My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 111 : Kamu Sedang Menanyakan Gaji Atau Jabatan?


__ADS_3

Adrian kembali ke paviliun setelah mengantar Pangeran Hugo. Begitu memasuki kamar, Naomi tampak sedang dibantu oleh seorang perawat yang memberi arahan dalam menyusui bayi. Naomi yang selama hidupnya baru pertama kali menggendong bayi itu pun kebingungan dan kaku. Bahkan ia sempat merasa aneh saat menyusui bayinya. 


Perawat akhirnya keluar setelah Naomi mulai paham. Adrian masih duduk di sofa sambil memainkan ponsel. Terlihat sangat serius. 


"Sayang, aku harus keluar sebentar. Kamu tidak apa-apa di sini?" tanya Adrian. 


Naomi mendongak menatap suaminya yang sudah berdiri di depan cermin untuk merapikan pakaiannya.


"Mau ke mana?" 


"Aku ada urusan sebentar. Layla dan Mathilda ada di depan, kalau butuh sesuatu panggil saja mereka. Atau kalau mau aku bisa minta ibu atau nenek menemanimu di sini," tawar Adrian.


"Aku tidak apa-apa. Jangan merepotkan mereka. Ibu dan nenek pasti sedang istirahat karena semalaman menjagaku."


"Baiklah." Adrian mendekat dan mencium puncak kepala sang istri serta kedua anaknya. "Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku." 


"Iya."


Adrian segera keluar dari paviliun mewah itu. Bruno sudah ada di depan menunggu. Begitu keluar dari pintu masuk rumah sakit, Adrian langsung menjadi serbuan para pencari berita. Ia bahkan harus mengambil langkah seribu menunju mobil, karena terus diberondong pertanyaan.


Tak tahu harus menjawab yang mana lebih dulu, selain itu ia sedang terburu-buru.


Bruno dengan cepat menginjak pedal gas sehingga mobil melaju meninggalkan rumah sakit setelah melihat tuannya duduk di belakang. 

__ADS_1


"Apa pihak istana belum melakukan konferensi pers?" tanya Adrian yang sedang mengatur napas yang memburu. 


"Sudah, Tuan. Tapi sepertinya mereka menunggu pengumuman resmi dari Anda," jawab Bruno sambil sesekali melirik ke belakang melalui kaca spion. 


Adrian menyandarkan punggungnya sambil menghela napas panjang. "Aku belum punya waktu. Sekarang yang terpenting adalah kondisi Kesehatan Naomi dan kedua anakku." 


"Anda benar. Tapi sepertinya mereka tidak akan pergi sebelum mendapat konfirmasi dari Anda." 


"Nanti saja. Aku harus menyelesaikan hal penting ini dulu." 


Mobil melesat membelah keramaian jalan siang itu. Sambil menunggu tiba di tempat yang dituju, Adrian membuka galeri ponsel. Kemudian menatap lekat wajah yang tampil pada layar. 


Tanpa sadar bibirnya melengkung membentuk senyuman. Padahal belum lima menit ia meninggalkan rumah sakit, tetapi sudah sangat merindukan anak-anaknya. 


"Iya, Tuan." 


"Sepertinya aku mau memberi hadiah untuk Naomi karena perjuangannya melahirkan anak-anakku. Menurutmu, hadiah apa yang bagus?"


Bruno terdiam sejenak. Entah mengapa setiap Adrian meminta saran, ia merasa tubuhnya merinding. Sebab sarannya selalu saja membuat Adrian naik pitam.


"Anda bisa mengajak Nona Naomi berkeliling dunia, Tuan. Ke Paris, Swiss, Iceland, Italia, Tokyo, Maldives, Barcelona. Saya rasa Nona Naomi akan sangat bahagia."


Adrian tampak berpikir sejenak, memikirkan beberapa negara yang baru saja disebutkan Bruno.

__ADS_1


"Baiklah, saranmu bagus juga. Kalau begitu tolong urus semuanya. Aku akan tambahkan beberapa negara lain."


Bruno tersenyum mendengar pekerjaan berat yang diberikan Adrian kepadanya. Sekilas sorot matanya mengarah ke kursi belakang. Dari sana ia dapat melihat wajah bahagia tuannya. 


"Tuan, apa boleh saya tanya sesuatu?" ucap Bruno, sambil terus berkonsentrasi pada jalan-jalan di depan. 


"Karena hari ini aku sedang berbaik hati, jadi kamu boleh bertanya apapun." Adrian menjawab tanpa melirik Bruno. Tatapannya tertuju pada foto anak-anaknya. 


Bruno mengusap dada pelan.


"Sebenarnya saya agak bingung mau bertanya mulai dari mana."


"Tidak usah basa-basi. Sebenarnya kamu mau bertanya apa?" tanya Adrian.


"Sebenarnya pekerjaan saya sopir pribadi atau asisten pribadi, Tuan?" 


Mendadak senyum yang menghiasi bibir Adrian meredup. Ia dapat menangkap maksud terselubung dari pertanyaan kurang sopan sopirnya itu. 


"Jadi sebenarnya kamu sedang menanyakan kenaikan gaji atau kenaikan jabatan?" 


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2