
"Si, lo mau kemana sih? Jangan cepat-cepat dong jalannya." Ucap Siska yang mulai kecapean mengejar Sissy yang pergi begitu saja.
Sissy tiba-tiba menghentikan langkahnya dan langsung berjongkok sambil menangis. "Apa benar Al pacaran sama perempuan itu? Apa Al putusin para mantannya bukan buat gue tapi...." Sissy tidak sanggup melanjutkan kalimatnya dan semakin menangis.
"Si, udah dong jangan nangis kayak gini. Sejak kapan sih lo jadi cengeng. Ga enak Si diliatin sama orang-orang." Ucap Siska pelan karena orang-orang yang berlalu lalang didepan mereka memperhatikan Sissy yang menangis histeris.
"Gue ga peduli. Gue cuma ga mau kehilangan Alvaro lagi." Teriak Sissy sambil menatap Siska tajam.
Siska melihat orang-orang menatap mereka karena teriakan Sissy barusan. Siska akhirnya ikut berjongkok di depan Sissy dan berkata, "Oke gue ngerti lo ga mau kehilangan Alvaro. Tapi Sissy yang gue kenal itu ga cengeng kayak gini. Sissy yang gue kenal bakal ngelawan semua musuhnya sampai musuhnya lari ketakutan dan menyesal karena sudah berurusan sama lo."
Sissy tertegun mendengarnya lalu segera menghapus air matanya. Sissy bangkit berdiri diikuti oleh Siska. "Lo bener ga seharusnya gue nangis kayak gini. Gue berhasil balikan sama Alvaro dan itu artinya Alvaro masih sayang sama gue. Sekarang gue harus pikirin cara supaya cewe tadi engga ngedeketin Alvaro lagi."
Siska tersenyum mendengarnya. "Ini baru Sissy yang gue kenal. Sekarang kita ke food court yuk. Lo harus makan karena tadi lo udah sia-siain energi lo buat menangisi hal yang ga perlu."
Sissy mengangguk mengiyakan perkataan Siska lalu Siska segera menarik tangan Sissy ke arah food court di lantai 2.
__________
"Sekali lagi makasih ya kak." Ucap Clara saat mereka sudah keluar dari toko mainan.
"Iya sama-sama," Alvaro tersenyum, "Mau makan ga Cla? Udah waktunya makan sore nih."
"Makan sore? Memangnya ada ya makan sore?" Tanya Clara sambil menatap Alvaro heran.
"Ada," jawab Alvaro ragu, "Memangnya ga ada ya Cla?" Tanyanya kemudian.
"Setelah makan siang biasanya langsung makan malam kak. Paling ngemil sorenya." Jawab Clara sambil menatap Alvaro.
"Yaudah kalau gitu kamu mau ngemil ga?" Tanya Alvaro lagi mengganti pertanyaannya.
__ADS_1
Clara sedikit tertawa mendengar pertanyaan Alvaro. "Boleh kak. Mau ngemil apa?"
"Hm..." Alvaro tampak berpikir, "Kita ke food court aja dulu baru deh lihat disana ada apa aja."
"Ke sana dulu ya baru mikir mau makan apa." Ulang Clara sedikit menekankan kalimatnya membuat Alvaro meringis.
"Jalan-jalan tanpa rencana aja seru Cla apalagi makannya." Ucap Alvaro tersenyum.
"Masa?" Sahut Clara seakan tak percaya dengan perkataan Alvaro.
"Iya dong. Buktinya kamu senang kan sekarang padahal kita ga merencanakan mau pergi kemana dan ngapain aja disana." Balas Alvaro membuat Clara terdiam bingung hendak menjawab apa. "Iyakan Cla? Cie mukanya merah kayak kepiting rebus." Lanjut Alvaro lalu tertawa setelahnya.
"Apaan sih kak. Udah yuk kita ke food court sekarang." Ucap Clara lalu berjalan duluan di depan Alvaro.
"Yah Cla tungguin dong." Ucap Alvaro sambil menyusul Clara.
Alvaro sekarang sudah berjalan disamping Clara namun Clara selalu memalingkan mukanya. "Cla? Clara......Hey." Panggil Alvaro namun tidak mendapatkan respon dari Clara sehingga pada akhirnya Alvaro menahan tangan Clara.
"Kamu ngambek? Jangan ngambek dong cuma bercanda doang tadi."
"Si....siapa yang ngambek?" akukan cuma mau normalin detak jantung aku yang ga beraturan Lanjutnya dalam hati.
"Tadi kamu jalan duluan terus aku dicuekin." Ucap Alvaro sambil menundukan kepalanya merasa bersalah.
"Aku ga ngambek kak tapi aku laper makanya aku jalan duluan. Aku jalannya kecepetan ya kak?" Tanya Clara sambil meringis malu membuat Alvaro mengangkat kepalanya dan tersenyum.
"Oh kirain kamu kenapa. Yaudah ayo kita ke food court kasian kamu udah kelaperan." Sahut Alvaro membuat Clara mengangguk lalu berjalan mendahului Alvaro lagi.
Alvaro menahan tawanya melihat Clara berjalan mendahuluinya. "Cla, mau kemana? Food court nya kan dilantai dua." Ucap Alvaro santai lalu berbelok untuk menaiki eskalator.
__ADS_1
Sedangkan Clara segera menghentikan langkahnya lalu berbalik dan mendapati Kak Alvaro yang sudah menaiki eskalator. "Aduh kok aku bisa lupa sih kalau food court nya dilantai dua. Ini lagi jantung aku ga bisa diajak kompromi banget." Keluh Clara lalu segera mengikuti Kak Alvaro menaiki eskalator ke lantai 2.
"Ayo Cla." Ajak Alvaro sambil menggandeng tangan Clara saat Clara sudah sampai di lantai 2. Clara hanya tersenyum lalu mengikuti langkah Alvaro.
Siska yang baru saja mengambil pesanannya kaget melihat Alvaro dan Clara memasuki food court. "Sis, kenapa kok bengong?" Tanya Sissy yang sudah duduk di meja kosong.
"Kita pindah meja aja yuk Si." Ajak Siska hendak melangkahkan kakinya pergi.
"Loh kenapa? Gue udah cape banget nih mager kalo harus pindah meja." Keluh Sissy menolak ajakan Siska.
"Ih ayo kita pindah meja. Disana lebih sejuk tuh di out door. Bisa sekalian foto-foto Si soalnya pemandangannya juga bagus." Bujuk Siska agar Sissy mau mengikutinya.
"Engga deh diluar anginnya lagi besar nanti rambut gue berantakan lagi." Tolak Sissy lagi membuat Siska frustasi.
"Yaudah deh ga diluar tapi setidaknya dideket sana dong Si biar sejuk." Ucap Siska sekali lagi berharap Sissy mau menuruti permintaannya.
Sissy menghela napas lelah lalu bangkit dari duduknya. "Oke kalau gitu. Untung lo temen gue yang paling baik jadi gue nurut deh."
Siska tersenyum lalu segera mengajak Sissy duduk di meja dekat area out door agar Sissy tidak melihat Alvaro yang sedang bersama perempuan lain.
"Kamu mau makan apa Cla?" Tanya Alvaro sambil melirik ke arah Clara.
"Aku mau...." Clara melihat sekitar mencari sesuatu yang bisa membuatnya tertarik, " Itu deh kak kayaknya enak deh."
Clara melepaskan gandengan tangan Alvaro lalu menunjuk salah satu stand makanan di sana. "Pancake? Yaudah sekarang kita cari tempat duduk dulu ya." Ucap Alvaro kembali menggandeng tangan Clara.
Clara tersenyum saat Alvaro kembali menggandeng tangannya lalu berjalan mengikuti Alvaro. "Duduk dimana ya kak enaknya?"
"Mau out door Cla?" Tanya Alvaro saat matanya menangkap pemandangan yang cukup bagus disana.
__ADS_1
"Boleh kak. Kayaknya bagus pemandangannya terus bisa sambil menghirup udara juga biar sejuk." Jawab Clara sambil melihat arah pandang Kak Alvaro.
Alvaro tersenyum lalu berjalan mendekati area out door tidak menyadari sepasang mata yang sedang menatapnya kaget. Sedangkan di meja Sissy, Siska sedang membulatkan matanya kaget saat melihat Alvaro berjalan mendekat ke arah mejanya. "Jangan sampai ada perang dunia ketiga." Batin Siska berdoa sambil menutup matanya takut.