My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Ingin Kembali


__ADS_3

Semenjak kehadiran Bianca, suasana di rumah kediaman Barack menjadi lebih hidup karena hal-hal baru yang mereka alami. Setiap malam mereka bergantian menjaga Bianca yang memang suka terbangun dimalam hari dan menangis entah itu karena lapar atau popoknya penuh. Mungkin memang mereka menyewa seorang babysitter yang sudah cukup handal dan memiliki pengalaman dalam merawat bayi namun mereka tidak mempercayai Bianca sepenuhnya untuk dirawat oleh orang lain karena banyaknya kasus babysitter yang menculik seorang bayi dan lain sebagainya. Maka sebisa mungkin Kak Brian, Kak Vino, dan Clara merawat Bianca sendiri dan sedikit dibantu oleh babysitter tersebut tentang cara merawat bayi dengan benar. Namun jika mereka benar-benar memiliki urusan lain yang tak dapat ditunda maka Clara yang akan membawa Bianca beserta babysitter Bianca ke lokasi pemotretannya agar dia dapat sekalian memantau apa yang dilakukan babysitternya pada Bianca agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Katakanlah mereka terlalu protektif namun mau bagaimana lagi, bagi mereka Bianca sangatlah berharga dan Bianca memberikan mereka kesempatan untuk menebus kesalahan mereka pada Angel karena sempat mengabaikannya padahal Angel tak salah apapun.


_______________


3 Tahun Kemudian


Sekarang Clara sudah berumur 17 tahun dan ingin melanjutkan sekolahnya di Indonesia.


"Kak, aku ingin kembali ke Indonesia. Aku pengen sekolah disana dan istirahat sejenak dari kegiatan modelingku," ucap Clara saat mereka semua sedang sarapan.


"Loh kenapa tiba-tiba sweetheart?" Bukannya kamu suka modeling?" Tanya Kak Vino setelah selesai menguyah makanannya.


"Ya ga apa apa sih kak. Aku cuma bosen dan aku mau fokus main sama Bianca kan sekarang dia lagi imut-imutnya," jawab Clara sambil menepuk-nepuk kepala Bianca layaknya anak kucing.


"Ihh Kak Ara, jangan nepuk kepala Bi kan Bi lagi maam," ucap Bianca yang sudah mulai bisa berbicara dengan lancar. Kak Brian, Kak Vino, dan Clara yang melihat Bianca cemberut pun tertawa.


"Uhh, iya adik manis. Kamu lanjut makan deh. Anteng banget kalo lagi maam," ucap Clara yang diangguki oleh Bianca sambil tersenyum.


"Tapi kenapa harus di Indonesia sweetheart? Kamu kan bisa tetap sekolah disini tapi istirahat dari kegiatan modeling," tanya Kak Brian sedikit risih karena Clara ingin sekolah di tempat yang jauh dari sini.

__ADS_1


"Ga apa apa kak. Clara cuma kangen Indonesia lagipula cuma 2 tahun kan Clara di Indonesia. Nanti selesai Clara lulus sma, Clara bakalan balik lagi kesini. Soalnya kalau Clara sekolah disini, kan Clara cukup terkenal kak. Nanti pasti bakal ada yang minta foto, tanda tangan, dan lain-lain. Jadi Clara pengen istirahat sejenak secara maksimal dari itu semua," jawab Clara yang cukup masuk akal yang hanya diangguki oleh Kak Brian sambil melanjutkan sarapannya.


"Jadi kamu bakal sekolah di Indonesia sambil bawa Bianca gitu? Kamu ga bakalan repot?" Tanya Kak Vino setelah sadar akan jawaban Clara sebelumnya yang ingin fokus bermain dengan Bianca.


"Iya kak, aku bakal bawa Bianca. Kan Bianca paling dekat sama aku terus Kak Brian sama Kak Vino pasti lebih sibuk dari aku jadi biar Bianca sama aku aja sekalian aku kenalin Indonesia ke Bianca," ucap Clara dengan mata berbinar pada kalimat terakhirnya.


"Kamu yakin bakal bawa Bianca? Nanti di Indonesia siapa yang bakal jaga kalian?" Tanya Kak Brian yang sebenarnya kurang rela jika adiknya ini sekolah jauh yang berarti tidak dapat ia awasi setiap saat.


"Nanti aku bakal panggil Bi Mirna buat datang dan tinggal bareng aku di Indonesia. Kakak ingat kan sama Bi Mirna?" Tanya Clara curiga kakaknya itu tak mengingat Bi Mirna saat melihat Kak Brian mengerutkan keningnya.


"Itu loh kak, bibi yang suka nemenin dan ngerawat Clara sama Angel waktu kecil. Bibi yang suka bantu-bantu mommy ngurus keperluan rumah dulu. Kakak udah tua nih sampai lupa sama Bi Mirna," jawab Kak Vino yang langsung membuat Kak Brian mengingat Bi Mirna dan membuat Clara tertawa karena kakaknya dibilang tua oleh Kak Vino.


"Tau dong kak kan ada Mah," ucap Clara yang langsung menutup mulutnya menggunakan telapak tangan setelah menyadari bahwa ia hampir saja keceplosan tentang Mahesa.


"Ada mah apa Cla?" Tanya Kak Vino bingung karena melihat Clara langsung menutup mulutnya.


"Ada mah.....ya ada kak. Bisa aja alamatnya ada di mah....dirumah gitu maksud aku kak. Udah lumayan lama ga ngomong pake Bahasa Indonesia jadi aja rada kurang enak didengar nada omongan aku," ucap Clara sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sekarang malah Kak Vino yang menggaruk tengkuknya. "Perasaan kalau di rumah kita ngomong pake Bahasa Indonesia deh kecuali kalau kita lagi diluar atau lagi ngomong sama pelayan," ucap Kak Vino kebingungan.

__ADS_1


"Ya kan kita ga bahas tentang ru..rumah kak. Kita jarang sebut kata itu jadi aku udah lama ga sebut," ucap Clara membela diri.


"Sweetheart kamu yakin mau ke Indonesia? Apa perlu kakak atau Kak Vino nemenin kamu. Kakak ga bisa tenang kalau ga bisa ngawasin kamu secara langsung," ucap Kak Brian mengalihkan pembicaraan karena sejujurnya ia tak ingin Clara dan Bianca jauh darinya.


"Aku yakin kak, aku pengen istirahat dulu dari modeling sekalian mengenang Indonesia. Kakak kan sibuk ngurus kantor, aku ga apa apa kok kak disana. Aku bakal tinggal dirumah kita yang lama dan pasti aku bakal panggil Bi Mirna untuk tinggal bersama," ucap Clara sambil tersenyum mencoba menenangkan kakaknya.


"Kak Vino bisa kakak pindahin buat ngurus perusahaan di Indonesia sekalian jagain kamu kalau kamu mau," ucap Kak Brian yang membuat Ka Vino tersedak.


"Yah kak kok aku sih. Kemarin kan kakak udah nugasin aku di Amerika selama setahun setelah aku lulus dan sekarang setelah aku sudah mengenal dan nyaman dengan perusahaan kita di New York, kakak malah pindahin aku lagi," ucap Kak Vino tak terima yang langsung mendapat melototan dari Kak Brian.


"Udah kak ga apa apa. Aku bisa jaga diri kok," ucap Clara pada Kak Brian.


"Bukannya kamu sendiri ya yang mau ngurusin perusahaan kita yang ada di Amerika?" Tanya Kak Brian heran dengan Kak Vino.


"Oh iya ya?" Tanya Kak Vino sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal yang membuat Kak Brian hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya tersebut.


"Yaudah kalau kamu mau sekolah di Indonesia Clara. Tapi harus ingat kamu harus jaga diri baik-baik disana dan jangan lupa jagain Bianca juga. Nanti kakak bakal suruh beberapa bodyguard kakak di Indonesia buat jagain kalian di rumah. Setelah lulus, jangan lupa kamu pulang ke New York," ucap Kak Brian yang membuat Kak Vino dan Clara tertawa.


"Iya Kak Brian aku bakal jaga diri dan Bianca baik-baik. Ada bodyguard di rumah juga ga masalah asal aku masih punya privasi nanti. Dan aku pasti pulang kok kak mana mungkin aku lupa pulang ke sini," ucap Clara tak bisa menahan tawanya diakhir kalimatnya. Kak Brian yang sempat bingung kenapa Vino dan Clara tertawa dengan kata-katanya pun akhirnya menyadari bahwa omongannya sedikit lucu karena mana mungkin Clara lupa pulang ke New York, lagipula kemana lagi Clara akan pulang jika bukan ke New York tempat kedua kakak laki-lakinya berada.

__ADS_1


"Oke kalau gitu. Kakak bakal urus soal bodyguard buat kamu di Indonesia," ucap Kak Brian sambil tersipu malu dan mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


__ADS_2