My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 60 : Kenapa Membayangkan Naomi?


__ADS_3

Pagi ini sudah berulang kali Naomi masuk ke kamar mandi akibat rasa mual. Tubuhnya sudah mulai terasa lemas, yang membuat wajahnya sedikit memucat. Kondisi seperti ini sudah biasa dialaminya sejak masa kehamilan. 


Setelah membasuh wajahnya dengan air, ia menatap pantulan dirinya melalui cermin. Naomi merasa hidupnya sangat menyedihkan. 


Dengan langkah terseok-seok, ia keluar dari kamar mandi. Naomi melirik arah jarum jam di dinding. Ia sudah terlambat dan harus bersiap untuk menjadi sasaran kemarahan Alexa. 


"Wanita itu pasti akan mengulitiku lagi karena terlambat."


Dan benar saja, tatapan mengintimidasi menjadi sambutan pertama Naomi saat memasuki gedung kantor tempatnya bekerja. Selain oleh Alexa, Naomi juga tidak disukai oleh rekan-rekan kerjanya yang lain. 


“Nona Alexa sudah menunggumu. Lihat, sekarang sudah siang dan kamu baru datang.” Seorang wanita yang menggunakan seragam sama seperti Naomi menyorot kesal. “Ini sudah untuk kesekian kalinya kamu terlambat dalam minggu ini.” 


“Aku minta maaf, Adelle. Aku sedang tidak enak badan.” Jawaban Naomi tak mengubah ekspresi rekannya itu.


“Jangan gunakan kehamilanmu sebagai alasan! Kalau sudah tidak sanggup bekerja kenapa tidak berhenti saja? Karena ulahmu kami semua harus kena imbasnya!” 


“Itu benar, Erina," sahut teman satunya. "Pagi ini Nona Alexa memarahi kami semua karena kamu.” 


“Kenapa memarahi kalian? Kan aku yang melakukan kesalahan.” 


“Masih berani tanya," ujar Adelle semakin kesal. "Karena kita semua adalah tim petugas kebersihan. Kamu yang bertugas membersihkan ruangan Nona Alexa. Kamu tahu, pagi ini dia datang dan melihat ruangannya belum dibersihkan, dia jadi memarahi kami semua,” pekik Adelle. 


“Aku minta maaf. Selanjutnya aku akan berusaha untuk datang tepat waktu.” 


“Akan lebih baik kalau kamu berhenti bekerja dari pada hanya membuat masalah untuk kami. Huh, semoga Nona Alexa memecatmu.” 


Naomi sudah tak menyahut lagi. Memang seperti itulah sikap mereka terhadapnya. Ia dianggap wanita aneh dan misterius. Selain itu, kehamilan dengan status pernikahan yang tidak jelas. Sehingga menciptakan kabar miring tentangnya. 

__ADS_1


.


.


Naomi segera keluar dari pantry setelah mendapat sambutan tak menyenangkan dari rekan-rekannya. Kebetulan ia melihat Alexa sedang berada di sebuah ruangan di dekat ruang informasi. Ia pun segera mendekati wanita judes itu. 


“Anda mencari saya, Nona?” Sapaan Naomi membuat wanita itu langsung membalikkan tubuhnya.


“Oh ... sudah datang rupanya,” ucapnya ketus. 


“Maaf, saya terlambat hari ini. Saya sedang tidak enak badan,” ucap Naomi sambil membungkukkan kepala.


Alexa menyeringai tipis dengan bonus tatapan sinis. “Apa kamu tidak punya alasan yang lain? Selalu itu yang menjadi alasanmu saat terlambat dan aku mulai bosan mendengarnya.” 


Dari pada memberi alasan lain, Naomi memilih diam dan menerima semua makian Alexa. Setidaknya itu harus ia lakukan agar Alexa tidak memecatnya. 


Naomi merasakan tubuhnya lemas mendengar ucapan wanita itu. “Tolong beri saya kesepatan sekali lagi, Nona.” 


“Tidak bisa! Mulai hari ini kamu sudah tidak usah bekerja di sini lagi. Kamu dipecat!” 


Mata Naomi terpejam. Tak tahu harus memohon seperti apa lagi.


Sementara itu, mobil yang ditumpangi Adrian memasuki halaman kantor. Begitu mobil berhenti, seorang pria datang dan menyambutnya ramah.


"Selamat datang, Tuan," ucapnya dengan senyum, sesaat setelah sang bos turun dari mobil.


Seperti biasa Adrian hanya menjawab dengan suara deheman.

__ADS_1


"Bagaimana perjalanan Anda?"


"Lumayan!" jawab Adrian santai.


Pria ramah yang menyambutnya itu mengulas senyum. "Syukurlah. Mari saya antar ke ruangan Anda."


Tanpa banyak berbasa-basi, mereka beranjak menuju lift. Melewati sebuah ruangan, langkah Adrian mendadak terhenti saat mendengar suara yang mengusiknya. Tatapannya mengarah kepada Alexa yang sedang berapi-api memarahi seorang wanita. 


"Itu Alexa, kan?" tanyanya.


"Benar, Tuan. Itu Nona Alexa."


"Kenapa dia marah-marah?" tanya Adrian.


“Sepertinya petugas kebersihan itu baru saja melakukan kesalahan, jadi Nona Alexa menegurnya,” jawabnya.


“Tapi bukankah cara Alexa menegurnya terlalu kasar?” 


“Nona Alexa kan memang seperti itu, Tuan. Tapi saya rasa itu bagus, jadi karyawan tidak ada yang seenaknya dalam bekerja.” 


Adrian terdiam sebentar di tempat. Menatap wanita yang berdiri membelakanginya. 


Aku benar-benar sudah tidak waras. Kenapa aku selalu membayangkan Naomi? 


.


.

__ADS_1


__ADS_2