
"Oh ya, aku hampir lupa. Bagaimana keadaan Bruno, dia kan diserang saat aku diculik?" tanya Naomi yang mendadak teringat kepada sopir pribadi suaminya.
"Dia baik-baik saja. Hanya ada beberapa luka sayatan."
"Lalu Layla dan Mathilda?"
"Mereka juga baik. Mathilda terluka tapi tidak begitu parah. Sedangkan Layla hanya kena lecet dan tidak perlu dirawat."
Lega rasanya perasaan Naomi. Setelah rasa bersalah menghantuinya selama dua hari belakangan.
"Syukurlah. Aku jadi tidak enak karena banyak orang yang berkorban untukku. Justin juga. Dia tertembak karena melindungiku dari wanita jahat itu."
Sebelah tangan Adrian mengusap rambut panjang istrinya. "Tenang saja. Nanti kita beri mereka hadiah yang layak sebagai ucapan terima kasih."
"Benarkah?" tanyanya, disusul anggukan oleh Adrian. "Ah, terima kasih, Sayang. Kamu baik sekali."
Termenung, Adrian kehilangan kata-kata.
Apa? Sayang?
Perlahan rasa hangat terasa menjalar ke hati pria itu. Ini adalah pertama kali Naomi menyemakan panggilan sayang untuknya. Sebuah panggilan langka yang seperti sanggup membuatnya melayang di udara.
"Kamu memanggilku apa barusan?"
Naomi seketika tersadar. "Memangnya kenapa?"
"Aku tidak bisa mendengarnya dengan baik. Coba ulangi!" pinta Adrian menatap Naomi dengan menuntut.
"Memangnya tadi kamu dengar aku memanggil apa?"
"Aku dengar kamu memanggilku sayang. Ayo ulangi lagi!"
__ADS_1
Merah sudah pipi Naomi. Tadi, mulutnya refleks memanggil sayang akibat terlampau bahagia. "Telingamu buatan perusahaan swasta ya, Tuan. Makanya kurang berfungsi dengan baik."
Adrian menghela napas panjang. "Apa hubungannya? Huh, sudah lah. Aku lupa kalau istriku ini buatan kerajaan."
Naomi tertawa.
"Ngomong-ngomong, aku juga tertembak karena melindungimu. Apa tidak ada hadiah untukku?"
"Tentu saja ada. Aku akan memberimu hadiah yang tidak terlupakan."
"Benarkah? Memangnya hadiah apa yang mau kamu berikan kepadaku?" Sudah terlihat menggebu dan penasaran.
"Aku sedang memikirkannya baik-baik."
Keduanya masih terlibat perdebatan ketika pintu ruangan itu diketuk. Naomi segera berjalan menuju pintu. Kehadiran sosok di ambang pintu membuatnya melotot.
"Ayah, Ibu ...."
"Kenapa kamu jadi terkejut begitu? Apa kedatangan kami mengganggu?" tanya wanita berpenampilan anggun itu.
Ratu Hellena dan Raja Arthur masuk ke ruangan itu. Naomi menatap keluar. Ada beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu. Ia menggeleng pelan. Sungguh, kehidupan kaum bangsawan sangat berbeda. Kemana pun akan ada para pengawal yang mengikuti.
"Selamat datang Yang Mulia. Maaf tidak bisa menyambut Anda," ucap Adrian.
"Jangan memanggil seperti itu. Panggil ayah dan ibu saja. Kita tidak sedang berada di istana," ucap sang ayah mertua.
Adrian membungkukkan kepala.
"Ayah Ibu ... kalian ke sini bukan untuk mengajakku pulang, kan?" tanya Naomi yang kini sudah duduk di sebelah suaminya.
"Naomi sopanlah dengan orang tuamu," tegur Adrian membuat Naomi menunduk.
__ADS_1
"Tolong jangan memintaku tinggal di istana, Bu. Protokol istana sangat tidak cocok untukku. Aku akan membuat kalian malu nanti." Ia melingkarkan tangan di lengan Adrian sebagai bentuk permohonan agar tak dipisahkan lagi.
Pasangan paruh baya itu tertawa kecil.
"Tentu saja tidak, Nak. Kami kemari hanya untuk bertemu kalian. Lagi pula kami belum pernah bertemu dengan suamimu."
Raja Arthur menatap Adrian. "Terima kasih sudah melindungi putriku selama ini. Kami sudah dengar tentang pertemuan kalian dan kami sangat bersyukur Isabel bertemu dengan seseorang yang tepat."
"Artinya ayah dan ibu akan membebaskanku?" tanya Naomi.
"Kamu sudah menikah dan anak yang sudah menikah berhak untuk menentukan hidupnya sendiri. Tapi pintu istana akan selalu terbuka untuk kalian."
"Terima kasih, Bu. Untung Ibu dan Ayah tidak arogan dan pemaksa seperti Pangeran Hugo yang menyebalkan itu."
"Naomi!" Adrian melayangkan cubitan di pinggang.
*
*
*
*
Halo teman-teman cuma mau ngasih tau 🤭. Aku sedang mengikuti lomba menulis horor dan sudah terbit dengan judul Asrama Berdarah.
Klik profilku, nanti akan muncul judul "Asrama berdarah". Atau ketik "kolom langit" di kolom pencarian. nanti akan muncul judul judul karyaku.
Mohon dukungannya dengan meninggalkan Like dan Komentar ya, karena salah satu point penilaian berdasar atas jumlah like.
__ADS_1
Gak usah dikasih vote. cukup like aja.
Terima kasih 🤗🤗🤗