My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Salah Paham


__ADS_3

Bel pulang sekolah berbunyi dan seperti biasa Clara berjalan menuju gerbang sekolah bersama teman-temannya.


"Akhirnya beres juga hari yang melelahkan ini," ucap Chacha menghela napas lega.


"Memangnya hari ini kenapa?" Tanya Clara yang sedikit tertawa melihat tingkah Chacha.


"Ini tuh hari Senin Cla, Senin. Hari paling menyebalkan karena weekend berakhir," ucap Aletta dramatis membuat teman-temannya tertawa. "Untung hari ini yang upacara pagi anak kelas 10 jadi kamu ga ketauan hampir telat Cla." Lanjut Aletta yang membuat Chacha dan Anna menatap Clara.


"Kamu hampir telat Cla? Kenapa?" Tanya Anna yang heran karena tak biasanya Clara hampir telat ke sekolah.


"Ga apa apa kok. Cuma bangun kesiangan." Ringis Clara yang membuat Anna dan Chacha menganggukan kepalanya sambil ber oh ria.


"Clara," panggil seseorang yang membuat mereka menghentikan langkahnya.


Clara yang merasa dirinya dipanggil langsung membalikan badannya. "Kak Alvaro."


"Kak Al ngapain sih nyamperin Clara lagi? Kalau si nenek lampir lihat kan bisa gawat," bisik Aletta saat melihat Kak Alvaro berjalan mendekati Clara.


"Udah diem. Kita lihat aja Kak Alvaro mau ngapain," sahut Chacha yang membuat Aletta terdiam dan menatap Clara serius.


"Cla," panggil Kak Alvaro saat dirinya sudah berada tepat di depan Clara.


"Ada apa kak?" Tanya Clara mencoba bersikap wajar walau dirinya masih kesal dengan perkataan Sissy saat di toilet.


"Bisa ikut aku sebentar. Ada yang mau aku bicarakan."


"Ngomong disini aja kak."


"Sebentar aja Cla."


"Oke kalau sebentar disini aja. Aku udah ditunggu sama teman-teman aku." Clara melirik para sahabatnya yang berada di belakangnya.


Alvaro melihat teman-teman Clara yang sedang menatap dirinya dan Clara. "Boleh pinjam Claranya sebentar?"

__ADS_1


Teman-teman Clara yang ditanya demikian pun hanya terdiam cukup kaget karena Alvaro mengajak mereka berbicara. Aletta yang melihat Alvaro menunggu jawaban pun menjawab dengan gugup. "Bo...boleh kok kak. Tanya aja sama Clara dia mau atau engga."


Seketika Clara melotot mendengar jawaban Aletta.


"Jadi gimana Cla? Bisa ikut aku sebentar?" Tanya Alvaro lagi sambil menatap Clara.


"Oke tapi sebentar ya kak. Aku buru-buru," jawab Clara pada akhirnya yang membuat Alvaro mengangguk senang. Alvaro segera menggandeng tangan Clara dan membawanya ke taman belakang sekolah agar bisa berbicara dengan leluasa tanpa diganggu oleh orang lain.


"Ada apa kak?" Tanya Clara sambil melepas gandengan tangan Alvaro saat dirinya sudah berada di taman belakang sekolah.


"Cla, kamu marah sama aku?" Alvaro menatap Clara serius agar Clara tidak berbohong padanya.


"Marah kenapa kak?" Tanya balik Clara membalas tatapan Alvaro.


"Soal kemarin. Waktu aku berantem sama bodyguard kamu." Jawab Alvaro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Oh soal Kak Andrew. Iyalah Cla memangnya Kak Alvaro bakal ngomong soal apa? Kejadian di kantin atau ucapan Kak Sissy di toilet? Aku kan bukan siapa-siapanya Kak Alvaro jadi ga mungkin minta penjelasan." Batin Clara merutuki pikirannya.


"Kamu marah ya Cla? Kok diam terus dari tadi," ucap Alvaro yang membuat Clara tersadar dari lamunannya.


"Beneran kamu ga marah?" Tanya Alvaro lagi memastikan jawaban Clara.


"Iya aku ga marah kok kak. Tapi aku harap kejadian kayak gitu jangan sampai keulang lagi ya kak." Clara menjawab sambil menatap Alvaro agar Alvaro percaya padanya.


"Oke aku janji kejadian kemarin ga bakal keulang lagi. Makasih Cla, aku kira kamu bakal marah sama aku soalnya kemarin kamu ninggalin aku." Alvaro menundukkan kepalanya di akhir kalimatnya.


"Awalnya aku memang marah sama kakak tapi," Clara menggantung kalimatnya membuat Alvaro kembali menatapnya penasaran. "Tapi setelah mendengar penjelasan Kak Andrew, aku sadar kalau kakak ga sepenuhnya salah karena Kak Andrew yang mulai. Ga seharusnya Kak Andrew ngelarang aku berteman sama kakak. Aku minta maaf ya atas nama Kak Andrew."


"Ga apa-apa kok Cla. Lagipula aku juga salah, ga seharusnya aku kebawa emosi kayak gitu," Alvaro menghela napas lalu melanjutkan kalimatnya, "Maafin aku ya Cla. Sampaikan juga sama Andrew kalau aku minta maaf."


Clara mengangguk dan tersenyum mendengarnya. "Tapi kenapa kakak marah sampai pukul Kak Andrew karena ga boleh berteman sama aku?" Tanya Clara yang sebenarnya sudah penasaran dari tadi akan hal itu.


Alvaro bungkam karena tidak tahu hendak menjawab apa. "Aduh gue jawab apaan ya? Gue sendiri ga yakin gue kenapa? Apa benar kata Richard kalau gue cemburu sama Andrew?" Batin Alvaro bingung.

__ADS_1


"Kak? Kakak? Kak Alvaro!" Panggil Clara karena Alvaro hanyut dalam pikirannya sendiri.


"Eh? Kenapa Cla?" Kaget Alvaro saat tersadar karena Clara melambaikan tangannya tepat di hadapan wajahnya.


"Kakak yang kenapa? Kok diam?" Tanya Clara yang tertawa melihat respon Kak Alvaro.


"Ga kenapa-napa," jawab Alvaro kikuk.


"Kakak belum jawab pertanyaan aku tadi loh." Ingat Clara yang membuat Alvaro meringis dalam hati.


"Ya gimana ga marah. Masa aku ga boleh berteman sama kamu cuma gara-gara aku udah punya pacar sih," jawab Alvaro seadanya karena dirinya sendiri belum yakin akan perasaannya terhadap Clara saat ini.


Clara yang mendengar jawaban Alvaro pun terdiam. "Kak Sissy. Apa ucapan Kak Sissy itu benar ya kalau Kak Alvaro putusin para selingkuhannya buat dia?" Batin Clara mengingat kembali ucapan Kak Sissy saat di toilet barusan.


"Aku salah ngomong ya? Kok kamu diam lagi?" Tanya Alvaro saat melihat Clara tidak merespon ucapannya.


"Engga kok kak," jawab Clara langsung saat tersadar dari lamunannya. "Oh iya tadi di kantin Kak Sissy kenapa kok kakak sampai ngejar-ngejar Kak Sissy kayak gitu?" Tanya Clara mengalihkan topik obrolan.


Alvaro menghela napas lelah sebelum menjawab, "Sissy udah tau soal aku yang ngajak dia jalan cuma sebagai alasan karena aku mau putusin para selingkuhan aku. Makanya dia marah."


"Loh maksudnya kak?" Tanya Clara yang tidak mengerti dengan ucapan Kak Alvaro.


"Jadi aku ngajak Sissy jalan supaya dia sibuk make up dan lain-lain sebelum ketemu sama aku. Kalau gitu kan pasti Sissy ga masuk sekolah dan aku bisa putusin para selingkuhan aku tanpa takut Sissy bakal tahu siapa aja selingkuhan aku. Aku ga mau mereka dilabrak sama Sissy." Jelas Alvaro yang membuat Clara kagum mendengarnya.


"Ternyata Kak Alvaro ga setega itu putusin para selingkuhannya serentak. Kak Alvaro ngelakuin itu semua demi kebaikan bersama. Bahkan Kak Alvaro ga membiarkan para mantan selingkuhannya dilabrak sama Kak Sissy." Batin Clara yang bisa melihat Kak Alvaro yang sudah mulai berubah menjadi lebih baik.


"Cla, kamu kenapa? Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Alvaro saat melihat Clara tersenyum sendiri.


"Ga apa-apa kok. Cuma salut karena kakak peduli sama mantan," jawab Clara sedikit menggoda Kak Alvaro diakhir kalimatnya.


"Apaan sih." Wajah Alvaro memerah dibuatnya.


"Haha cie merah," goda Clara lagi sambil tertawa. "Jadi Kak Alvaro putusin mereka buat Kak Sissy?" Tanya Clara pada akhirnya mengutarakan isi hatinya yang penasaran.

__ADS_1


"Maksudnya?" Tanya Alvaro yang langsung menatap Clara kaget.


"Jadi Kak Alvaro putusin mereka buat Kak Sissy? Karena Kak Alvaro ga mau selingkuhin Kak Sissy lagi?" Tanya Clara lagi yang membuat Kak Alvaro terdiam.


__ADS_2