My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 80 : FAKTA MENGEJUTKAN


__ADS_3

“Layla ... Layla!" Sudah beberapa kali suara ibu menggema memanggil, namun belum juga mendapat sahutan. Ia bahkan sudah terlihat kesal sekarang. "Kemana wanita itu?"


Beberapa saat kemudian terdengar langkah cepat yang berasal dari arah pintu belakang. Ibu menoleh cepat menatap marah sosok yang baru saja menghampirinya.


“Maaf, Nyonya, saya di taman menemani Nyonya Besar dan Nona Naomi,” ucapnya penuh keraguan.


Hela napas berat terdengar, membuat Layla merasa merinding. “Memangnya dia saja yang harus kamu layani di rumah ini?” 


"Maafkan saya, Nyonya. Pagi tadi Tuan meminta saya untuk melayani Nona Naomi saja. Saya dilarang melakukan pekerjaan lain, selain melayani Nona Naomi."


“Apa? Ini benar-benar gila." Wanita itu terlihat semakin kesal. "Kalau begitu panggilkan Mathilda saja!"


“Tapi Mathilda juga bertugas untuk melayani Nona Naomi. Tuan menugaskan kami berdua.” 


Sepasang mata wanita itu terpejam. Kedua tangannya mengepal. Ia merasa sikap Adrian dalam menjaga Naomi terlalu berlebihan.


“Aku tidak percaya ini. Wanita itu benar-benar sudah memperbudak putraku.” 


"Maafkan saya, Nyonya. Saya tidak berani melanggar perintah tuan."


"Baiklah, kembali lah ke sana," perintahnya dengan nada marah.


Layla hanya dapat menunduk mendengar gerutuan panjang sang nyonya rumah.


.

__ADS_1


.


Adrian tiba di kantor. Ia terburu-buru menuju lift untuk menuju lantai teratas. Bahkan ia tak menghiraukan sapaan dari beberapa staf yang menyapa. Sementara Bruno mengikuti di belakang dengan tergesa-gesa.


Begitu tiba di lantai atas, seorang pria berpakaian hitam tampak membungkukkan kepala. Mereka lalu menuju ruang pribadi Adrian.


“Kamu menemukan apa, Russel?” tanya Adrian sesaat setelah merapatkan tubuhnya di sofa.


Pria yang berprofesi sebagai detektif swasta itu duduk di sofa lain. Adrian tampak tak sabar mengetahui informasi yang dibawa Russel.


“Beberapa hari lalu saya menyelidiki latar belakang keluarga Claire. Saya juga telah menggeledah rumahnya dan saya menemukan beberapa fakta mengejutkan lainnya.” 


“Fakta mengejutkan apa?” tanya Adrian penasaran. 


"Lara Claire, ibunya Ken Claire, ternyata adalah bekas seorang pelayan istana. Sementara suaminya, Ryan Claire adalah sopir pribadi Raja Arthur."


Russel mengangguk. "Ryan Claire dihukum karena berkendara dalam keadaan mabuk saat mengantar Ratu Hellena menghadiri upacara kerajaan. Tidak lama setelahnya Lara Claire juga diberhentikan."


 “Lalu apa hubungannya dengan orang tua kandung Naomi. Apa mereka juga pelayan istana?” 


“Bukan,” ujarnya seraya menarik napas dalam. “Oh ya, Anda tahu cerita tentang Putri Isabel?” 


Dahi Adrian mengerut tipis. Menerka-nerka dalam benak tentang siapa yang baru saja disebut oleh Russel. “Bukankah Putri Isabel adalah putri yang hilang saat masih kecil?” 


 

__ADS_1


“Benar. Dia berusia dua tahun saat mengunjungi London Eye bersama Ratu Hellena. Putri Isabel menghilang secara misterius dan tidak ditemukan sampai sekarang.” 


Ingatan Adrian beterbangan ke masa lalu. Saat menginjak usia remaja, ia pernah mendengar berita yang sempat menghebohkan seluruh pelosok negeri itu.


“Ya, aku pernah membaca artikel tentang putri kecil itu. Mungkin dia hanyut ke sungai dan jasadnya tidak ditemukan.” 


"Sepertinya tidak." Russel tersenyum tipis, lalu mengeluarkan sebuah kotak dari saku mantelnya. Ia geser ke meja, dan dengan cepat diraih oleh  Adrian. Pria itu menatap sebuah perhiasan mewah tersebut.


“Apa ini?” tanyanya sambil meneliti.


“Itu kalung safir milik Ratu Alice,” jawab Russel.


“Kenapa ada padamu?” tanyanya heran. “Jangan bilang kamu merampoknya dari Ratu Alice.” 


Russel hampir terbahak mendengar candaan Adrian, namun dalam hitungan detik wajah Russel kembali ke mode serius.


“Menurut informasi saya dapatkan, kalung itu dihadiahkan Ratu Alice untuk cucunya, Putri Isabel, saat perayaan ulang tahunnya yang ke dua, satu hari sebelum Putri Isabel menghilang secara misterius. Kalung itu saya temukan di kamar pribadi Lara Claire.” 


Russel kemudian menggeser beberapa lembar foto ke atas meja. Adrian langsung menyambar. Meneliti dengan serius. Ia tersenyum setelahnya. Dari bentuk wajah, mata dan rambut ia dapat mengenali pemilik wajah menggemaskan itu. 


“Ini foto Naomi. Bukankah ia lucu sekali saat masih kecil?” 


“Bukan, Tuan. Itu adalah foto Putri Isabel saat perayaaan ulang tahunnya yang ke dua.” 


Sepasang manik hazel Adrian seketika membulat saat otaknya mampu mengurai maksud Russel. Foto di tangannya terjatuh begitu saja. 

__ADS_1


............


__ADS_2