My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 65 : Membawa Pulang Naomiku!


__ADS_3

ADRIAN POV 


Jantungku terasa diremas kuat melihat kondisi rumah tempat Naomi bernaung selama ini. Sebuah rumah kecil yang bagiku sangat tidak layak huni. 


Tiba-tiba saja terbayang dalam benakku, bagaimana dia menjalani kehidupan yang menyedihkan selama berbulan-bulan tanpaku. Aku benar-benar ingin menghukum diriku atas kebodohanku.


Ini semua salahku!


Akulah yang sudah menanamkan pikiran buruk dalam hatinya dengan mengancam. Gelombang rasa sesal seolah mampu menyeretku jauh. 


Malam itu hujan turun deras. Jantungku sudah berdetak tidak karuan memikirkan Naomi sendirian di luar sana. Aku hampir gila. 


"Tuan, di luar sedang hujan. Biar kami saja yang pergi mencari Nona Naomi." Aku menatap tajam sopirku, Samuel. Bagaimana bisa dia memintaku menunggu, padahal Naomi sendirian di luar sana.


Kuterobos hujan yang sialnya semakin deras. Beberapa kali kuteriakkan namanya dalam kegelapan malam. Aku jarang meminta sesuatu, tetapi kali ini aku memohon kepada Tuhan untuk bisa menemukan Naomi dan membawanya pulang dalam keadaan baik-baik saja. 


Aku semakin kalut setelah berkeliling dan tak menemukannya. Pantang bagi seorang pria untuk menjatuhkan air mata. Setidaknya prinsip itu yang kupegang teguh selama ini. Tetapi malam ini aku telah mematahkan prinsip yang kubangun sendiri. 


"Kamu di mana, Naomi?"


Aku hampir kehilangan harapan, saat melihat sosok gelap menorobos hujan. Berjalan dengan terseok-seok sambil berpegangan pada pembatas jalan yang dilewatinya. Entah mengapa aku sangat yakin bahwa itu Naomi.


Kakiku melangkah dengan cepat ke arahnya. 


Dugaanku ternyata tidak salah. Itu memang Naomi. Kulihat dia bersandar pada sebuah pilar besar. Tubuhnya menggigil hebat, matanya sayu. Dia hampir kehilangan kesadarannya. 


Kuraih tubuhnya yang hampir jatuh. Memeluknya dengan erat. Dia masih sempat memberontak dan meminta dilepas. Memukul dadaku dengan sisa tenaga yang dimilikinya.


"Lepaskan aku! Tolong lepas!" lirihnya lemah. Lalu, dalam hitungan detik ia sudah tidak sadarkan diri lagi.


Panik? Tentu saja. Beberapa kali kupanggil namanya sambil menepuk pipinya yang dingin. Namun, tidak ada respon darinya. 


"Samuel, cepat ambil mobil!" teriakku sekuat tenaga.

__ADS_1


Samuel bergerak cepat. Dalam hitungan menit mobil sudah berhenti di depanku yang sedang menggendong Naomi. Kuputuskan untuk segera membawanya ke hotel tempatku menginap.


"Lebih cepat, Samuel!" teriakku.


"Ba-baik, Tuan," jawabnya terbata.


Aku bisa melihat tegangnya wajah Samuel karena terus kudesak menambah kecepatan. Wajah Naomi sangat pucat dan itu membuatku takut. Tidak ada yang bisa kulakukan selain memeluknya.


Setibanya di hotel, kugendong tubuh Naomi. Samuel masih terus berada di belakangku.


“Keluarlah!” perintahku begitu tiba di kamar. “Dan segera hubungi seorang dokter wanita!” 


“Baik, Tuan,” jawabnya sigap, sambil melangkah keluar. 


Dalam keadaan masih diselimuti kepanikan, kurebahkan Naomi di tempat tidur dan mengganti pakaiannya dengan piyamaku. Kuselimuti tubuhnya yang masih menggigil.


.


.


Kupandangi wajah lelahnya. Kudekap tubuh ringkih itu erat untuk membebaskannya dari rasa dingin. Dia tidak menggigil lagi, wajahnya juga tidak sepucat tadi.


Sedikit rasa tak percaya masih ada dalam benakku. Akhirnya, Naomiku kembali ke dalam pelukanku. Dan aku bersumpah tidak akan memberinya celah sedikit pun untuk bisa pergi dariku lagi. 


"Aku sangat mencintaimu," bisikku ke telinganya.


Kupeluk tubuhnya hingga fajar menjelang. Aku tidak tidur semalaman karena menjaganya. Rasanya terlalu berlebihan, aku takut dia terbangun dan pergi meninggalkanku lagi.


Dia menggeliat. Bulu mata lentiknya bergerak-gerak pertanda dia akan segera terbangun. Kurebahkan kembali dia ke pelukanku. 


“Hmm ... nyaman sekali. Apa aku sudah sampai di surga?” Dia bergumam. Demi apapun, aku sangat merindukan suaranya yang menggemaskan itu. 


Kubelai rambutnya lembut hingga dia merasa nyaman. Kudengar bibir mungilnya beberapa kali bergumam kecil. Rupanya kebiasaan itu tidak pernah hilang. Kucium kening, wajah dan bibirnya berulang-ulang. Dia masih enggan membuka mata. 

__ADS_1


“Pangeran surgaku ... kamu mesum juga ya?” Aku mengu lum bibir menahan tawa. Dia masih belum sadar juga dan mengira semuanya mimpi. 


Dan apa tadi, dia memanggilku pangeran surganya? Biasanya dia hanya memaki. Arogan, pemaksa, jelek dan tua bangka. Aku benar-benar merindukan makian itu.


Kubelai perutnya yang sudah membesar. Aku berdebar saat melihat gerakan-gerakan kecil dari sana. Perasaan menggebu yang membuatku tak sabar untuk segera bertemu dengan malaikat kecilku yang sedang tumbuh di dalam sana.


Satu hal yang sangat kusyukuri. Naomi tidak membuang anakku. Dia mempertahankannya tumbuh di rahimnya.


Entah akan seperti apa wajahnya nanti. Tapi aku berharap dia memiliki wajah sepertiku, tapi kuat seperti ibunya. Kucium permukaan perut Naomi saat melihat gerakan menonjol keluar. Apa dia sedang menyambut ku? Lucu sekali.


“Kenapa malah bayi di dalam perutku yang keenakan disentuh?”


Aku hampir meledakkan tawa saat mendengar kalimat aneh yang meluncur tanpa filter. Bibir mungilnya yang lucu selalu mengeluarkan kata yang membuatku ingin menggigitnya.


Ya, semenggemaskan itu ... 


Entah mengapa wanita sederhana sepertinya mampu membuatku melupakan seisi dunia. Membuatku hampir gila karena kehilangannya. Mungkin di mata semua orang dia biasa. Tapi bagiku dia adalah ....


My sexy little wife ....


Bagai sebuah hadiah besar dalam hidupku, pagi ini aku bisa menatap bola matanya yang indah.


Dia mengerjapkan matanya berulang-ulang. Bulu matanya yang lentik bergerak lucu. Aku bisa membaca ekspresi terkejutnya saat melihatku untuk pertama kali.


Keheningan pun melanda selama beberapa saat. Hingga akhirnya ....


"Aaaa kemana pangeran surgaku? Kenapa yang ada di sini malah pangeran neraka?"


Cukup sudah! Jika saja tidak mengingat dia sedang kelelahan, aku pasti sudah melahap habis tubuh mungilnya.


"Aku mencintaimu, tolong jangan pergi lagi. Tetaplah bersamaku selamanya."


Kurengkuh tubuhnya erat. Melepas semua kerinduan yang membuncah.

__ADS_1


.


.


__ADS_2