My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Keluarga Alvaro


__ADS_3

Rumah Keluarga Maxwell


Alvaro masih tertidur pulas di ranjangnya karena kemarin malam dia tidak bisa tertidur sehingga membuatnya harus begadang. Namun tiba-tiba seseorang memasuki kamarnya dan membuatnya terbangun.


"Kak Al, bangun dong. Temenin aku main yuk kak," ucap seseorang sambil berusaha membangunkan Alvaro dengan mengguncang tubuh Alvaro yang masih betah berada di alam mimpi.


"Hm? Memang sekarang jam berapa?" Tanya Alvaro yang masih enggan membuka matanya membuat seseorang tersebut menarik selimut yang Alvaro pakai dan menindih Alvaro agar ia bangun.


"Udah siang kak. Kakak kebiasaan deh kalau libur pasti bangun siang," ucap seseorang tersebut sambil tetap menindih Alvaro membuat Alvaro bangun dan terduduk di ranjang dengan ia yang berada di pangkuannya.


"Jam berapa sih memangnya?" Tanya Alvaro sambil mengusap matanya dan membuka matanya secara perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Setelah matanya terbuka dengan sempurna, Alvaro segera melihat jam dinding yang menunjukan pukul 08.30 WIB. "Masa jam segini udah siang sih? Biasa juga kakak bangun jam 10.00 tau," lanjut Alvaro sambil menggelitiki perut seseorang yang sudah membangunkannya tersebut.


"Hahaha, ampun kak. Abis kakak pulang ke rumah bukannya ngajak main aku malah tidur terus," ucap seseorang tersebut sambil terus tertawa karena Alvaro tidak menghentikan gelitikannya. "Ampun kak. Stop it," lanjutnya yang membuat Alvaro menghentikan kegiatannya dan berjalan turun dari ranjangnya.


"Mau main ke mana boy? Ke mall mau ga?" Tanya Alvaro sambil mencari handphonenya.


"Wah serius kak? Mau kak udah lama banget kita ga ke mall," jawab seseorang itu semangat.


"Yaudah kalau gitu kamu siap-siap sana. Kakak juga mau mandi. Nanti kita ke mall ya abis sarapan," ucap Alvaro sambil berjalan ke kamar mandinya setelah menemukan handphonenya.


"Siap kak. Sampai ketemu di meja makan," ucap seseorang itu semangat lalu berlari keluar meninggalkan kamar kakaknya.


"Adik gue semangat terus ya. Semoga lo bisa selalu ceria kayak gini," ucap Alvaro tersenyum melihat kelakuan adiknya lalu menutup pintu kamar mandinya dan memulai ritual paginya.


Setelah selesai berpakaian, Alvaro segera turun ke bawah untuk sarapan. Saat sampai di meja makan, Alvaro melihat adiknya yang sedang duduk bersama dengan Bi Ratih sedang menunggunya.


"Akhirnya turun juga. Kakak lama deh mandinya," ucap adik Alvaro saat kakaknya sudah duduk di hadapannya.


"Biarin. Orang ganteng mah bebas," sahut Alvaro lalu memakan rotinya.


"Iyain aja dah," balas adik Alvaro lalu meneguk susu cokelatnya sambil memutar bola matanya malas.


Alvaro pun tertawa melihatnya. "Kok cuma minum susu doang?" Tanya Alvaro saat melihat adiknya hanya meminum susu.


"Udah sarapan duluan tadi pagi. Kakak kan lama bangunnya, bisa kelaparan aku nunggu kakak bangun mah," jawab adiknya sambil tertawa yang membuat Alvaro menghentikan gerakan mengunyahnya lalu mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal. Adiknya dan Bi Ratih pun hanya tertawa melihatnya.


"Den, gimana lukanya? Masih sakit?" Tanya Bi Ratih saat melihat Alvaro melanjutkan makannya dengan perlahan.


"Udah lumayan kok bi. Ga sesakit kemarin," jawab Alvaro sambil tersenyum pada Bi Ratih. "Oh iya bi, saya mau ke mall bareng dia," lanjut Alvaro sambil menunjuk adiknya menggunakan dagunya.


"Udah tau kali kak. Kan Bi Ratih yang bantuin aku siap-siap," ucap adik Alvaro malas lalu terkekeh saat melihat Alvaro melotot.


"Belum selesai ini ngomongnya," ucap Alvaro pada adiknya yang membuat adiknya meringis. "Bibi mau ikut atau di rumah aja?" Tanya Alvaro pada Bi Ratih kemudian.

__ADS_1


"Bibi di rumah aja den. Hari libur biasanya tuan pulang lebih awal jadi saya harus siapin makan," jawab Bi Ratih menolak ajakan Alvaro.


"Oh yaudah bi hati-hati ya di rumah. Let's go boy kita pergi sekarang," ucap Alvaro sambil berdiri dari duduknya dan meminum susu cokelatnya.


"Oke kak. Bye Bi Ratih," ucap adik Alvaro melambaikan tangannya pada Bi Ratih lalu mengikuti kakaknya yang sudah berjalan duluan.


"Hati-hati den. Selamat bersenang-senang," ucap Bi Ratih sambil melambaikan tangannya sampai mobil yang dikendarai Alvaro keluar dari rumah. "Semoga den Alvaro udah ga kepikiran lagi sama non Angel. Kasian den Alvaro," lirih Bi Ratih memikirkan Alvaro lalu berjalan memasuki rumah.


_________________


Di mobil


"Kak Alvaro," panggil adik Alvaro sambil menatap kakaknya.


"Yes boy. Ada apa?" Tanya Alvaro menatap adiknya sebentar lalu kembali fokus menyetir.


"Kak Al kok jadi jarang di rumah sih? Kan aku kangen main sama kakak," ucap adiknya membuat Alvaro terdiam sebentar.


"Maaf boy, kakak lagi ada urusan. Nanti kalau urusan kakak udah selesai, kakak pasti bakal sering ada di rumah kok kayak dulu," ucap Alvaro sambil mengacak-acak rambut adiknya gemas.


"Janji ya kak?" Adiknya mengulurkan jari kelingkingnya pada Alvaro.


"Iya janji," balas Alvaro sambil menyambut kelingking adiknya tersebut.


Alvaro pun tersenyum lalu berkata, "Sama kok. Kakak juga sayang kamu."


Setelah beberapa jam, akhirnya mereka sampai di salah satu mall yang memiliki kenangan tersendiri bagi Alvaro. Memang letak mall ini cukup jauh dari rumahnya tapi entah kenapa Alvaro hanya memikirkan mall ini sebagai tempat tujuannya untuk mengajak adiknya bermain.


"Udah sampai kak?" Tanya adiknya semangat karena setelah cukup lama di perjalanan akhirnya mereka sampai ke tempat yang Alvaro tuju.


"Udah boy. Sorry ya lama soalnya tempatnya jauh tapi kakak jamin deh kamu bakalan suka di sini," ucap Alvaro sambil mengelus rambut adiknya lalu kembali fokus mencari tempat parkir.


Setelah parkir, akhirnya Alvaro dan adiknya turun dari mobil dan langsung mencari pintu untuk memasuki mall tersebut. Setelah memasuki mall tersebut, adik Alvaro menarik tangan Alvaro untuk berlari ke salah satu wallpaper di sudut kanan mall tersebut.


"Kak, ayo kesana. Gambarnya bagus deh," ucap adik Alvaro sambil terus menarik tangan Alvaro menuju ke tempat yang ia inginkan sementara Alvaro mengikutinya sambil terdiam.


"*Alvaro, ayo kesana. Aku pengen deh foto di sana," ucap seseorang sambil menarik tangan Alvaro untuk berlari.


"Iya-iya kita ke sana. Sabar dong kayak anak kecil aja deh lari-lari," ucap Alvaro sambil tersenyum melihat gadisnya yang terlihat bahagia*.


"Kak?! Kak Alvaro!" Teriak adik Alvaro yang membuat Alvaro tersadar dari lamunannya.


"Hah? Iya ada apa?" Tanya Alvaro saat kesadarannya sudah kembali dan ternyata ia sudah berada di depan wallpaper Teletubbies, tempat yang tadi dituju oleh adiknya.

__ADS_1


"Ayo foto disini kak. Aku mau foto sama mereka," jawab adiknya sambil menunjuk wallpaper Teletubbies yang berada di hadapannya.


"Oh yaudah sana. Kakak fotoin dari sini," ucap Alvaro sambil mengeluarkan handphonenya dan bersiap untuk memotret adiknya. "1....2.....3....." ucap Alvaro memberi aba-aba pada adiknya.


"Udah kak?" Tanya adiknya sambil menghampiri Alvaro. Alvaro pun mengangguk lalu menunjukan hasil foto tersebut pada adiknya. "Makasih kak. Sekarang kita foto berdua," sambung adiknya semangat.


"Hah? Engga ah masa kakak foto di sana," tolak Alvaro enggan berfoto di sana.


"Ayolah kak. Sekali aja please," pinta adiknya memelas yang membuat Alvaro menghembuskan nafasnya.


"Yaudah iya. Sekali aja ya," ucap Alvaro yang membuat adiknya tersenyum semangat lalu menarik Alvaro menuju wallpaper tersebut.


"Gimana fotonya?" Tanya Alvaro pada dirinya sendiri saat hendak berfoto bersama adiknya.


"Selamat datang di Samudera Mall. Mau saya bantu kak?" Tawar seseorang yang sepertinya merupakan pekerja di mall tersebut.


"Makasih mba," jawab Alvaro lalu menyerahkan handphonenya pada orang tersebut.


"Siap ya 1.....2......3....." ucap orang tersebut lalu memotret mereka.


"Udah mba?" Tanya Alvaro hendak menghampiri orang tersebut.


"Nanti dong kak. Sekali lagi coba fotonya lebih dekat," ucap orang tersebut yang membuat adik Alvaro bersemangat dan menarik kakaknya lagi.


"*Fotonya lebih dekat dong kak. Lebih mesra lagi sama pacarnya," ucap seorang yang memotret mereka.


"Bukan pacar saya kok," jawab perempuan yang berada di samping Alvaro sementara Alvaro hanya diam*.


"*Memangnya gue mesra sama dia sampai nih cewe mikir kalau dia ini pacar gue?" Batin Alvaro heran namun kesadarannya kembali dengan cepat.


"Ayo Al kita ganti pose," ucap gadis tersebut lalu tersenyum sambil menaruh tangan Alvaro di pinggangnya. Sementara Alvaro hanya pasrah mengikutinya*.


"Ayo kak ganti pose," ucap adik Alvaro semangat yang membuat Alvaro menggelengkan kepalanya untuk mengusir kenangan yang lewat di pikirannya lalu berjalan kembali ke arahnya.


"Sekali lagi ya. Lebih dekat dong kak 1.....2.....3....." ucap orang tersebut lalu berjalan ke arah Alvaro dan adiknya.


"Makasih ya kak," ucap adik Alvaro sambil menerima handphone Alvaro dari orang tersebut.


"Sama-sama adik ganteng. Kalau gitu kakak duluan ya. Bye-bye," ucap orang tersebut pamit lalu berjalan meninggalkan mereka.


"Wah fotonya bagus loh kak," komentar adik Alvaro antusias melihat foto tersebut.


"Bagus deh kalau kamu suka. Sekarang kita keliling yuk," ucap Alvaro tersenyum melihat adiknya lalu menggandeng tangan adiknya untuk berjalan mengelilingi mall.

__ADS_1


__ADS_2