apaan sih suap-suapan segala. Ini tempat umum woy," ucap Alvaro yang berbicara sendiri sambil memutar bola matanya malas "Loh mereka kemana lagi sih? Cepat banget jalannya," sambung Alvaro saat melihat Clara menghilang dari pandangannya. Alvaro mengedarkan pandangannya dan melihat Clara sudah berada di lantai 1 hendak menuju ke parkiran. "Kok udah disana lagi? Gue harus ikutin nih," ucap Alvaro sambil berlari ke arah eskalator namun dering telepon menghentikannya.


"Halo. Ada apaan sih? Ganggu aja lo," ucap Alvaro setelah mengangkat teleponnya.


"Wah, santai bro. Lo kemana sih? Pulang sekolah main hilang-hilang aja. Ga nungguin gue sama anak-anak yang lain lagi," jawab Jack dari seberang sana.


"Gue ada urusan. Udah yah nanti gue telepon balik," ucap Alvaro lalu memutuskan sambungannya secara sepihak.


Alvaro berlari ke tempat parkir namun sesampainya dia disana, mobil Clara sudah tidak ada. "Sial, gue kehilangan jejak," ucap Alvaro sambil menendang ban mobilnya. Akhirnya Alvaro memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya karena mood nya sudah hancur.

__ADS_1


__ADS_2