My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Please Don't Leave Me


__ADS_3

Saat Clara tertidur di kursi yang berada di sebelah ranjang Kak Angel, Clara merasakan pergerakan pada ranjang Kak Angel dan Clara segera membuka matanya. Clara tersenyum karena melihat Kak Angel yang sudah sadar dan berusaha untuk duduk diranjangnya.


"Kak Angel jangan banyak gerak dulu. Kata dokter jahitan di perut Kak Angel belum kering," ucap Clara yang membuat Kak Angel menoleh ke arahnya.


"Cla makasih ya kamu udah nolongin dan bawa kakak ke rumah sakit," ucap Kak Angel sambil menggenggam tangan Clara.


"Itu udah kewajiban aku kak sebagai adik. Yang terpenting sekarang Kak Angel dan bayi kakak selamat. Oh iya kak, anak kakak perempuan. Mau kakak kasih nama siapa?" Tanya Clara yang membuat Kak Angel terharu lalu berpikir tentang nama yang cocok untuk anaknya.


"Hm? Gimana kalau namanya Bianca aja?" Tanya Kak Angel meminta pendapat Clara.


"Bianca? Bagus tuh kak. Ok jadi nama anak kakak Bianca Putri Angel," ucap Clara memberikan nama panjang untuk anak kakaknya.


"Kakak setuju Cla. Kakak mau liat dia dong Cla. Kamu bisa tolong bawa dia kesini?"


"Aduh kak, aku sedikit takut sih kalau harus gendong bayi. Aku panggil dokter dulu ya buat periksa keadaan kakak baru kakak gendong Bianca."


"Ok Cla."


Akhirnya Clara pun memanggil dokter sehingga dokter bersama beberapa suster masuk ke ruangan Kak Angel.


"Keadaan pasien sudah membaik tapi masih harus memerlukan lebih banyak istirahat. Sekarang pasien sudah boleh memberikan asi kepada sang bayi," ucap sang dokter setelah memeriksa keadaan Kak Angel.


"Terimakasih dok sudah menyelamatkan saya dan bayi saya," ucap Kak Angel sebelum dokter itu pamit meninggalkan ruangan.


"Suster, tolong ajari saya cara menggendong bayi," ucap Clara saat sang dokter sudah keluar.

__ADS_1


"Baik kak," ucap suster tersebut lalu mengajari Clara cara menggendong bayi dan memberikan beberapa penjelasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada seorang bayi. Angel yang melihat Clara fokus memperhatikan ajaran suster pun hanya dapat tersenyum melihat adiknya yang seperti akan sangat telaten merawat anaknya.


Sepeninggal suster tersebut, Clara berjalan menghampiri Kak Angel sambil menggendong Bianca di gendongannya.


"Kak, Bianca lucu banget deh. Nih coba kakak gendong terus kasih asi," ucap Clara sambil menyerahkan Bianca pada Angel.


"Iya dia lucu kayak aunty nya," ucap Kak Angel yang membuat Clara tertawa. "Cla makasih ya kamu udah mau belajar cara menggendong bayi untuk Bianca," lanjutnya.


"Iya dong kak. Kan aku harus bisa menggendong bayi supaya aku bisa main sama Bianca," ucap Clara yang membuat Angel tertawa karena anaknya itu masih bayi tapi sudah mau diajak main sama Clara.


"Cla, kamu mau kan membantu kakak menjaga Bianca?" Tanya Kak Angel sambil memberikan asi pada Bianca.


"Ya mau dong kak. Dia kan keponakan aku apalagi Bianca imut begitu. Siapa coba yang ga mau ngerawat dia."


Clara sedikit heran dengan gelagat kakaknya yang sedikit aneh menurutnya. "Iya kak aku janji. Aku bakal bantu kakak ngerawat Bianca dengan segenap hati aku dan apapun yang terjadi, aku ga bakal biarin Bianca kenapa-napa. Sama kayak kakak ngejaga aku dari kecil," ucap Clara sambil tersenyum.


"Makasih Cla kamu memang adik kakak yang paling baik," ucap Kak Angel lalu hening menyelimuti mereka. Kak Angel fokus dengan Bianca sementara Clara menatap Kak Angel dengan seksama karena bingung dengan ucapan kakaknya yang seakan tidak biasa baginya.


Akhirnya Clara ijin pulang terlebih dahulu karena ingin mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai Clara segera kembali ke rumah sakit untuk menemani kakaknya.


_____________


Keesokan harinya


Ini merupakan hari terakhir Clara berada di Indonesia tapi rasanya Clara bahkan tidak ingin pulang ke New York karena Clara ingin menjaga Kak Angel dan membantu Kak Angel merawat Bianca. Clara pamit hendak membeli sarapan kepada Kak Angel. Lalu setelah sarapan, Clara segera kembali ke ruangan Kak Angel. Saat Clara kembali, dia melihat Kak Angel yang sedang menatap ke arah Bianca sambil menangis lalu Clara segera masuk ke ruangan Kak Angel dan memeluk Kak Angel.

__ADS_1


"Kak Angel kenapa? Kok nangis?" Tanya Clara sambil mengeratkan pelukannya pada Kak Angel seakan memberikan kekuatan pada kakaknya itu.


"Kakak ga apa apa kok Cla. Kakak cuma ga nyangka kalau sekarang kakak udah menjadi seorang ibu. Kakak berharap kakak bis menjadi ibu yang baik untuk Bianca meskipun kakak ga bakalan selalu ada buat dia," ucap Kak Angel sambil menghapus air matanya.


"Loh memangnya Kak Angel mau kemana? Kenapa Kak Angel ga bakal selalu ada buat Bianca?" Tanya Clara merasa heran dengan omongan kakaknya yang menurutnya berbeda dari biasanya semenjak bangun dari efek obat bius saat dioperasi kemarin. Belum sempat Kak Angel menjawab namun dering handphone Clara menginterupsinya. "Kak Angel, aku pamit keluar dulu ya angkat telepon sebentar," lanjut Clara saat melihat nama Kak Vino tertera di layar handphonenya. Setelah Kak Angel mengangguk mengiyakan, Clara segera keluar dari ruangan Kak Angel dan berjalan ke arah taman di rumah sakit tersebut untuk mencari ketenangan dan udara segar untuk menjernihkan pikirannya karena tidak biasanya Kak Vino menelepon jika tak ada urusan yang penting. Biasanya Kak Vino hanya akan menanyakan kabarnya melalui pesan singkat dan jika Kak Vino sudah menelepon itu artinya ada urusan yang penting atau sangat mendesak.


"Halo Kak Vino," jawab Clara setelah mengangkat teleponnya.


"Sweetheart, are you okay? Siapa yang di rumah sakit?" Tanya Kak Vino yang terdengar sangat panik.


"I'm okay. Memangnya ada apa kak?" Tanya Clara heran karena Kak Vino tiba-tiba menanyai kabarnya dan menghela nafas lega setelah Clara menjawab bahwa ia tidak kenapa-napa.


"Tadi Kak Brian bilang, kamu pakai kartu kamu buat bayar tagihan rumah sakit yang cukup besar. Kamu bayar tagihan rumah sakit siapa?" Tanya Kak Vino setelah menjelaskan kenapa ia terdengar panik.


"Oh My God! Kak Brian cek pengeluaran aku?! Ihh itu kan privasi aku Kak Vino. Udah dulu ya kak, nanti aku bakal jelasin setelah pulang," ucap Clara kesal.


"Eh sweetheart nanti dulu dong, kamu belum jawab pertany...." ucap Kak Vino terpotong karena Clara langsung memutuskan sambungan teleponnya setelah melihat banyak dokter dan suster berlarian kearah kamar Kak Angel.


"Yaampun Kak Angel kenapa? Kok banyak yang lari ke kamar Kak Angel?" Tanya Clara panik lalu sesegera mungkin berlari ke kamar Kak Angel. "Ada apa sus? Kenapa mereka pada masuk ke kamar kakak saya?" Tanya Clara pada salah satu suster yang hendak masuk ke dalam kamar Kak Angel.


"Para tim medis mendapat informasi bahwa alat yang terpasang di tubuh pasien berbunyi dan setelah diperiksa ternyata detak jantung pasien melemah," jawab sang suster lalu segera masuk ke dalam.


"Astaga kenapa detak jantung Kak Angel melemah? Padahal tadi kan Kak Angel baik-baik saja," lirih Clara sambil menangis.


Setelah menunggu cukup lama, tiba-tiba keluar seorang dokter dari ruangan Kak Angel dengan wajah yang murung. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi maaf, nyawa pasien tidak dapat kami selamatkan," ucap sang dokter kemudian yang membuat Clara histeris.

__ADS_1


__ADS_2