My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 87 - Tolong Lepaskan Aku!


__ADS_3

Hilangnya Naomi menggemparkan tidak hanya di rumah keluarga Marx, tetapi juga di istana. Pemeriksaan dan pencarian dilakukan di mana-mana. Pihak istana telah mengerahkan banyak personil untuk melakukan penyisiran di setiap sudut kota. Sudah berlangsung semalam penuh, namun Naomi belum ditemukan juga. 


Dan dalam waktu singkat itu, berita hilangnya Naomi telah tersebar ke seluruh pelosok negeri. 


“Argh!” teriakan seorang wanita menggema setelah melihat tayangan televisi. Gelas minuman di tangan ia hempas ke lantai hingga pecahannya berhamburan. 


“Aku harus bagaimana sekarang? Mereka melakukan pemeriksaan di setiap sudut jalan. Aku tidak akan bisa membawa wanita itu kemana-mana.” 


Ia menjambak rambut dengan kedua tangan. Hela napasnya terdengar berat dan frustrasi.


"Dan ada hubungan apa antara Naomi dengan keluarga kerajaan? Kenapa pihak kerajaan ikut melakukan pencarian?"


Wanita itu berjalan mondar mandir dengan gelisah seraya mengusap wajah.


"Nona Erica!" Panggilan itu mengalihkan perhatiannya sejenak. Seorang pria berdiri di sudut ruangan dengan memasang wajah tegang.


"Ada apa?" bentaknya tak sabar.


"Saya baru mendapatkan informasi bahwa penjagaan diperketat. Kita tidak akan bisa keluar kota, karena pihak istana sudah mengerahkan kepolisian untuk memeriksa di semua perbatasan."


"Aku sudah tahu, aku sudah lihat beritanya di TV tadi."

__ADS_1


Pria bertubuh besar itu menarik napas dalam. "Maafkan saya, Nona. Apa tidak sebaiknya kita membebaskan Nona Naomi saja? Ini sangat beresiko, Nona Naomi ternyata adalah Putri Isabel, putri bungsu kerajaan."


"Apa?" Bola mata Erika membulat penuh. Ia pasti sudah jatuh membentur lantai jika tidak berpegangan.


"Iya, Nona. Saya baru saja mendapatkan informasi dari orang terpercaya. Dan kalau kita berani macam-macam dengan anggota keluarga kerajaan, kita pasti akan dihukum berat."


Menghempas tubuhnya di kursi, Erica menenggak minuman di hadapannya. Kebisuan tercipta selama beberapa saat.


"Saya bisa membawa Nona Naomi keluar dari sini dan kita akan selamat."


Erica menyorot pria di hadapannya penuh amarah. Kedua bola matanya memerah.


"Tidak! Aku tidak akan melepas wanita itu. Yang aku inginkan hanya nyawa Naomi Claire."


"Aku tidak peduli! Aku hanya ingin membalas apa yang mereka lakukan padaku. Terutama wanita itu. Dialah yang membuat Adrian mengusirku dari rumah."


Erica beranjak keluar, menuju sebuah ruangan yang terdapat di sudut rumah kecil itu. Begitu memasuki kamar, Naomi tampak terbaring di atas sebuah karpet tua, bergerak-gerak lemah seperti sedang berusaha membuka ikatan tubuhnya.


"Bagaimana kabarmu, Naomi Claire? Apa kamu masih mengingatku?" tanya Erica.


Pencahayaan kamar yang redup membuat Naomi tak mengenali pemilik suara itu. Hingga akhirnya, lampu menyala setelah Erica menekan saklar di dinding.

__ADS_1


"Erica?" Sepasang netra Naomi melebar saat baru tersadar dirinya sedang disekap Erica.


"Bagus sekali. Ternyata kamu tidak melupakanku." Ia terkekeh pelan dan terdengar begitu menakutkan bagi Naomi.


"Lepaskan aku! Kenapa kamu mengikatku di sini?"


Tawa menggelegar di ruangan itu kala Naomi meronta-ronta dengan sisa tenaga. Ukuran perut yang membesar membuat ruang geraknya terbatas.


"Kamu tahu, aku sangat mencintai Adrian. Jadi kalau aku tidak bisa memiliki Adrianku, maka wanita lain pun tidak boleh memilikinya."


Erica mengeluarkan sebuah senjata api dari saku celana, dan kemudian ia arahkan ke perut Naomi. Senyum tipis terlukis di sudut bibirnya.


"Berani sekali kamu mengandung anak Adrian! Hanya aku yang boleh memiliki anak dari Adrian, kamu mengerti?"


"Tolong lepaskan aku!" teriak Naomi sekali lagi.


"Santai sedikit, gadis pelayan. Aku pasti akan melepaskanmu dari sini. Tapi saat kamu sudah tidak bernyawa lagi."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2