
"Kalau memang Kak Alvaro dan Kak Sissy yang udah buat Kak Angel menderita karena ditinggalkan oleh Kak Alvaro maka aku ga akan tinggal diam. Aku bakal coba buat deketin Kak Alvaro supaya Kak Alvaro mau meninggalkan Kak Sissy seperti Kak Alvaro meninggalkan Kak Angel demi perempuan itu," ucap batin Clara mulai berjanji dalam hati untuk membalaskan dendam kakaknya pada Kak Alvaro dan Kak Sissy.
______________
Kantin, Sekolah
"Gila tadi pelajaran mat nya susah banget," ucap Chacha saat mereka sudah duduk di meja kantin.
"Oh ya? Aduh aku abis ini pelajaran mat lagi," ucap Aletta panik.
"Aku lumayan jago kok kalau mat, nanti tinggal nanya ke aku aja," ucap Clara sambil tersenyum.
"Beneran? Kapan-kapan kita belajar mat bareng dong kalau gitu," ucap Anna semangat saat membahas tentang pelajaran.
"Boleh, kapan-kapan kita belajar bareng deh. Atur aja waktunya kapan," ucap Clara yang diangguki oleh mereka semua.
"Eh kenapa ya belakangan ini Kak Al sering ke kantin. Padahal biasanya dia suruh temannya buat beli makan di kantin terus makannya di halaman belakang sekolah," ucap Chacha saat melihat Kak Alvaro yang menjadi pusat perhatian saat memasuki kantin.
"Iya ya, kemana tuh si nenek lampir? Biasanya barengan terus kayak ada magnetnya. Kak Al udah bosen kali ya sama dia," ucap Aletta menambahkan sambil melihat ke arah Alvaro yang duduk tidak jauh dari meja mereka.
"Duh kenapa sih Kak Alvaro ngeliatin aku terus. Dasar playboy udah punya pacar masih ada ngelirik cewe lain," ucap batin Clara saat melihat Alvaro yang mengedipkan sebelah matanya pada Clara.
"Kak Al kok ngeliatin Clara gitu ya? Hati-hati Cla, jangan sampai kamu dekat sama dia kalau ga mau berurusan sama Kak Sissy," ucap Anna pada Clara karena melihat Alvaro menatap Clara.
"Iya Anna aku ga bakal cari gara-gara kok di sekolah ini," ucap Clara yang membuat Anna tersenyum. "Tapi kalau buat bales dendam kayaknya boleh juga aku deketin Kak Alvaro," batin Clara melanjutkan dalam hati.
"Balik ke kelas yuk, pr fisika aku belum selesai nih," ucap Chacha yang diangguki oleh mereka semua karena mereka memang sudah selesai makan.
"Ta, aku ke toilet dulu ya sebentar. Nanti kita ketemu di kelas. Bye," ucap Clara sambil berlalu ke arah toilet. Saat berjalan ke arah toilet, sesekali Clara melirik ke arah belakang untuk memastikan apakah Kak Alvaro mengikutinya kayak waktu di kafe atau tidak. Dan ternyata tidak sia-sia Clara ijin ke toilet karena diam-diam Alvaro mengikutinya dari belakang walaupun Clara mengetahuinya. Akhirnya saat di persimpangan kolidor, Clara bersembunyi di balik dinding untuk melihat reaksi Kak Alvaro.
"Lah kemana tuh cewe? Cepet amat ngilangnya. Manusia bukan sih," ucap Kak Alvaro geram karena kehilangan jejak Clara.
__ADS_1
"Kak Alvaro ngikutin aku lagi?" Tanya Clara sambil keluar dari tempat persembunyiannya.
Clara sengaja menekankan kata lagi agar Kak Alvaro sadar bahwa ini bukan kali pertama Kak Alvaro mengikuti Clara. Melihat respon Kak Alvaro yang terdiam, Clara pun melanjutkan kalimatnya. "Ada apa kakak ngikutin aku? Apa ada sesuatu yang mau ditanyakan?"
"Eng....engga aku cuma mau memastikan sesuatu," ucap Kak Alvaro sedikit terbata. "Sial kok gue malah gugup sih," batin Alvaro menggeram.
"Memastikan apa kak? Kalau soal pertanyaan kakak yang kemarin, sekarang aku udah ingat kak," ucap Clara yang membuat Alvaro menaikan sebelah alisnya seakan bertanya apa?. "Kita memang pernah ketemu sebelumnya. Tepatnya 3 tahun yang lalu, di Pulau Seribu," lanjut Clara saat melihat Alvaro bingung.
"Pulau Seribu? Kamu salah satu orang yang aku panggil ke Pulau Seribu atau cuma nemenin orang suruhan aku?" Tanya Alvaro mencoba mengingat 3 tahun yang lalu.
"Hah orang suruhan? Buat apa Kak Alvaro nyuruh orang buat ke Pulau Seribu?" Batin Clara bingung.
"Hm?" Gumam Kak Alvaro karena Clara hanya terdiam tidak menjawab pertanyaannya.
"Kayaknya bukan deh kak. Waktu itu kakak ga sengaja nabrak aku di depan restoran terus kita kenalan. Tapi cuma sekali itu aja kita ketemu setelahnya kita ga pernah ketemu lagi," ucap Clara menjelaskan kejadian di Pulau Seribu 3 tahun yang lalu.
Alvaro pun terdiam sebentar untuk mengingat kejadian itu. "Oh jadi dia cewe yang waktu itu gue bilang cantik. Sekarang juga masih sama cantiknya," batin Alvaro menyeringai.
"Iya aku ingat, kamu waktu itu berduakan sama teman kamu?" Tanya Alvaro setelah mengingatnya.
"Iya kak. Sekarang semua udah jelas kan kalau kita pernah ketemu sebelumnya. Jadi aku mau balik ke kelas, sebentar lagi bel masuk bunyi soalnya. Bye kak," ucap Clara lalu berlalu ke kelasnya.
"Gila gue ditinggal sendiri? Sejak kapan cewe ninggalin gue duluan? Lo memang cantik dan gue mau deketin lo Clara. Apa pada akhirnya lo bakal sama kayak cewe lain yang tergila-gila sama gue atau tetap menjadi cewe yang paling berani natap gue langsung dan ninggalin gue sendirian kayak gini," ucap Alvaro pada dirinya sendiri lalu berlalu ke arah taman belakang sekolah sambil menyeringai.
_______________
Taman belakang sekolah
"Wah ketua kita kenapa nih? Seneng banget kayaknya," ucap Jack saat melihat Alvaro masuk ke tempat dimana mereka biasanya nongkrong.
"Seneng darimana? Si Alvaro malah serem tau menyeringai kayak gitu," ucap Diego yang membuat Jack tertawa.
__ADS_1
"Playboy kalau seneng ya gini menyeringai," jelas Jack membuat Diego mengangguk. "Lo dapat mangsa baru bro?" Tanya Jack pada Alvaro setelahnya.
"Gue cuma mau deketin satu cewe. Biasa just for fun," ucap Alvaro sambil menatap ke arah para sahabatnya.
"Siapa yang mau lo deketin?" Tanya Diego penasaran.
"Clara," jawab Alvaro santai.
"What!? Si anak baru itu?" Tanya Jack yang kaget sampai menyemburkan jus yang sedang ia minum.
"Calm down bro," ucap Richard sambil menepuk punggung Jack.
"Emangnya kenapa kalau Al deketin tuh anak baru? Tuh kan gue udah bilang dari awal kalau tuh anak baru bakal kena bully si Sissy Sissy itu. Apalagi setelah si Sissy tau kalau Al ngedeketin tuh anak baru," ucap Diego mengulang kembali ucapannya dulu saat dikantin.
"Jangan deh Al, bisa bahaya kalau Clara kena bully cewe lo. Lo tau sendiri kan cewe lo kalau udah marah bisa seganas apa? Clara terlalu baik dan lemah lembut buat berantem sama Sissy, pasti abis si Clara," ucap Jack sambil menatap ke arah Alvaro berharap Alvaro dapat mengubah keputusannya.
"Lo tenang aja Sissy ga bakal tau kalau kalian ga bocor," ucap Alvaro menatap tajam Jack yang membuat Jack terdiam.
"Tapi mantan selingkuhan lo aja pindah sekolah setelah di bully sama Sissy. Yakin lo Sissy ga bakal tau? Tuh anak baru bakal baik-baik aja?" Tanya Diego saat melihat Jack terdiam.
"Iya Al lo jangan main-main lagi. Ga cukup apa satu cewe? Lagian kenapa lo mau deketin Clara? Apa karena Clara mirip sama dia? Sumpah lo berubah jadi kayak dulu lagi setelah dia ninggalin lo bahkan sekarang lebih parah," ucap Richard tak habis pikir dengan Alvaro. Alvaro yang mendengarnya hanya terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu sementara Diego dan Jack menatap tajam Richard karena sudah membuat Alvaro mengingat perempuan di masa lalu nya kembali.
"Mending ga usah deketin Clara ya Al. Gue udah ngincer Clara dari pertama gue tau tentang anak baru itu. Lagian juga saingan lo banyak soalnya banyak cowo yang naksir sama Clara," ucap Jack yang membuat para sahabatnya mendengus kesal.
"Lo sama aja ternyata Jack. Mengincar anak baru itu buat lo pacarin sebentar. Apa yang kau lakukan itu jahat," ucap Diego mendrama yang membuat para sahabatnya termasuk Alvaro tertawa.
"Dasar drama king lo," ucap Richard pada Diego sambil tertawa yang membuat Diego memanyunkan bibirnya.
"Apaan manyun-manyun segala. Jijik tau ga," ucap Richard lagi yang membuat Diego semakin memanyunkan bibirnya membuat mereka tertawa.
"Sekalinya playboy tetap aja ya playboy," ucap Alvaro pada Jack setelah tawanya mereda.
__ADS_1
"Ngaca-ngaca. Lo juga sama pe'a," balas Jack yang membuat mereka semua kembali tertawa.