
"Cla, udah selesai?" Tanya Kak Andrew sambil berjalan ke arah Clara yang sedang bersama seseorang. "Ups, sorry. Gue ga tau Clara lagi sama lo," lanjut Kak Andrew saat melihat ada Alvaro disana.
"Udah selesai kak," jawab Clara sambil melepas tangannya yang ditahan oleh Kak Alvaro. "Kak Alvaro, aku pulang duluan ya,"
ucap Clara pada Kak Alvaro lalu berjalan meninggalkan Kak Alvaro dan Kak Andrew.
"Ngapain lo kesini? Gue kasih tau sama lo kalau udah punya pacar jangan deketin Clara lagi," ucap Andrew yang membuat Alvaro mengepalkan tangannya.
"Bukan urusan lo," ucap Alvaro lalu berjalan hendak meninggalkan Andrew namun langkahnya terhenti karena mendengar ucapan Andrew.
"Kalau lo sampai macam-macam sama Clara, itu berarti lo berurusan sama gue," ucap Andrew yang membuat Alvaro menghentikan langkahnya dan berjalan menghampirinya.
"Lo pikir lo siapa?" Tanya Alvaro sambil menarik kerah baju Andrew.
"Gue orang yang bakal selalu ngejaga Clara. Terutama dari tipikal playboy kayak lo," jawab Andrew yang dihadiahi pukulan oleh Alvaro di wajahnya.
"Bukan urusan lo gue mau deketin Clara atau engga. Yang jelas gue sayang sama dia dan lo ga berhak larang Clara dekat sama gue karena lo cuma sekedar bodyguardnya," ucap Alvaro sambil memukul Andrew lagi yang mulai kepancing emosinya.
Mendengar ucapan Alvaro, Andrew pun balas memukul Alvaro sehingga terjadi keributan. Clara yang mendengar suara orang berkelahi pun menatap ke belakang dan terkejut mendapati Kak Andrew dan Kak Alvaro bertengkar.
"Astaga! Kak Andrew Kak Alvaro berhenti!" Teriak Clara sambil berlari ke arah mereka hendak memisahkannya.
"Clara jangan dekat-dekat!" Peringat Alvaro yang berhasil menindih Andrew dan memukulnya lagi.
"Stop kak!" Ucap Clara panik saat melihat bibir Kak Andrew mengeluarkan darah. Namun Kak Alvaro tetap memukuli Kak Andrew sehingga mereka menjadi pusat perhatian sekarang. "Kak Andrew!" Teriak Clara saat melihat Kak Andrew berhasil bangkit dan memukul Kak Alvaro bertubi-tubi. Akhirnya Clara pun memutuskan untuk menjadi penengah diantara mereka sehingga pukulan Kak Andrew hampir mengenainya.
"Clara, kamu ga apa apa?" Tanya Kak Andrew khawatir dan langsung menghentikan aksinya. Clara yang masih syok karena hampir terkena pukulan pun hanya terdiam.
"Aku udah bilang jangan dekat-dekat!" bentak Alvaro karena panik terjadi sesuatu pada Clara. "Dan lo. Lo hampir aja pukul Clara tau ga!" Ucap Alvaro hendak memukul Andrew lagi.
__ADS_1
"Cukup kak!" Teriak Clara membuat Kak Alvaro menghentikan aksinya. "Kak Andrew ayo kita pulang," ucap Clara sambil memapah Kak Andrew.
"Clara," panggil Alvaro yang tidak percaya Clara meninggalkannya seorang diri.
"Diam disana atau aku bakal marah sama kakak," ucap Clara yang membuat Alvaro terdiam dan hanya menatap kepergian Clara dengan Andrew.
"Argh!" Teriak Alvaro sambil memukul tembok. Lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut karena orang-orang sedang melihatnya sekarang.
"Omg! Baby kamu kenapa!?" Tanya Sissy yang kaget karena melihat wajah Alvaro yang babak belur.
"Ga apa apa," jawab Alvaro sambil menghempaskan tangan Sissy yang hendak menyentuh wajahnya. "Kamu udah selesai belanjanya?" Tanya Alvaro sambil meredakan emosinya yang masih tersisa.
"Udah baby," ucap Sissy sambil menunduk karena ketakutan melihat Alvaro yang sekarang.
"Kita bayar sekarang," ucap Alvaro sambil berjalan ke arah kasir. " Berapa totalnya?" Tanya Alvaro sambil menatap salah satu pegawai yang berada di sana.
Setelah membayar semuanya pun akhirnya Alvaro dan Sissy keluar dari toko tersebut dengan Alvaro yang membawakan semua belanjaan Sissy.
"Kamu kenapa babe?" Tanya Sissy saat melihat Alvaro sudah lebih tenang.
"Ga apa apa," jawab Alvaro malas karena Sissy mengulang kembali pertanyaannya. "Kamu bisa pulang sendiri kan?" Tanya Alvaro sambil memberikan semua belanjaan di tangannya pada Sissy.
"Loh kok....." ucap Sissy dipotong oleh Alvaro.
"Kamu pulang naik taksi. Nih uangnya," ucap Alvaro tidak ingin dibantah sambil memberikan Sissy selembar uang seratus ribuan. Melihat Sissy yang terdiam, akhirnya Alvaro berjalan meninggalkan Sissy menuju ke parkiran tempat mobilnya berada.
"Loh tapi Al," ucap Sissy yang diabaikan oleh Alvaro. Akhirnya Sissy berjalan keluar dari mall dengan kesal namun tersenyum saat melihat belanjaannya yang dibayar semua oleh Alvaro. "Ga apa apa deh gue pulang sendiri. Yang penting gue udah puas dibelanjain sama Alvaro," ucap Sissy lalu menghentikan sebuah taksi dan pulang menuju ke apartemennya.
______________
__ADS_1
"Kak, kenapa sih bisa sampai berantem kayak tadi?" Tanya Clara sambil mengobati luka di wajah Kak Andrew setelah membeli obat merah di supermarket.
"Argh!" Ringis Kak Andrew saat Clara mengoleskan obat merah di wajahnya setelah membasuhnya dengan air sebelumnya.
"Sakit ya kak?" Tanya Clara sambil meringis melihat wajah Kak Andrew yang penuh dengan luka.
"Engga. Cuma kaget tadi," jawab Kak Andrew sambil melihat Clara. "Maaf ya tadi hampir kena kamu," lanjutnya meminta maaf pada Clara sambil menunduk.
"Ga apa apa kok kak. Lagian aku sendiri yang mau misahin kalian," ucap Clara sambil melanjutkan kegiatannya mengobati Kak Andrew. "Memangnya kalian berantem kenapa sih?" Tanya Clara lagi karena pertanyaannya belum dijawab oleh Kak Andrew.
"Aku cuma bilang sama Alvaro untuk jangan deketin kamu lagi karena dia udah punya pacar," jawab Kak Andrew yang membuat Clara menghentikan aksinya.
"Apa? Kenapa kakak ngomong kayak gitu?" Tanya Clara sambil berdiri dari tempatnya duduk tadi.
"Kenapa kamu malah jadi marah Cla?" Tanya Kak Andrew sambil menatap mata Clara yang emosi.
"Karena itu urusan aku jadi kakak ga berhak ikut campur," jawab Clara sambil terus menatap Kak Andrew.
"Tapi aku bodyguard kamu jadi udah seharusnya aku pastiin kamu baik-baik aja," ucap Kak Andrew membela diri.
"Tapi ga gini caranya. Bukan dengan cara menentukan siapa saja yang pantas menjadi temanku atau tidak," ucap Clara sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan perbuatan Kak Andrew.
"Oh teman? Teman apa teman? Kenapa kamu semarah ini cuma karena aku bilang ke Alvaro buat jangan deketin kamu?" Tanya Kak Andrew sambil berdiri yang membuat Clara terdiam.
"Kenapa aku marah gara-gara itu? Ga seharusnya aku marah karena niat Kak Andrew cuma mau ngelindungin aku. Tapi ga gini juga kan caranya?" Batin Clara bingung dengan pikirannya sendiri.
"Apa karena kamu suka sama dia? Iya?" Tanya Kak Andrew lagi yang membuat Clara terdiam. "Ga bisa jawab kan," ucap Kak Andrew sambil menatap Clara.
"Aku tau niat kakak baik tapi ga gini caranya. Lagipula aku ngedeketin Kak Alvaro bukan tanpa sebab dan itu urusan aku jadi kakak ga berhak ikut campur. Satu lagi, aku ga suka sama Kak Alvaro. Dia cuma teman jadi kakak ga berhak untuk menentukan dengan siapa aku boleh berteman," ucap Clara lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Kak Andrew yang diam mematung.
__ADS_1