
Sekolah
Suasana pagi hari di sekolah hari ini tidak berjalan seperti biasanya. Biasanya sekolah akan ramai saat memang bel akan berbunyi sebentar lagi namun hari ini sekolah ramai walaupun masih ada waktu 30 menit sebelum bel masuk berbunyi. Para satpam dibuat terheran-heran karena banyaknya siswi yang datang pagi-pagi ke sekolah padahal sudah jelas bahwa para siswi yang datang itu tidak pernah menjalankan piket dan selalu datang pas-pasan ke sekolah. Namun keheranan para satpam terjawab saat melihat mobil Alvaro memasuki area parkiran sekolah dan para siswi menyambut kedatangan Alvaro dengan suka ria.
"Alvaro ada apa kamu ngajak ketemuan pagi-pagi?"
"Al kenapa banyak cewe disini? Kirain cuma kita berdua aja yang datang pagi."
"Alvaro sebenarnya kamu mau apa? Kok semalam ngirim chat ke kita semua?"
Itulah beberapa pertanyaan yang langsung terdengar oleh Alvaro saat dirinya keluar dari mobil. Alvaro menghela napas panjang sebelum menjawab "Hari ini gue ngumpulin kalian semua kesini karena ada hal yang mau gue omongin sama kalian. Sebenarnya bisa lewat chat tapi kayaknya lebih baik gue sampaikan langsung pada kalian. Jadi ayo buat kalian para perempuan yang semalam dapat chat dari gue, ikut gue ke lapangan sekarang," ucap Alvaro sambil berjalan ke arah lapangan diikuti oleh para siswi yang berjalan di belakangnya sambil bertanya-tanya ada apa sebenarnya ini.
Aletta dan Clara yang kebetulan datang pagi untuk belajar biologi bersama pun akhirnya ikut heran saat melihat rombongan siswi berjalan ke arah lapangan dan dipimpin oleh satu laki-laki yang tidak mereka lihat dengan jelas siapa.
"Ada apa ya pak? Kok rame banget sih pagi-pagi gini? Biasanya juga masih sepi," tanya Aletta pada salah satu satpam di sana.
"Biasa non, si den Alvaro bikin ulah lagi. Ga tau tuh mau ngapain sampai ngumpulin para siswi pagi-pagi gini kayak gitu," jawab satpam tersebut yang membuat Aletta membulatkan matanya.
"What!? Jadi tuh rombongan pada ngikutin Kak Al?" Tanya Aletta kaget yang langsung menarik tangan Clara dan berlari untuk memasuki sekolah melihat lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi.
"Ta aduh apaan sih pake narik-narik segala," ucap Clara yang sudah tersadar dari kekagetannya dan langsung melepaskan tangan Aletta yang menariknya.
"Cla, aku kepo nih ada apaan. Kita lihat yuk mereka mau pada jalan ke mana. Sebenarnya Kak Al ngapain sih ngumpulin mereka kayak gini," ucap Aletta sambil mengikuti rombongan berjalan ke arah lapangan.
"Loh kita kan mau belajar Ta. Ngapain ngikutin mereka?" Tanya Clara heran pada Aletta yang malah mengurusi urusan orang lain.
__ADS_1
"Ya aku kepo Cla. Sebentar aja ya kita ikutin mereka," ucap Aletta yang akhirnya membuat Clara menghembuskan napas pasrah dan berjalan mengikuti Aletta karena sebenarnya Clara juga sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Kak Alvaro setelah mengumpulkan siswi perempuan di sekolahnya yang jumlahnya memang terbilang cukup banyak.
Setelah sampai di lapangan, Alvaro pun segera membuka suaranya tanpa mengetahui bahwa ada Clara dan Aletta yang juga akan mendengarkan ucapannya dari baris paling belakang. "Oke para ladies, kalian pasti penasaran kan kenapa gue ngumpulin kalian semua hari ini disini?" Tanya Alvaro yang mendapat sambutan riuh dari para penonton.
"Oke gue ga bakal lama-lama disini jadi gue langsung to the poin aja ya. Tujuan gue ngumpulin kalian semua disini karena mulai hari ini gue mau putus sama kalian," lanjut Alvaro yang membuat keadaan lapangan menjadi hening karena mereka semua terkejut. Setelah beberapa saat terdiam karena terkejut, akhirnya mereka semua membuka suara membuat keadaan menjadi kacau.
"What!? Kamu mau putusin aku Al? Setelah apa yang kita lalui bersama?"
"Al aku tau kamu playboy tapi selingkuhan kamu banyak banget sih."
"Al aku memang cuma selingkuhan kamu tapi kenapa tiba-tiba kamu putusin aku kayak gini."
"Al aku ga mau putus."
"Al kenapa tiba-tiba gini sih?"
"ALVARO KAMU PLAYBOY BANGET SIH!!!" Teriak mereka semua membuat Alvaro, Aletta dan Clara menutup telinganya.
"Ladies please listen to me," teriak Alvaro agar suaranya terdengar di lapangan dan membuat suasana lapangan menjadi hening seketika. "Kalian semua memang selingkuhan gue tapi beberapa diantara kalian juga belum gue tembak kan jadi kalian yang belum gue tembak berarti cuma jadi pelarian gue sementara doang sedangkan beberapa diantara kalian dengan suka rela nawarin diri jadi selingkuhan gue, jadi kalian yang dengan suka rela nawarin diri jadi selingkuhan gue dan gue terima itu karena gue ga mungkin buat kalian malu karena gue tolak. Kalian ngungkapin perasaan ke gue aja pasti udah deg deg an ditambah gue tolak, pasti kalian sakit hati dan malu banget jadi terpaksa gue terima. Lagian malu-maluin banget ga sih kalau kalian nawarin diri jadi selingkuhan eh masih ditolak juga. Itu ngenes oke?" Ucap Alvaro yang langsung keluar dari lapangan meninggalkan para siswi yang sekarang sedang terbungkam.
"Alvaro kamu ya yang nembak aku jadi aku ga mau putus."
"Al aku ga terima ya kamu giniin."
"Al kenapa tiba-tiba gini sih?"
__ADS_1
ucap beberapa siswi sambil mengejar Alvaro yang berjalan entah kemana sedangkan sisanya masih terdiam di lapangan karena ucapan Alvaro yang barusan. Mungkin mereka merupakan para siswi yang belum ditembak oleh Alvaro atau malah mereka yang menawarkan diri ingin menjadi selingkuhan Alvaro sehingga mereka memilih diam dan terima-terima saja saat Alvaro memutuskannya.
"Gila Cla, itu tadi semua perempuan selingkuhannya Kak Alvaro? Gila banyak banget ya ini masih yang satu sekolah gimana yang diluar sekolah coba," ucap Aletta sambil berjalan ke arah kelasnya diikuti oleh Clara yang berjalan sambil terdiam tidak merespon ucapannya.
"Jadi mereka semua itu selingkuhan Kak Alvaro? Memang banyak sih aku ga nyangka Kak Alvaro seplayboy itu tapi kenapa ya kok tiba-tiba mereka diputusin gitu aja? Barengan gini lagi. Apa Kak Alvaro mau tobat ya? Tapi masa tiba-tiba gini ga ada hujan ga ada angin. Eh tapi ada sih kemarin," batin Clara heran memikirkan kejadian tadi dan Kak Alvaro yang tiba-tiba mutusin para selingkuhannya.
"Hey! Cla? Kamu dengar ga sih dari tadi aku ngomong apa?" Tanya Aletta sambil melambaikan tangannya didepan wajah Clara yang membuyarkan lamunan Clara.
"Eh sorry Ta. Aku cuma bingung aja kenapa Kak Alvaro tiba-tiba putusin mereka," ucap Clara sambil melihat ke arah Aletta.
"Loh kirain kamu kaget selingkuhannya Kak Al banyak gitu tapi ternyata kamu malah fokus ke alasan Kak Al putusin mereka!?" Tanya Aletta kaget karena Clara malah memikirkan alasan Kak Alvaro putusin para MANTAN selingkuhannya.
Clara hanya menyengir melihat mata Aletta yang melotot karenanya. "Apaan sih Ta lebay deh melotot segala," ucap Clara sambil duduk di bangkunya karena mereka sudah sampai di kelas barusan.
"Ya abis sejak kapan kamu perhatian sama Kak Alvaro? Sampai bingung kenapa Kak Alvaro tiba-tiba putusin mereka gitu aja," tanya Aletta yang memincingkan matanya ke arah Clara.
"Hah?" Gumam Clara gelagapan ditatap demikian oleh Aletta. "Iya juga ya kenapa aku jadi penasaran sama Kak Alvaro? Apa karena kejadian kemarin ya? Lagian Kak Alvaro juga aneh putusin para selingkuhannya gitu aja tiba-tiba lagi," batin Clara bingung dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba memperhatikan Kak Alvaro.
"Jangan-jangan kamu suka ya sama Kak Al?" Tanya Aletta yang membuat Clara kaget.
"Hah? Apaan sih Ta. Ya engga lah masa aku suka sama Kak Alvaro sih?" Jawab Clara langsung yang membuat Aletta tertawa melihatnya.
"Kalo engga ya biasa aja dong kok kayaknya kaget gitu sih," ucap Aletta sambil tertawa.
"Ya gimana ga kaget? Kamu tiba-tiba nanya gitu. Lagian kenapa juga kamu bisa mikir kayak gitu?" Tanya Clara yang membuat Aletta menghentikan tawanya.
__ADS_1
"Ya abisnya dari pertama kali kamu masuk ke sekolah ini, kamu tuh cukup penasaran sama Kak Al padahal kamu ga pernah tuh tanya-tanya tentang siswa lain di sekolah ini. Memang sih Kak Al itu ganteng terus mapan lagi anaknya pemilik sekolah tapi dia itu playboy Cla jadi aku saranin kamu jangan sampai suka deh ya sama dia," jawab Aletta serius yang menatap Clara dengan seksama.
"Sejenak aku lupa tujuan aku cari tau tentang Kak Alvaro dan deketin dia. Rasanya dia bukan tipe orang yang setega itu sampai ninggalin Kak Angel dalam keadaan hamil. Tapi melihat tadi dia putusin selingkuhannya secara serentak kayak gitu tanpa alasan yang jelas, kayaknya memang Kak Alvaro tipe orang yang setega itu," batin Clara mengingat kembali tujuan awalnya.