My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 49 : Siapa Sebenarnya Wanita ini!


__ADS_3

"Dan Adrian meninggalkanku hanya karena seorang gadis murahan seperti dia!"


Seketika ruangan itu riuh oleh suara para tamu yang hadir. Ada yang saling berbisik, ada pula yang hanya mencibir dengan tatapan.


"Dasar wanita murahan! Dia menggunakan segala cara untuk merayu Adrian dan menikahinya." Haylea menunjuk Naomi penuh amarah. Sudut matanya basah oleh air mata.


Naomi melirik ibu mertua dan Erica yang menunjukkan wajah terkejut. Entah mereka benar-benar terkejut atau hanya berpura-pura. Ia tak dapat menebak.


“Naomi!” Suara berat yang baru saja memanggil membuat Naomi yang masih berada dalam dekapan Adrian menunduk, tubuhnya gemetar, dan Adrian dapat merasakannya. 


Ia pasti sudah ambruk jika saja Adrian tak menopang tubuhnya.


“Dia adalah Ken Claire, kakaknya Naomi,” papar Haylea. “Ken, maukah kamu jelaskan kepada Adrian dan semua orang siapa adikmu yang sebenarnya?” 


Ken mengangguk, lalu menatap Naomi. “Semua yang dikatakan Nona Haylea memang benar. Naomi adalah adikku dan pernah bekerja untuk Madam Leova.” 


Ken mendekati Naomi. Tangannya mengulur untuk meraih lengan adiknya, namun tentu saja Adrian tak memberi celah. Ia menarik Naomi ke belakang punggungnya sebagai bentuk perlindungan. 


"Jauhkan tangan kotormu dari istriku." Meskipun suara Adrian terdengar cukup santai, namun terdengar cukup menakutkan bagi Ken.


Meski begitu, ada satu hal yang membuat Naomi terheran. Adrian bersikap cukup tenang. Padahal pada pertemuan sebelumnya, Adrian memukuli Ken membabi buta seperti ingin membunuh. 


Tetapi sekarang, apa yang terjadi justru sebaliknya. Adrian tak bereaksi sedikitpun. Malah seperti membiarkan mereka mempermalukan Naomi. 

__ADS_1


“Adrian, sekarang kamu sudah tahu siapa dia yang sebenarnya. Apa kamu mau wanita seperti ini yang menjadi istrimu dan menjadi menantu di keluarga Marx?” 


Untuk beberapa saat tatapan Adrian mengarah pada ibu. Ruangan itu perlahan senyap dengan diamnya Adrian.


Sementara Erica memilih diam dan menyembunyikan senyum kepuasan. Sekarang ia merasa berhasil membunuh dua lalat dalam sekali tepuk. 


Adrian melirik ke arah Bruno dan memberi isyarat dengan lirikan mata. Dengan sigap pria berambut klimis itu berjalan ke sudut ruangan dengan ponsel milik Adrian di tangannya.


Pertunjukan Haylea dan Ken sudah selesai, sekarang waktunya bagi Adrian.


“Seharusnya kamu mencari informasi yang benar dulu sebelum berbicara di hadapan semua orang. Lagi pula siapa sebenarnya wanita murahan di sini?” Adrian menarik napas dalam seraya menatap Haylea dan Ken. Ia menyeringai penuh makna. 


Dahi Haylea terlihat berkerut dalam. Seolah sedang mencerna maksud perkataan mantan kekasihnya itu.


“Memang benar, Naomi Claire pernah bekerja untuk Madam Leova,” potong Adrian cepat.


Ibu yang mendengar ucapan Adrian menutup wajahnya dengan kedua tangan. Malu terhadap para tamu undangan.


“Kalau begitu kenapa kamu menikahi wanita seperti dia?” ujarnya begitu marah dan kecewa. 


"Sudah, Bu. Tenanglah." Seperti biasa, Erica akan berperan menjadi malaikat yang menenangkan wanita itu. Ia mengusap bahu ibu dan memintanya untuk duduk dan memberi segelas air putih. Sebuah sikap manis yang membuat Adrian menarik sudut bibirnya. 


Adrian melirik ke sudut ruangan. Bruno memberi isyarat dengan mengacungkan ibu jarinya, yang berarti semua sudah siap.

__ADS_1


“Naomi sampai berada di tempat seperti itu karena Ken Claire yang baru keluar dari penjara tega menjual adiknya sendiri demi uang. Karena kalah judi, dan untuk melunasi hutang atas bisnis kotor yang dia jalani,” papar Adrian menikam Ken dengan tatapan tajam. 


Mendadak wajah Ken berubah pucat kala menyadari sinyal bahaya. Bagaimana mungkin pria yang telah menikahi adiknya itu tahu tentang bisnis obat-obatan yang ia jalani? Padahal ia melakukannya dengan sangat hati-hati. 


Habis kalian berdua! batin Adrian.


“Aku adalah orang yang telah membeli Naomi dari Madam Leova tepat setelah Ken Claire menjualnya.” 


Baik Ken, Haylea dan Erica tersentak.


Adrian kembali menyeringai kala gambar pada layar besar sudah berganti. Sebuah tayangan singkat itu berhasil menggemparkan seisi ruangan. Betapa tidak, video seorang wanita yang sedang bergulat di ranjang bersama seorang pria terpampang sangat jelas. 


Haylea dan Ken seketika memucat. Betapa tidak, wajah mereka terlihat sangat jelas dalam tubuh terbalut selimut pada tayangan berdurasi 30 detik itu.


"Jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakangku," ucapnya masih dengan nada santai.


Haylea menundukkan kepala dan tak lagi berani menatap Adrian.


"Sekarang sudah jelas, siapa wanita murahan yang sebenarnya di sini."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2