My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 110 : Keputusan Ayah dan Ibu


__ADS_3

"Sejak kapan Kak Hugo di situ?" tanya Naomi dengan tatapan penuh tanya yang mengarah kepada kakaknya. 


"Sejak suamimu mengatakan wajah kita mirip seperti pinang dibelah-belah." 


Adrian memilih berpura-pura tak mendengar sindiran halus sang pangeran dan lebih terfokus kepada Arcello. Jika melayani sang kakak ipar, tentunya akan berbuntut panjang. Ia harus bersiap-siap berdebat dengan dua orang, karena Naomi pun sangat keberatan jika disebut mirip dengan kakaknya. 


Sementara Pangeran Hugo melangkahkan kakinya dan berhenti tepat di depan wastafel. Ia mencuci  tangan hingga bersih, sebelum beralih ke sisi Naomi dan merebut bayi dari tangan sang ibu. Pangeran Hugo sangat menyukai Arcela sejak pertama kali melihatnya. 


"Ayah dan ibu bilang kalian akan tinggal di istana sampai keadaanmu membaik." Ucapan Pangeran Hugo membuat Adrian dan Naomi membelalak. 


"Kenapa harus tinggal di istana? Aku akan tinggal di rumahku sendiri." Naomi mencoba melayangkan protes. 


Baginya ibu ratu bahkan raja sekalipun tidak berhak membuat keputusan sepihak. Terlebih karena Adrian dan Naomi sama-sama tidak menyukai kehidupan di istana. Mereka lebih senang menghirup udara bebas di luar istana yang jauh dari aturan ketat. 


"Kejadian di toilet kemarin membuat ayah dan ibu mengkhawatirkan keamananmu. Karena itulah mereka memutuskan bahwa kalian akan tinggal di istana sampai Arcelo dan Arcela sedikit lebih besar." 


"Aku tidak mau!" tolak Naomi dengan suara yang masih terdengar sedikit lemah. 


"Keputusan raja dan ratu adalah mutlak. Siapapun tidak bisa membantah." Pangeran Hugo tak mau kalah. Malah dengan santai meletakkan kembali Arcela di boks bayi, setelah menghujani wajah menggemaskan itu dengan ciuman. 

__ADS_1


Adrian hanya menjadi penonton perdebatan adik dan kakak itu. Tak pula melayangkan bentuk protes. Meskipun tidak suka kehidupan istana, namun ia masih menghargai keputusan mertuanya. Lagi pula, keamanan Naomi dan kedua anaknya adalah yang paling penting, dan di istana mereka akan dijaga dengan baik. 


"Aku rasa tidak ada salahnya." Ucapan Adrian membuat Naomi melongo. Ia menatap suami dan kakaknya bergantian. 


"Kenapa kamu malah setuju dengan pangeran menyebalkan ini?" 


Pangeran Hugo mendengkus mendengar makian yang disematkan Naomi. Sekarang malah sepasang suami istri itu yang berdebat. 


(Nggak ada harga diri banget gue jadi pangeran mahkota di lapak pasangan neraka ini) ^_^ 


"Bukan begitu. Jika dipertimbangkan memang ada baiknya tinggal di istana untuk beberapa hari. Setidaknya sampai kondisimu benar-benar pulih." Adrian mencoba meyakinkan istrinya. 


Sudut mata Naomi berkerut menatap dua pria pemaksa di hadapannya. Ia mulai merasa suami dan kakaknya punya sifat yang sama, yaitu sama-sama jelek, arogan, dan pemaksa. Biarlah predikat tua bangka hanya milik Adrian seorang. 


Hampir satu jam dihabiskan Pangeran Hugo dengan melayani adik dan saudara iparnya berdebat. Ia baru tersadar saat menerima panggilan dari seorang ajudannya yang mengingatkan mereka masih akan mengunjungi tempat lain. 


Sebagai pewaris kerajaan, Pangeran Hugo mengemban tugas yang tidak ringan. Bahkan dirinya pun kadang bosan dengan semua aturan ketat istana. 


Adrian mengantar kakak iparnya keluar dari paviliun mewah itu. Tetapi, saat di ambang pintu langkah sang pangeran terhenti, lengkap dengan bonus tatapan tajam. 

__ADS_1


Ada apa lagi dengan pangeran aneh ini? 


"Oh ya … aku hampir lupa sesuatu yang penting. Bagaimana dengan mantan kekasihmu yang berusaha mencelakai Isabel? Aku sama sekali belum melihat upayamu untuk memberinya pelajaran." 


"Aku lebih tertarik untuk memberimu pelajaran," ucapnya dalam  hati. 


Adrian mengehembuskan napas panjang. Ia terlalu bahagia sampai hampir lupa dengan urusan Haylea yang sudah berusaha mencelakai Naomi. 


"Aku akan memastikan wanita itu mendapatkan hukuman yang berat." 


"Baiklah. Aku hanya berharap tidak akan ada lagi wanita gila sepertinya yang berasal dari masa lalumu." Kalimat bermuatan sindiran itu tak ditanggapi oleh Adrian. Ia lebih memilih untuk diam.


"Pergilah mencari seorang pacar, Pangeran. Aku rasa kamu sudah kelamaan jomblo." 


Halo teman-teman, Aku sudah kirim karya baru sejak kemarin, tapi belum lolos juga.


Semoga sore ini sudah muncul di ya.


judulnya : PENGKHIANATAN DI MALAM PERTAMA

__ADS_1


__ADS_2