My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 50 : Apa Sekarang Giliranku?


__ADS_3

Hanya berselang beberapa menit, beberapa petugas kepolisian memasuki ballroom hotel. Ken semakin memucat. Apa lagi saat salah satu di antaranya menodongkan senjata api ke arahnya. 


Ingin melarikan diri seperti biasa pun sudah terlambat. Ia yakin Adrian sudah menyusun semua ini untuk menangkapnya. Ken adalah buronan yang sudah lama diincar oleh kepolisian karena terlibat dengan bisnis obat-obatan terlarang. Tetapi ia begitu lihai menyembunyikan identitas yang sebenarnya, sehingga tak pernah tertangkap. 


“Apa kamu sudah merencanakan semua ini?” Ia menghunus tatapan tajam kepada Adrian. 


“Aku tidak melakukan apa-apa. Kamu sendiri yang menyerahkan diri. Sekarang nikmati hari-harimu di penjara, Ken Claire!” Adrian tersenyum puas. 


Sejak pengakuan Naomi bahwa Ken adalah kakaknya, Adrian sudah menugaskan orang-orangnya untuk menyelidiki pria itu. Sebenarnya, tujuan awal Adrian hanya ingin membalas dendam. Tetapi informasi bahwa Ken terlibat dalam bisnis obat-obatan terlarang memuluskan rencanya. Adrian pun melaporkan Ken dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangkapnya malam ini. 


Di balik punggung tegap Adrian, Naomi gemetar menatap kakaknya yang berlalu dan menghilang bersama para polisi. Ia hampir tak percaya.


Ruangan luas nan mewah itu kembali riuh oleh cibiran para tamu. Semua mata memandang Haylea dengan tatapan penuh hina. 


Seperti ditelanjangi di depan umum, wanita itu kehilangan harga dirinya. Kejutan yang ia persiapkan dengan sempurna malah berbalik mengejutkannya dengan dahsyat. 


“Bukankah kamu menanyakan alasan yang membuatku meninggalkanmu?” Sebelah bibir Adrian terangkat. “Itu adalah jawabannya.” 


Wajah Haylea menjadi seperti mayat hidup. Sudut matanya mengarah kepada Erica yang menunjukkan ekspresi terkejut. Tetapi sayangnya, Haylea dapat melihat gambaran kepuasan dalam matanya. 


Bodoh memang. Ia telah tertipu oleh teman baiknya sendiri. Dengan begitu mudah Haylea menerima uluran tangan Erica untuk membongkar kedok Naomi, dengan iming-iming bahwa Adrian akan sadar dan kembali padanya. Sekarang bukan hanya Adrian, semua orang pasti akan membenci dirinya. 


Tidak! Aku tak boleh hancur sendirian, setidaknya aku harus membalas perbuatan Erica. 

__ADS_1


“Kamu sudah menipuku!” Haylea menunjuk Erica penuh amarah. “Ini semua rencanamu, kan? Apa kamu sengaja melakukannya?” 


Dengan cepat Erica menggeleng polos. Bersembunyi di balik sikap lemah lembutnya. “Apa maksudmu, Haylea? Aku mengundangmu ke pesta ulang tahunku untuk bersenang-senang, bukan untuk mempermalukan Naomi. Salahmu sendiri kenapa mencari masalah dengan Adrian.” 


Haylea terkekeh sinis dengan cairan bening yang mengaliri kedua sisi pipinya. “Dasar licik! Kamu yang mengundangku dan berjanji akan membantuku untuk kembali kepada Adrian.” 


“Ibu ... tolong jangan dengarkan dia. Ibu percaya padaku, kan?” 


Bola mata Erica sudah penuh oleh kristal bening. Ibu mengelus pundaknya lembut. “Tentu saja ibu percaya padamu.” 


 “Sudah cukup sandiwaranya.” Adrian mendecakkan lidahnya, kemudian menggelengkan kepala. “Kalian berdua memang sama saja.” 


“Apa maksudmu, Adrian?” Kali ini suara ibu memecah. Sorot matanya menggambarkan ketidaksukaan mendengar kalimat yang tercetus dari bibir putranya. 


“Kamu tidak mau memberitahu semua orang apa tujuanmu membayar uang jaminan untuk membebaskan Ken?” 


Layaknya sambaran petir, ucapan Adrian membuat tubuh Erica gemetar hebat. Wajah sendunya mendadak hilang berganti takut. Bagaimana Adrian tahu? Begitulah sorot mata Erica berbicara. 


“Apa yang kamu bicarakan, Adrian? Jangan menuduh Erica yang bukan-bukan.” Sepertinya rasa sayang ibu kepada Erica terlalu besar. Lihatlah bagaimana wanita itu membela mati-matian. Bahkan meragukan ucapan putranya sendiri. 


“Aku akan memberimu waktu lima menit untuk bicara sendiri.” Lagi, Adrian berbicara dengan santai. Tetapi itu saja cukup untuk membuat segenap keberanian Erica luluh lantak. 


Gadis itu mengusap air matanya dengan tangan gemetar. Obsesinya untuk memiliki Adrianlah yang menghancurkan dirinya. Erica mungkin lupa bahwa Adrian bukanlah orang yang dapat dibodohi dengan mudah. 

__ADS_1


“A-aku mengaku salah, Ibu,” lirihnya menanggung malu.  “Memang aku yang membayar jaminan untuk membebaskan Ken. Aku juga yang membujuk Adrian untuk memberi kejutan untuk Haylea hari itu, padahal aku tahu Haylea sedang bersama Ken di apartemen.” 


Mata Haylea berkilat marah. Tubuhnya merangsek maju dengan kedua tangan yang sudah siap untuk menyerang Erica. Tetapi sebelum menjangkau, sudah dihalangi terlebih dahulu oleh beberapa pria yang sengaja ditugaskan Adrian untuk menjaga keamanan selama pesta berlangsung. 


“Lepaskan aku! Biarkan aku membalas pengkhianat itu!” Haylea memberontak kala dua tubuh besar memegangi lengannya. 


“Bawa dia keluar dari sini dan pastikan tidak membuat masalah lagi,” perintah Adrian. 


Dua pria berseragam hitam itu dengan cepat menyeret Haylea menuju pintu. Sekarang Adrian terfokus pada Haylea tanpa menyadari bahwa Naomi yang berdiri di belakangnya sudah gemetar sejak tadi. 


Kenyataan mengejutkan yang ia dapati malam ini membuatnya seakan kehilangan akal sehat. Tiba-tiba saja kepalanya berdenyut. Tubuhnya seperti kehilangan energi. Perlahan Naomi bergerak mundur. Setengah berlari menuju toilet wanita yang berada di sudut ruangan. 


Ia menabrakkan tubuhnya pada wastafel dan memuntahkan isi perut, lalu membasuh wajah pucatnya berkali-kali. Segarnya air yang terasa menembus ke pori-pori bahkan terasa tak cukup untuk meredakan panas pada tubuhnya. 


Naomi bersandar pada dinding dan menatap langit-langit dengan frustrasi.


“Jadi itu alasan Tuan Adrian meninggalkan Nona Haylea? Karena Nona Haylea sudah mengkhianatinya, dan laki-laki itu adalah Kak Ken.” 


Bola mata Naomi mulai mengucurkan air mata yang sialnya semakin ditahan semakin deras mengalir di pipi. 


“Kenapa aku sebodoh ini? Tuan Adrian menawarkan pernikahan padaku bukan untuk melindungiku, tapi untuk membalas Kak Ken. Sekarang dia sudah berhasil mencapai tujuannya dan menghancurkan mereka satu persatu. Apa sekarang giliranku?” 


.

__ADS_1


.


__ADS_2