My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 40 : Haruskah Aku Menjawab?


__ADS_3

Adrian menarik lengan Naomi kala wanita itu memilih diam dan tak menjawab pertanyaan David. Ia memposisikan Naomi berdiri tepat di sisinya.


“Karena ternyata kalian sudah sering bertemu sebelumnya, jadi kurasa tidak perlu ada perkenalan lagi.” Adrian memeluk pinggang ramping Naomi dengan posesif, seolah sengaja menunjukkan kepada David. Tak ayal, Gestur yang ditunjukkan Adrian menciptakan kesimpulan sendiri di benak David. 


“Maksudmu ... Naomi adalah—” Ucapan David terpotong di udara. Ia hampir tak percaya dengan apa yang ditemukannya di sana. 


Bagaimana mungkin seorang Adrian Marx menikahi gadis yang masih terbilang sangat muda itu. Apa lagi, David tahu betul bahwa Naomi sama sekali bukan tipe wanita yang bisa disukai oleh Adrian. 


Ya, selama ini Adrian dikelilingi oleh wanita-wanita cantik dan berkelas. Dan jika mereka saja diabaikan oleh Adrian, apa lagi Naomi yang dari segi fisik masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Haylea.


“Ya, kami menikah beberapa waktu lalu,” sambung Adrian. 


David masih melongo tak percaya, dan Adrian dapat melihat sepupunya itu melayangkan tatapan penuh tanya ke arah Naomi. “Aku jadi sangat penasaran bagaimana kalian bisa menikah? Wah, sepertinya aku ketinggalan banyak berita.” 


Namun, Seperti sebelumnya, Naomi memilih bungkam dan hanya menundukkan kepala. Memunculkan pertanyaan di benak Adrian, tentang apa yang membuat Naomi banyak diam.


“Tuan ... nyonya dan Nona Erica sudah menunggu di ruang makan.” Kehadiran seorang pelayan memecah suasana kaku yang tercipta. Adrian menoleh sekilas demi menatap wanita itu. 


"Baiklah," jawabnya singkat.


Mereka lantas menuju meja makan. Seperti biasa, Naomi duduk di sebelah Adrian. Ia juga melayani Adrian di meja makan seperti saat sarapan tadi. Tetapi kali ini lebih banyak diam.

__ADS_1


"Bagaimana persiapan ulang tahunmu, Erica? Apa kamu akan membuat sebuah pesta meriah seperti tahun-tahun sebelumnya." David membuka suara di sela-sela makan malam.


“Tentu saja. Tapi kali ini akan sangat berbeda, karena akan ada tamu spesial nanti,” jawab Erica. 


“Benarkah? Siapa tamu istimewamu? Apa jangan-jangan kamu sudah menemukan seorang pria yang cocok?” duga David. Kali ini sambil tertawa kecil.


“Kamu akan tahu nanti. Ini akan menjadi kejutan untuk semua orang.” Sambil menyuapkan sepotong daging ke mulutnya, Erica melayangkan tatapan penuh makna ke arah Naomi. 


Makan malam berlalu dengan serunya obrolan antara David, ibu dan Erica. Berbeda dengan Adrian dan Naomi yang saling diam.


“Aku sudah selesai,” ucap Adrian yang kini sudah bangkit meninggalkan tempat duduknya.


"Aku baik-baik saja, Bu. Hanya pusing sedikit." Adrian mengulurkan tangannya kepada Naomi. Bahkan ia juga tak peduli walaupun Naomi belum menghabiskan makannya. “Naomi, ayo ikut aku ke kamar!” 


Tanpa kata, Naomi menyambut uluran tangan suaminya. Kemudian meninggalkan meja makan bersama-sama.


"Ada apa dengan Adrian? Tidak biasanya dia tidak menghabiskan makanannya," tanya ibu penasaran.


David pun menyadari perubahan sikap Adrian sejak pertemuan dirinya dan Naomi tadi. Ia mendadak menjadi sangat dingin.


.

__ADS_1


.


.


Setibanya di kamar, Adrian menutup pintu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia mendorong tubuh Naomi hingga terhempas ke tempat tidur.


Menyadari sinyal bahaya, Naomi segera bangkit. Berencana untuk keluar dari kamar, namun sudah terlambat. Adrian telah mengunci pintu terlebih dahulu. 


Dengan gerakan tak terduga tangan Adrian melesat cepat mencengkram kedua lengan Naomi. Melesakkan tubuh kecil itu hingga membentur tubuh tegapnya. Naomi hampir meringis karena cengkraman kuat Adrian seakan sanggup meremukkan tulangnya. 


“Kenapa kamu tidak jawab pertanyaan David tadi? Apa sememalukan itu mengakui aku siapamu?” 


Naomi membeku menatap pancaran penuh kemarahan dari mata Adrian. Ia bahkan dapat merasakan hembusan napas Adrian dari setiap kata yang mendesis di telinganya. 


Dan ini adalah pertama kalinya Naomi tak melawan ataupun memaki seperti biasanya.


“Aku harus jawab apa? Haruskah aku memberitahunya bahwa aku adalah gadis malang yang Anda beli dari Madam Leova untuk dijadikan budak di ranjang? Apa perlu aku jelaskan bahwa setelah bosan Anda akan mengembalikanku pada wanita jahat itu?” 


Hati Adrian mencelos mendengar jawaban menyakitkan itu. Terlebih, dalam sekejap bola mata Naomi sudah berkaca-kaca. 


...........

__ADS_1


__ADS_2