
Clara pun sampai di rumahnya dan langsung disambut oleh Bianca. "Kak Ara, main yuk," ucap Bianca sambil memeluk Clara.
"Bi, kakak punya sesuatu buat Bianca," ucap Clara sambil melepaskan pelukan Bianca.
"Apa kak? Boneka atau mainan baru?" Tanya Bianca semangat.
"Bukan. Bianca bisa nebak ga kakak mau ngasih apa?" Tanya Clara menjahili Bianca.
"Sepatu?"
"Bukan."
"Baju?"
"Bukan juga."
"Jepit rambut?"
"Nope."
"Ahh terus apaan dong kak," ucap Bianca
mulai merengek pada Clara.
"Give up?" Tanya Clara yang membuat Bianca cemberut sambil mengangguk. "Buku buat Bianca belajar," ucap Clara semangat yang membuat mata Bianca berbinar.
__ADS_1
"Wah buku kak? Buku buat belajar apa?" Tanya Bianca antusias.
"Ada buku mewarnai, belajar membaca, dan lan-lain. Kamu lihat aja sendiri," ucap Clara sambil menuntun Bianca untuk duduk di sofa.
"Wah buku mewarnainya lucu banget kak gambar hewan ya. Pensil warnanya mana kak?" Tanya Bianca sambil terus melihat-lihat gambar apa saja yang akan ia warnai.
Mendengar pertanyaan tersebut, Clara pun menepuk jidatnya pelan. "Aduh Bi, sorry. Kakak lupa beli pensil warnanya. Kamu belum punya pensil warna ya?" Tanya Clara yang membuat Bianca menatapnya.
"Bianca belum punya pensil warna. Kakak serius lupa beli?" Tanya Bianca dengan mata berkedip lucu.
"Hehe. Maaf Bi. Nanti kakak beliin kamu pensil warna deh sekarang kamu lihat buku yang lain dulu aja. Kamu ke Bi Mirna dulu ya kakak mau ganti baju. Nanti kalau kakak udah selesai, kakak bakal ajarin kamu baca deh," ucap Clara mencoba berkompromi dengan Bianca karena sudah lupa membelikan pensil warna untuk Bianca.
"Bener kakak bakal ajarin aku baca?" Tanya Bianca antusias mendengar kalimat terakhir Clara.
Saat sampai di kamarnya, Clara pun memikirkan kembali kejadian saat di mall.
"Buat apa Kak Alvaro ngikutin aku? Apa dia mau nanya kenapa aku ga balas senyumannya tadi ya? Aku ga boleh sama kayak cewe-cewe lainnya yang dengan rela ngejar Kak Alvaro duluan dan terima gitu aja dijadiin selingkuhan di belakang Kak Sissy. Aku harus buat Kak Alvaro penasaran karena dengan begitu maka Kak Alvaro yang akan ngejar aku dan bukan sebaliknya. Kak Angel tenang aja aku bakal kasih pacar kakak hukuman karena sudah meninggalkan kakak," ucap Clara bertekad dalam hati lalu segera masuk ke kamar mandi.
_________________
Sekolah
Hari ini Clara berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya karena akan melaksanakan tugas piketnya. Namun saat hendak berjalan ke kelasnya, Clara mendengar suara orang yang sedang bertengkar dari arah ruang osis yang kebetulan ia lewati. Karena penasaran siapa yang sepagi ini sudah datang ke sekolah dan bertengkar maka Clara pun menghampirinya dan beruntung pintu ruang osis tidak tertutup rapat sehingga Clara dapat mengintip siapa yang sedang bertengkar tersebut.
"Kamu tuh bener-bener ya. Kapan kamu mau putusin Sissy hah? Katanya kamu sayang sama aku dan mau putusin Sissy tapi apa? Udah sebulan aku nunggu kamu tapi kamu masih belum putusin dia. Kamu anggap aku apa hah selama ini !?" Ucap seorang wanita yang Clara yakini merupakan salah satu teman Sissy yang selalu mengikuti Sissy kemana pun Sissy pergi.
__ADS_1
"Itu kan temannya Kak Sissy tapi kok dia nanya kapan cowo itu bakal putusin Sissy?" Batin Clara saat mendengar perdebatan kedua orang tersebut. Clara dapat melihat perempuan yang sedang berteriak dengan jelas namun tidak dengan cowonya karena badan laki-laki tersebut sedang membelakanginya.
"Kamu sabar dong Siska, ak...." ucap cowo tersebut terpotong.
"Sabar sabar. Mau sampai kapan? Kamu tuh keterlaluan tau ga Alvaro!?" Teriak wanita yang diketahui bernama Siska pada Alvaro.
"Astaga jadi Kak Alvaro selingkuh sama sahabat Kak Sissy. Kak Alvaro bener-bener playboy ya ternyata. Apa perlakuan Kak Alvaro waktu di taman sama aku dia lakuin juga ke semua cewe? Kak Alvaro bener-bener harus di kasih pelajaran. Kak Angel pasti menderita banget diselingkuhin sama Kak Alvaro dulu apalagi kata Aletta, Kak Alvaro itu balikan sama Kak Sissy waktu masih pacaran sama Kak Angel," batin Clara saat mendengar perdebatan kedua orang tersebut.
"Aku kira kamu mau berubah demi aku tapi apa!? Kamu masih aja jadi playboy. Apa satu cewe ga cukup buat kamu? Aku bahkan udah khianatin Sissy demi kamu tapi kamu malah sama sekali ga ngehargain aku," ucap Siska sambil menangis di pelukan Alvaro.
"Jadi lo nyesel udah main sama gue di belakang Sissy? Yaudah kalau gitu kita putus aja. Gue juga udah muak sama lo gara-gara selalu nanya kapan gue bakalan putusin Sissy padahal lo sendiri tau kenapa gue ga bisa putusin dia," ucap Alvaro sambil melepas pelukan Siska dan berbalik menghadap pintu.
"Astaga Kak Alvaro mau keluar? Aku harus sembunyi," batin Clara sambil berjalan ke balik dinding di perempatan kolidor.
"Alvaro kamu ga bisa ya giniin aku!" Teriak Siska sambil mengejar Alvaro yang sudah berada di depan pintu.
"Heh kecilin suara lo. Gue ga mau anak-anak yang udah datang pada dengar," ucap Alvaro sambil menatap tajam Siska.
"Aku ga mau putus," ucap Siska lirih sambil memegang tangan Alvaro.
"Gue mau putus. Udah ya mulai sekarang kita ga ada hubungan apa-apa lagi. Kalau lo sampai ngadu ke Sissy, lo tau sendiri kan Sissy pasti bakal lebih percaya sama gue. Jadi lebih baik lo tutup mulut dan jangan cari masalah sama gue. Thank udah nemenin gue selama sebulan ini. Maaf kita harus berakhir kayak gini karena sejak awal gue sama sekali ga ada niat buat serius sama lo," ucap Alvaro melepaskan tangan Siska dan berjalan ke kelasnya. Meninggalkan Siska yang sedang menangis terisak di depan pintu ruang osis.
Saat berjalan ke kelasnya, Alvaro merasa ada seseorang yang mengamatinya sehingga ia melihat ke belakang dan terkejut mendapati Clara yang sedang berada di dekat dinding sambil menatap ke arahnya tajam. "Gila nih cewe kenapa berani banget natap gue kayak gitu? Kenapa juga dia natap gue kayak gitu? Apa dia dengar perdebatan gue sama Siska barusan? Yaudah lah terserah dia mau mikir apaan tentang gue sekarang lagian juga dia udah punya pacar," batin Alvaro sambil terus berjalan menuju ke kelasnya mengabaikan Clara yang sedang menatapnya.
"Sekarang bahkan dia mengabaikan aku? Setelah di taman kita bercanda berdua dan kemarin dia ngikutin aku. Apa emang dia gampang bosen sama cewe bahkan cewe yang membuatnya penasaran sekalipun? Engga, aku harus bisa deketin dia untuk memberinya pelajaran karena apa yang sudah ia lakukan selama ini itu salah," batin Clara sambil menatap kepergian Kak Alvaro.
__ADS_1