My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 104 : Dilarikan Ke Rumah Sakit


__ADS_3

"Sakit sekali." Naomi meringis memegangi perutnya. Tatapannya mengarah kepada Haylea yang berdiri tepat di hadapannya, dengan dagu terangkat angkuh dan menunjukkan senyum sarkas. 


"Ups, maaf Naomi Claire ... aku tidak sengaja. Apa rasanya sakit?" Ia hanya tertawa kecil, tak pula menawarkan bantuan kepada Naomi untuk bangun. 


Keringat mulai mengucur di tubuh Naomi, napasnya menjadi lebih cepat. Ingin bangkit, namun rasa sakit yang perlahan menjalar semakin kuat membuatnya tak berkutik. 


"Ibu ... Nenek!" lirihnya.


"Siapa yang kamu panggil? Di sini hanya ada aku."


Sambil tertawa, Haylea hendak melangkahkan kaki. Tetapi Naomi menjegal, hingga hak sepatu wanita itu nyaris patah. Alhasil, Haylea terjungkal ke lantai tepat di sisinya. Suara teriakan Haylea pun menggema akibat rasa sakit dari lutut yang bergesekan langsung dengan lantai hingga menimbulkan lecet.  


"Rasakan itu, dasar wanita jahat!" maki Naomi sambil mengerang memegangi perut. 


Suara keributan yang terdengar dari dalam toilet mengejutkan Ibu Iriana dan Nenek Camila, begitu pun dengan beberapa pria berseragam hitam yang merupakan para pengawal istana, yang ditugaskan Pangeran Hugo untuk mengawasi adiknya. 


Mereka pun berbondong-bondong berdatangan demi memastikan keadaan. Ibu, nenek dan para pengawal istana yang berjumlah lebih dari lima orang itu terkesiap melihat sang putri sudah terkapar di lantai bersama seorang wanita. 


"Naomi!" Ibu Iriana  buru-buru menghampiri sang menantu dan memangku kepalanya. Sebelah tangannya ikut mengusap perut, karena Naomi terus mengerang memegang perut. "Apa yang terjadi, Nak?" 


"Perutku sakit sekali, Ibu." 

__ADS_1


Mendadak suasana panik menyelimuti.


Ibu Iriana mengusap keringat yang membasahi wajah menantunya. Melihat kondisi Naomi membuatnya semakin panik.


"Tolong segera hubungi ambulan!" teriaknya kepada orang-orang yang ada di sana.


"Ayo, kita bawa Putri Isabel ke mobil saja!"


Para pengawal istana bergerak cepat membawa Naomi, sebab wajahnya mulai memucat dan terus mengerang mengeluhkan sakit di perut. Sementara yang lainnya menahan Haylea yang mencoba melarikan diri. 


Nenek Camila menghunus tatapan tajam kepada Haylea. Mengingat perbuatan wanita itu beberapa bulan lalu, Nenek Camila sudah menebak bahwa Haylea baru saja berniat mencelakai Naomi.


"Wanita jahat, apa yang sudah kamu lakukan kepada cucuku?" 


Haylea tak lekas menjawab, pikirannya terfokus kepada beberapa pria yang menahannya. Panggilan Putri Isabel yang disematkan salah satu dari mereka membuatnya bertanya-tanya.  


"Tahan wanita jahat itu!" Nenek Camila menunjuk Haylea murka.


Bruno berjalan mondar mandir di depan ruang rapat dengan gelisah. Adrian sedang mengikuti rapat penting dengan jajaran direksi. Belum lima menit lalu, Bruno mendapat kabar tentang istri tuannya yang dilarikan ke rumah sakit karena jatuh di toilet. Ia diminta untuk segera memberitahu Adrian. 


"Bagaimana ini? Tuan sedang rapat penting di dalam. Kalau aku menerobos masuk, itu sama saja bunuh diri." Ia bermonolog sambil menatap pintu kaca itu. "Tapi kalau tidak cepat diberitahu, Tuan pasti lebih marah lagi." 

__ADS_1


Pria itu bahkan tak berani membayangkan akan semarah apa tuannya jika diberitahu tentang berita  ini. Bruno menarik napas dalam demi mengumpulkan keberanian. Kemudian menatap pintu kaca itu dengan penuh keyakinan. 


"Aku harus segera memberitahu tuan. Jika tidak gajiku taruhannya." 


Sambil menahan napas, ia mengetuk pintu kaca, kemudian mendorong pelan hingga memberi celah baginya untuk menatap suasana di dalam. 


Adrian tampak berdiri dengan gagah di depan semua anggota rapat sambil menjelaskan sesuatu. Sementara yang lain terfokus menatapnya. 


"Permisi, Tuan ... maaf menganggu," ucap Bruno ragu. 


Perhatian Adrian sekilas teralihkan kepada sang sopir dan menatap penuh tanya. Ini adalah pertama kalinya Bruno berani menganggu saat ada rapat penting. 


"Ada apa?" 


Bruno tampak sudah gusar. Perlahan kakinya melangkah masuk dan menghampiri sang bos. Lalu, membisikkan sesuatu. 


"Tuan, saya barusan mendapat kabar bahwa Nona Naomi ...." 


"Ada apa dengannya?" 


"Nona Naomi jatuh di toilet di mall. Sekarang sedang dibawa ke rumah sakit." 

__ADS_1


Sepasang manik hazel Adrian melebar, dadanya bergemuruh. Berkas di tangannya jatuh tanpa terasa. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berlari meninggalkan ruang rapat.  


__ADS_2