
Setelah sampai di taman belakang sekolah, Clara segera menghempaskan tangan Alvaro sehingga pegangan tangan mereka terlepas.
"Maksud kakak apa? Kenapa kakak bilang kalau aku pacar kakak?" Tanya Clara tegas setelah kesadarannya kembali.
"Maaf Cla aku reflex bilang kayak gitu. Tapi memang benar kamu adalah alasan kenapa aku mau berubah dan putusin mereka," jawab Kak Alvaro sambil menatap mata Clara dalam agar Clara percaya padanya.
"Ga mungkin. Kenapa Kak Alvaro berubah secepat ini," batin Clara masih tidak percaya pada Kak Alvaro. "Tapi aku ga bisa melihat kebohongan di mata Kak Alvaro?" Batin Clara bingung.
"Cla, kamu mau kan nolongin aku supaya aku bisa berubah menjadi lebih baik?" Tanya Kak Alvaro sambil menggenggam tangan Clara.
"Maksud kakak apa?" Tanya Clara sambil melepaskan pegangan tangan Kak Alvaro.
"Aku mau berubah menjadi laki-laki yang baik demi kamu Cla. Tapi apa kamu mau bantu aku untuk berubah?" Tanya Kak Alvaro setelah menjawab pertanyaan Clara.
"Kalau kakak memang punya keinginan untuk menjadi lebih baik maka kakak pasti bisa. Kenapa kakak butuh aku?" Tanya Clara bingung.
"Karena kamu sumber motivasi aku untuk berubah Cla," jawab Kak Alvaro sambil menatap mata Clara dalam.
Clara menatap mata Kak Alvaro mencoba mencari kebohongan disana namun nihil dia tidak bisa menemukannya. "Kakak bisa berubah kalau kakak mau. Keinginan ada di dalam diri kakak sendiri. Aku bakal tetap menjadi teman kakak dan aku tidak akan mempermasalahkan tentang kakak yang mengakui aku sebagai pacar kakak. Tapi please jangan kayak gitu lagi. Aku ga mau mereka semua salah paham kalau aku itu pacar kakak. Kakak udah punya Kak Sissy kan lagian," ucap Clara yang tidak menjawab pertanyaan Kak Alvaro melainkan memberikannya pengertian.
Kak Alvaro sempat terdiam memikirkan jawaban Clara lalu berkata "Jadi kamu mau bantu aku Cla?" Tanya Kak Alvaro lagi yang belum mendapatkan jawabannya.
"Sebagai teman aku pasti membantu kakak tapi please kakak jangan mengakui aku sebagai pacar kakak lagi karena kakak udah punya Kak Sissy," ucap Clara yang akhirnya memberikan jawabannya.
"Jadi Clara ga mau jadian sama gue? Mungkin memang ini terlalu cepat dan dia butuh waktu. Oke gue ga akan maksa dan biarkan semua ini mengalir apa adanya," batin Alvaro yang sedikit kecewa mendengar jawaban Clara.
"Kalau ga ada yang perlu di bahas lagi aku pergi duluan kak," ucap Clara ingin berlalu namun Kak Alvaro menahan tangannya membuat Clara berbalik dan menatapnya.
"Makasih Cla kamu udah mau jadi teman aku. Maaf tadi aku kelewatan udah ngakuin kamu sebagai pacar aku di depan mereka," ucap Kak Alvaro tulus yang membuat Clara tersenyum.
"Sama-sama kak. Sebagai teman aku pasti membantu kakak kalau kakak sedang mengalami kesulitan. Tapi jangan kayak gitu lagi di depan banyak orang," ucap Clara yang membuat Kak Alvaro mengangguk.
"Kamu mau kemana Cla? Aku anterin ya," ucap Kak Alvaro menawari Clara tumpangan.
"Ga usah kak aku udah dijemput. Kalau gitu aku duluan ya. Bye kak," ucap Clara berlalu dari hadapan Kak Alvaro sambil melambaikan tangannya.
Kak Alvaro tersenyum menatap kepergian Clara sampai dering telepon membuyarkan tatapannya. "Astaga hampir gue lupa kalau gue ada janji sama Sissy," ucap Alvaro sambil menepuk jidatnya setelah melihat nama Sissy tertera di layar handphonenya.
__ADS_1
"Halo Si," ucap Alvaro setelah mengangkat teleponnya.
"Baby kamu dimana sekarang? Aku udah siap nih. Kita mau ketemuan dimana?" Tanya Sissy antusias karena sebentar lagi dia akan bertemu Alvaro.
"Kamu ada dimana sekarang? Biar aku susul aja," jawab Alvaro sedikit malas meladeni Sissy.
"Aku ada di mall dekat sekolah nih abis nyalon. Kamu tau kan yang mana?" Tanya Sissy lagi.
"Iya tau. Yaudah aku jalan ke sana sekarang," jawab Alvaro cepat.
"Baby ka..." ucap Sissy terpotong karena Alvaro sudah terlebih dahulu memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah sambungan teleponnya terputus, Alvaro segera berjalan ke arah toilet untuk mengganti seragamnya dengan pakaian yang sudah ia siapkan dari rumah. Setelah selesai, Alvaro berjalan ke arah mobilnya lalu mengendarainya menuju salah satu mall elite yang berada di dekat sekolahnya.
Sementara di sisi lain
Clara segera berjalan menuju gerbang depan sekolah setelah berpamitan dengan Alvaro. Saat sampai di gerbang, Clara melihat teman-temannya dan Kak Andrew sudah menunggunya di dekat mobilnya. Clara segera menghampirinya setelah menghembuskan napas panjang karena pasti teman-temannya tersebut akan menginterogasinya.
"Clara kamu ga apa apa? Kamu dibawa kemana sama Kak Alvaro?" Tanya Anna yang khawatir dengan kondisi Clara sementara Chacha dan Aletta hanya diam sambil menunggu Clara menjawab.
"Aku ga apa apa kok. Tadi aku di bawa ke taman belakang sekolah buat ngobrol masalah barusan," jawab Clara sambil tersenyum meyakinkan agar teman-temannya tersebut tidak panik. Mendengar jawaban Clara, teman-temannya menghembuskan napas lega.
"Oke sekarang kan Clara udah baik-baik saja," ucap Aletta melepas gandengan tangannya dengan Kak Andrew lalu berjalan mendekati Clara. "Jadi ceritain dong sebenarnya apa sih yang terjadi? Kenapa Kak Al bilang kalau kamu itu pacarnya? Memangnya iya kamu pacarnya? Sejak kapan? Kok kamu ga pernah cerita sih udah jadian sama Kak Al?" Tanya Aletta bertubi-tubi yang sudah menahan rasa penasarannya dari tadi karena lebih mementingkan keadaan Clara setelah dibawa pergi oleh Kak Alvaro.
"Ta nanya nya satu-satu dong. Kepo banget sih," ucap Chacha menegur Aletta.
"Ya aku kan penasaran. Jadi gimana Cla?" Tanya Aletta lagi sambil menatap Clara meminta jawaban.
"Aku sama Kak Alvaro ga pacaran kok," jawab Clara singkat, jelas, dan padat.
"Terus?" Tanya Aletta lagi.
"Ya udah gitu aja. Memangnya aku harus jawab apa lagi?" Tanya Clara bingung.
"Ihh Clara aku udah nanya panjang kali lebar masa cuma dijawab satu kalimat singkat," ucap Aletta menggerutu yang membuat mereka semua tertawa.
"Cla, Alvaro bukannya teman kamu yang waktu itu? Kamu berteduh di apartemennya dia kan?" Tanya Kak Andrew yang membuat teman-teman Clara membulatkan matanya kaget sedangkan Clara meringis karena Kak Andrew mengingatnya.
__ADS_1
"Kamu pernah ke apartemen Kak Alvaro? Ngapain?" Tanya Chacha dan Aletta serentak.
"Kamu ga diapa-apain kan Cla?" Tanya Anna serius pada Clara.
"Aku ga ngapa-ngapain kok. Waktu itu aku lagi di taman terus tiba-tiba hujan, kebetulan aku ketemu sama Kak Alvaro makanya dia ngajak aku ke apartemennya untuk berteduh sampai hujan berhenti karena kebetulan apartemennya dekat dari taman," jelas Clara yang tidak memberitahukan bahwa ia dan Kak Alvaro janjian di taman.
"Oh gitu. Tumben Kak Alvaro peduli sama orang," ucap Chacha memberi komentar.
"Tapi kenapa Kak Alvaro bisa kenal sama kamu Cla?" Tanya Aletta heran karena setahunya Kak Alvaro belum pernah mengobrol dengan Clara.
"Ya....ya kita kan satu sekolah jadi udah pasti kenal lah. Lagian kan kalian juga yang kasih tau tentang Kak Alvaro ke aku. Dia juga anak pemilik sekolah ini kan jadi dia cukup famous di sekolah," jawab Clara yang sempat bingung hendak menjawab apa namun pada akhirnya ia berhasil menjawab pertanyaan Aletta.
"Tapi kalau gitu kan berarti kamu yang kenal sama dia. Kenapa dia bisa kenal juga sama kamu malah sampai nawarin tumpangan lagi?" Tanya Anna yang heran dengan jawaban Clara.
Clara pun berpikir sebentar sebelum menjawab, "Waktu itu kan dia pernah ga sengaja nabrak aku jadi mungkin dia ingat sama aku. Terus kita juga sempat tidak sengaja bertemu di taman jadi dia tau siapa aku."
"Lagian Kak Alvaro kan sahabatan sama Kak Jack jadi mungkin Kak Alvaro kenal Clara dari Kak Jack. Secara Kak Jack kan selalu tau informasi tentang perempuan cantik di sekolah kita. Mereka berduakan sama-sama playboy sekolah," ucap Chacha menyuarakan pendapatnya.
"Oh jadi karena kalian udah kenal terus Kak Alvaro pernah nolongin kamu waktu hujan makanya Kak Alvaro bilang ke semua selingkuhannya kalau kamu itu pacarnya ya?" Tanya Aletta yang mulai memahami situasi yang terjadi.
"Iya benar Ta. Jadi tadi Kak Alvaro ngajak aku ke taman buat bilang hal ini ke aku. Dia bilang kalau dia udah pernah nolongin aku jadi aku harus balas budi dengan menjadi pacar bohongannya di depan selingkuhannya tadi," ucap Clara berbohong kepada teman-temannya agar mereka tidak curiga mengenai hubungannya dengan Kak Alvaro yang bisa dibilang sudah cukup akrab.
"Kok gitu sih Cla? Ga ikhlas banget nolongnya," ucap Chacha yang kesal mendengar ucapan Clara tadi.
"Kan dia cuma minta aku buat balas budi Cha. Lagipula hal kayak gini ga bakal keulang lagi. Dia udah janji sama aku," ucap Clara yang merasa bersalah karena sudah membohongi teman-temannya. "Yaudah deh kalau gitu aku pulang duluan ya. Happy weekend all," lanjut Clara pamit pada teman-temannya lalu masuk ke mobilnya diikuti oleh Kak Andrew.
Mereka pun melihat kepergian mobil Clara lalu berjalan menuju mobil Aletta karena hari ini mereka akan pulang bareng. "Cie yang besok mau nge date sama Kak Andrew," goda Chacha setelah mereka duduk di mobil Aletta.
"Ihh apaan sih Cha. Kalau iri ya cari pacar dong makanya," jawab Aletta yang mukanya memerah.
"Oh jadi kamu udah pacaran sama Kak Andrew?" Tanya Chacha pura-pura kaget.
"Belum sih dia belum nembak," ucap Aletta yang memanyunkan bibirnya kesal.
"Besokkan hari Sabtu berarti malam minggu kan? Siapa tau dia bakal nembak kamu besok," ucap Anna yang ikutan menggoda Aletta.
"Semoga deh. Ahh udah ah bahas yang lain," ucap Aletta sambil menyembunyikan mukanya menggunakan tangannya.
__ADS_1
"Haha cie malu. Semoga jadian ya," ucap Chacha lalu tertawa bersama dengan Anna.
"Untung sekolah kita hari Sabtu nya libur ya jadi Aletta bisa nge date," ucap Anna lalu kembali tertawa bersama dengan Chacha.