
Alvaro menghentikan langkahnya saat melihat sepasang kekasih keluar dari area out door dengan rambut yang berantakan karena tertiup angin.
"Kenapa berhenti kak?" Tanya Clara saat Alvaro tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Itu..." Ucap Alvaro terpotong perdebatan sepasang kekasih tadi yang hendak berjalan keluar food court.
"Udah aku bilang kan jangan di area out door. Rambut aku berantakankan jadinya malah anginnya besar banget." Omel seorang perempuan pada kekasihnya.
"Loh tadikan kamu yang mau ke area out door. Kamu yang mau foto-foto disana." Sang lelaki tak terima disalahkan begitu.
"Loh kok jadi aku sih......" Ucap perempuan itu lagi yang semakin lama menjadi tidak terdengar oleh Alvaro dan Clara karena sepasang kekasih tersebut sudah meninggalkan area food court.
Clara menahan tawanya melihat Alvaro yang mengamati perdebatan pasangan kekasih tadi dengan seksama. "Kita in door aja deh kak. Angin di luar besar soalnya."
"Oke Cla." Sahut Alvaro cepat lalu membawa Clara ke salah satu meja di dekat stand pancake.
Clara segera meletakan barang bawaannya ke salah satu kursi di meja tersebut lalu menghampiri stand pancake.
"Eh tunggu Cla." Tahan Alvaro saat Clara hendak memesan pancake.
"Kenapa kak?" Tanya Clara heran saat Alvaro tergesa-gesa meletakan barang bawaannya lalu berjalan menyusul Clara.
"Biar aku aja yang pesan. Kamu mau yang mana?" Sahut Alvaro saat dia sudah berada di hadapan Clara.
Clara tersenyum "Aku aja yang pesan kak kan tadi kakak udah beliin aku boneka jadi sekarang biar aku yang traktir kakak makan ya."
"Tapi..." Alvaro hendak protes.
"Ga ada tapi-tapian. Kakak mau yang mana?" Tanya Clara memotong ucapan Kak Alvaro.
"Pancake pake selai cokelat sama ice cream mint deh." Jawab Alvaro yang akhirnya pasrah.
"Oke. Sekarang kakak duduk biar aku yang pesan." Ucap Clara lalu berjalan meninggalkan Alvaro untuk memesan makanan.
Selagi Clara memesan makanan, akhirnya Alvaro berjalan kembali ke meja lalu duduk disana sambil menunggu Clara. Tiba-tiba ponselnya berbunyi pertanda bahwa ada telepon masuk sehingga Alvaro pun mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo? Ada apa Rich?" Tanya Alvaro tanpa basa basi setelah panggilannya tersambung.
"Lo ga kenapa-napa kan Al? Lo ketemu sama Sissy ga?" Tanya Richard dari seberang sana terdengar panik.
"Hah? Lo kenapa sih kok panik gitu? Memangnya gue kenapa?" Tanya Alvaro heran karena tak biasanya Richard panik jika tidak ada sesuatu yang penting.
"Kemungkinan besar Sissy ngikutin lo." Jawab Richard yang membuat Alvaro membulatkan matanya kaget.
"Kok bisa? Bukannya dia ada di kantin? Ngapain dia ngikutin gue?"
"Jadi tadi pas lo ke parkiran, gue ke toilet dulu baru balik ke kantin nemuin Jack sama Diego. Terus Siska sama Sissy nanya ke Jack sama Diego tentang lo tapi mereka bilang kalau lo ga ada rencana buat main bareng kita jadi Sissy tau lo bohong. Sekarang mobil Sissy ga ada di parkiran jadi kemungkinan besar dia ngikutin lo. Al, lo harus hati-hati."
"Kok lo baru bilang sekarang? Ini udah cukup lama dari kejadian waktu di kantin."
"Gue juga baru tau dari Jack dan Diego. Tadi mereka heran kenapa Sissy langsung pergi pas mereka jawab kalau lo ga ada rencana buat main bareng."
"Al sorry banget gue ga tau kalau lo lagi bohongin Sissy buat jalan sama cewe lain." Suara Jack meminta maaf terdengar dari seberang sana.
"Iya Al sorry. Harusnya lo tuh kompromi dulu sama kita kalau mau bohong kan kita ga tau jadinya." Suara Diego menambahkan.
"It's okay. Ini salah gue yang udah bohongin Sissy." Terdengar suara helaan napas lega dari seberang sana saat Al menjawab demikian yang artinya Al tidak marah. "Oke thank infonya. Gue bakal hati-hati." Lanjutnya lalu panggilan pun terputus diakhiri oleh Alvaro. "Sial, jangan sampai Sissy ngeliat Clara." Batin Alvaro melamun memikirkan nasib Clara jika Sissy melihatnya.
"Ga apa-apa Cla." Jawab Alvaro lalu kembali terdiam.
"Kakak ngelamun ya? Lagi mikirin apa sih?" Tanya Clara lagi yang sekarang sudah duduk di hadapan Alvaro.
"Mikirin kamu." Jawab Alvaro spontan yang langsung menutup mulutnya sendiri sedangkan pipi Clara memerah malu. "Mak...maksudnya mikirin kamu abis ini mau jalan lagi atau pulang soalnya takut kesorean." Ralat Alvaro saat melihat Clara tidak merespon ucapannya.
Clara melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 17.00 WIB. "Abis ini pulang aja deh kak kayaknya kalau jalan-jalan lagi nanti kesorean deh."
"Oke." Setuju Alvaro lalu melihat pancakenya. "Wanginya enak deh Cla. Makan yuk."
Clara mengangguk lalu memakan pancakenya dengan lahap membuat Alvaro menahan tawa melihatnya.
"Kamu laper atau doyan sih?" Tanya Alvaro saat melihat Clara makan dengan lahap.
__ADS_1
"Doyan kak abisnya enak sih." Jawab Clara tanpa mengalihkan pandangannya dari pancake.
Alvaro tertawa kecil lalu mengambil selembar tisu dan mengelap sudut bibir Clara yang belepotan. "Doyan sih doyan tapi jangan belepotan gini dong jadi kayak anak kecil tau."
Clara yang merasakan Alvaro membersihkan sudut bibirnya hanya terdiam sampai Alvaro selesai. "Makasih kak." Ucapnya saat Alvaro selesai membersihkan sudut bibirnya yang belepotan.
Akhirnya Clara mencoba makan dengan santai agar tidak belepotan lagi sedangkan Alvaro memakan pancakenya dalam diam karena masih memikirkan omongan Richard di telepon tadi.
"Kakak ga suka pancake ya?" Tanya Clara saat melihat Alvaro melamun kembali tanpa memakan pancakenya.
"Suka kok Cla suka banget malah apalagi ditraktir sama kamu." Jawab Alvaro sambil tersenyum untuk meyakinkan Clara.
"Tapi kok kakak malah melamun terus makannya juga ga lahap gitu?" Tanya Clara lagi yang tidak yakin dengan jawaban Alvaro.
"Keliatan banget ya," Alvaro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Aku cuma keinget kalau minggu depan kita udah ujian tengah semester."
Clara tersenyum mendengar jawaban Alvaro. "Oh kirain ada apa. Iya minggu depan ujian kak."
Alvaro melihat sekitarnya dengan gelisah lalu tanpa sengaja matanya menangkap wajah Siska yang sedang menatapnya juga.
"Kak? Kakak kenapa kok diam lagi?" Tanya Clara saat merasa Alvaro sedang menyembunyikan sesuatu.
"Engga kok Cla. Makannya udah belum? Kita pulang yuk." Ajak Alvaro mengubah topik pembicaraan.
Clara yang melihat kegelisahan di mata Alvaro pun akhirnya segera menghabiskan pancakenya. "Udah abis kak."
"Yaudah kita ke parkiran yuk." Ajak Alvaro yang langsung berdiri dan menggandeng tangan Clara. Clara hanya pasrah saat Alvaro berjalan cepat seperti orang yang sedang dikejar sesuatu namun saat sampai di lantai 1 Clara segera menghempaskan tangan Alvaro.
"Ada apa sih kak? Kok kayaknya kakak ketakutan gitu?" Tanya Clara setelah pegangan tangannya dan Alvaro terlepas.
"Ga ada apa-apa kok. Aku cuma..." Alvaro bingung hendak menjawab apa.
"Cuma apa kak?"
"Cuma mau ngajak kamu ke suatu tempat tapi takut kesorean kalau kita kelamaan di mall." Jawab Alvaro beralasan karena dia tidak mungkin berkata bahwa Sissy mengikuti mereka.
__ADS_1
Clara tersenyum lega "Kirain kenapa. Yaudah deh kalau gitu."
"Semoga Sissy ga sempat melihat gue sama Clara." Batin Alvaro berdoa.