My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 81 : Sembunyikan Info Tentang Naomi


__ADS_3

“Jadi maksudmu ... kemungkinan Naomi adalah ....” Ucapan Adrian menggantung di udara. Kepingan keraguan tiba-tiba menyerangnya detik itu juga. 


“Benar. Kemungkinan besar Nona Naomi adalah anak bungsu Putri Hellena dan Pangeran Arthur. Putri Isabel menggunakan kalung safir ini saat hilang. Dan kalungnya ada di kamar pribadi Lara Claire. Selain itu, usia Nona Naomi dan Putri Isabel sama.” 


Belum ada kata yang dapat terucap dari mulut Adrian. Analisa Russel belum sepenuhnya dapat diterima oleh akal sehatnya. Selama beberapa saat ia diam membisu dan baru tersadar ketika mendapat guncangan pada bahunya. 


“Anda baik-baik saja?” tanya Bruno, membuyarkan lamunan Adrian.


“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit terkejut," jawabnya.


"Kalau saya malah terkejut banyak, Tuan," celetuk Bruno.


Sorot tajam Adrian mengarah kepada sang sopir. Layaknya senjata tajam yang mampu membelah tubuh Bruno menjadi dua bagian. Pria itu tersenyum sambil mengusap punggung lehernya.


"Hehe, maksud saya ... saya tidak menyangka bahwa Nona Naomi adalah seseorang yang berasal dari kasta bangsawan."


Adrian menghembuskan napas kasar, lalu menatap Russel. "Tapi bukankah Ken mengaku bahwa Naomi adalah anak yang diadopsi ibunya dari panti asuhan?"


“Ya. Dia berbohong soal itu dan baru mengakuinya saat saya memberi sedikit ancaman.” 

__ADS_1


Adrian menatap semakin dalam dan menuntut sebuah penjelasan. 


"Lara Claire memiliki dendam kepada keluarga kerajaan karena memenjarakan suaminya. Lalu, tidak berapa lama dia juga diberhentikan. Hidup mereka jadi serba kekurangan. Entah bagaimana cara Lara Claire menculik Putri Isabel dan mengakuinya sebagai anak, serta mengganti namanya. Setelah itu dia membawa Ken dan Nona Naomi berpindah dari satu kota ke kota lain. Setelah merasa aman, baru mereka kembali ke kota ini. Tapi karena hidup serba kekurangan dan tertekan dalam persembunyian, Lara Claire mengalami depresi berat. Dia memilih mengakhiri hidupnya.” 


Potongan masa lalu kembali terbayang di benak Adrian. Ia masih ingat ucapan Naomi saat Adrian berhasil menyelamatkannya dari tangan Ken.


“Jadi karena itu Naomi bilang dia adalah penyebab ibunya meninggal?” 


“Benar. Ken membenci Nona Naomi karena merasa Nona Naomi adalah penyebab kematian orang tuanya,” ungkap Russel.


Senyap kembali mendera. Beberapa menit ketiganya terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Penculiknya tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Sejak kabar Putri Isabel beredar, banyak pihak yang mengaku mengetahui keberadaannya demi mendapatkan keuntungan. Itu membuat pihak istana geram. Pencarian berlangsung selama beberapa bulan. Pihak keluarga kerajaan akhirnya menyatakan bahwa Putri Isabel sudah tewas terbawa arus sungai Thames dan tenggelam. Setelah itu pencarian ditutup."


Adrian termenung.


"Tapi saya menemukan informasi bahwa belakangan ini Pangeran Hugo memerintahkan untuk melanjutkan penyelidikan. Dia meyakini bahwa adiknya masih hidup, selama jasadnya belum ditemukan.”  


“Kamu tahu dari mana mereka melanjutkan penyelidikan?” 

__ADS_1


“Saya punya informan terpercaya, Tuan. Saat ini Pangeran Hugo sedang mencari info para bekas pelayan istana, termasuk Lara Claire.” 


Deg! Perasaan Adrian semakin tak karuan. Rasa kehilangan yang teramat besar kembali menghantuinya.


“Kalau Naomi tahu bahwa dia adalah seorang putri bangsawan, apa dia akan meminta bantuan keluarganya untuk terbebas dariku?” 


“Selain itu keluarga kerajaan tidak akan membiarkan seorang putri tinggal di luar istana. Mereka pasti akan memboyong Naomi ke istana.” 


Lamunan Adrian terbang jauh seiring dengan kelopak matanya yang terpejam. Ia lalu menyorot Russel dan Bruno. "Aku ada perintah untuk kalian."


"Saya siap, Tuan," jawab Bruno.


“Aku ingin semua informasi tentang Naomi dan Ken disembunyikan. Hal sekecil apapun itu. Jangan sampai Pangeran Hugo menjangkau mereka.” Perintah Adrian kali ini membuat Bruno cukup terheran.


“Tapi kenapa, Tuan? Bukankah Anda mau mempertemukan Nona Naomi dengan orang tua kandungnya?"


Adrian memilih diam. Rasa frustrasi terasa melumpuhkan akal sehatnya. 


"Seorang putri bangsawan akan kehilangan gelar saat menikah dengan orang biasa dan Naomi akan membenciku karena itu."

__ADS_1


***


__ADS_2