My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 62 : DIA ADALAH ERINA, TUAN!


__ADS_3

“Jangan membuatku mengulang pertanyaanku! Cepat jawab!” Adrian setengah membentak saat Alexa terdiam dengan wajah memucat. 


Tubuh wanita itu semakin gemetar. Sekarang Adrian menghunus tatapan tajam yang seperti sanggup untuk mengoyak tubuhnya. Bahkan bibir Alexa terlihat sulit untuk digerakkan karena gugupnya. 


Kalau Erina benar adalah Nona Naomi, berarti rumor yang beredar bahwa istri Tuan Adrian Marx yang melarikan diri itu benar. 


“Ma-maafkan saya, Tuan.” Alexa tersadar dari lamunan. Kepalanya terus menunduk. Seolah sedang memilih kata yang tepat untuk diberikan sebagai jawaban. Sebab jika salah menjawab, hidup dan kariernya mungkin berakhir detik itu juga. 


Hela napas Adrian yang terdengar berat membuat wanita itu memberanikan diri mengangkat kepala. 


“Jika wanita yang berada di dalam foto itu adalah istri anda, berarti dia adalah Erina Malvina. Petugas kebersihan yang tadi saya pecat,” jawabnya dengan suara terputus-putus. 


Layaknya tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Adrian merasakan tubuhnya gemetar. Pria itu terdiam di tempat seperti kehilangan akal sehatnya. 


“Kamu yakin?” tanyanya hendak memastikan. 


Alexa mengangguk cepat. “Iya, Tuan. Maafkan saya. Saya benar-benar tidak mengenali Nona Naomi. Selain itu dia menggunakan nama yang berbeda. Apa Nona Naomi juga tidak tahu kalau perusahaan ini milik Anda?” 


Adrian tak menyahut. Ia masih berusaha mengurai rasa terkejut yang membuat seluruh tubuhnya kaku. Sesaat setelah mampu mengembalikan kesadarannya, tanpa memerdulikan pertanyaan Alexa, ia berlari keluar. Membuat Alexa turut ikut beranjak mengikutinya.

__ADS_1


“Apa Erina sudah pergi?” tanya Alexa kepada beberapa petugas kebersihan yang sedang bekerja. 


Mereka tampak cukup terkejut dengan todongan pertanyaan yang tiba-tiba. Terlebih sekarang ada sang bos besar yang sedang meneliti setiap bagian ruangan itu. 


“Erina? Dia sudah pergi sekitar sepuluh menit lalu, Nona,” jawabnya. 


Adrian mulai gusar. Secepat cahaya kilat ia berlari menuju halaman kantor. Namun Naomi sudah tak terlihat. Hanya ada beberapa staf yang menatapnya heran. 


"Kalian melihat wanita bernama Erina?"


"Tidak, Tuan."


“Naomi!” teriaknya hingga beberapa kali. Tetapi, sepertinya Naomi memang sudah pergi. Adrian melirik Alexa yang terus mengikuti di belakang. “Kamu tahu di mana alamatnya?”


“Saya tidak tahu, Tuan. Tapi kita bisa meminta datanya dari bagian personalia,” papar Alexa. 


.


.

__ADS_1


Berbekal informasi yang ia dapatkan, Adrian pun bergegas menuju alamat yang tertera pada data diri Erina Malvina. Seorang wanita yang menurut Alexa sangat mirip dengan istri Adrian. Bahkan semua karyawan kantor turut membenarkan. 


Senja telah berganti petang ketika beberapa sedan mewah berhenti tepat di sebuah kawasan pemukiman sederhana. Adrian tergesa-gesa turun dari mobil, bahkan sebelum sang sopir membukakan pintu. 


Beberapa warga sekitar pun dibuat terkejut dan bertanya-tanya. Ada yang mendekat, ada pula yang hanya menatap dari rumah masing-masing.


Adrian menatap sebuah rumah sederhana tak jauh darinya. Sedikit rasa lega menjalar di hati kala melihat salah satu lampu menyala, yang menandai adanya penghuni di rumah tersebut.


"Kamu yakin ini rumahnya?" tanya Adrian kepada sopirnya.


"Iya, Tuan. Alamatnya sesuai dengan yang tertera dalam data diri Nona Erina Malvina."


Adrian menarik napas dalam, lalu melangkah menuju pintu dengan ragu. Tangannya terangkat untuk mengetuk pintu.


Ia terdiam sebentar menunggu sahutan.


“Naomi ...,” panggil Adrian. “Ini aku. Buka pintunya. Aku kemari untuk menjemputmu.”


.

__ADS_1


.


__ADS_2