My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 37 : Mengharapkan Pangeran Penyelamat


__ADS_3

Adrian kembali ke kamar setelah memergoki Naomi memaksa Nenek Camila meminum obat secara halus. Bahkan Naomi tak membutuhkan usaha keras untuk membuat Nenek Camila yang keras kepala masuk ke dalam jebakannya.


Mungkin, di mata orang lain Naomi hanyalah gadis culun dan sama sekali tak menarik. Tetapi tidak bagi Adrian. Di balik tampilan culun dan sederhana itu, ada magnet kuat yang terus menariknya.  


Sikapnya yang pembangkang, bibir mungilnya yang selalu melontarkan makian, sifat jahil yang kadang terlihat sangat menggemaskan. Bahkan bekas gigitan Naomi semalam masih membekas di bahu Adrian. Dan anehnya, setiap kelakuan Naomi bukannya membuat Adrian kesal, tetapi justru mengusir rasa jenuh. Mewarnai hidup Adrian yang kelabu. 


Adrian melepas pakaian formal yang membalut tubuhnya seharian ini dan memasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Kini tubuh kekarnya hanya terbalut handuk putih. Ia lalu masuk ke kamar mandi dan berendam di air hangat. 


“Nyaman sekali.” Berendam membuat otot-ototnya yang terasa kaku menjadi lebih rileks. Adrian bersandar pada tepi bath up dengan pikiran dipenuhi bayangan Naomi. 


"Seharusnya aku membencimu, kepiting kecil," ucapnya, mengingat Naomi adalah adik kandung dari pria yang telah menghancurkan hubungannya dengan Haylea. "Tapi kenapa malah sebaliknya?"


Hampir tiga puluh menit dihabiskan Adrian untuk berendam, sampai akhirnya keluar dari kamar mandi. Ia merasa lebih segar sekarang. 


Adrian sedang berdiri di sisi lemari ketika Naomi memasuki kamar. Tanpa memerdulikan keadaan sekitar, wanita itu menutup pintu dan membuka kemejanya. Sepertinya belum menyadari keberadaan Adrian di kamar. 


“Huh, ternyata bukan hanya penyakit yang bisa menurun. Karakter juga bisa menurun. Nenek benar-benar seperti berada dalam satu cetakan dengan predator berkedok manusia itu, Tuan Adrian Marx yang terhormat.” 


Adrian terdiam di tempat mendengarkan omelan Naomi. Wanita itu berdiri di tepi ranjang sambil membuka celana berbahan denim yang menampilkan lekukan pinggangnya yang ramping. Menyisakan dalaman berbentuk segitiga berenda. 


Naomi memberi pijatan lembut pada tengkuk lehernya. “Sekarang aku harus mandi sebelum Tuan Adrian yang berasal dari planet Mars itu datang dan merusak suasana hatiku lagi.” 


Ia kembali menghembuskan napas lelah.

__ADS_1


“Tuhan, apa sama sekali tidak ada rencana untuk mengirim seorang pangeran ke dalam kehidupanku? Seseorang yang mungkin bisa membebaskanku dari tawanan Tuan adrian?” 


Mendadak senyum di bibir Adrian meredup mendengar ucapan Naomi. Tanpa sadar tangannya mengepal. 


“Berani sekali dia mengharapkan ada seseorang yang membebaskannya dariku!” 


Bibir Adrian mengatup rapat. Naomi terus mengomel layaknya burung beo. Sekarang wanita itu meraih handuk dan membalut tubuhnya. Kemudian melepas benda berbentuk segitiga dari pinggangnya dan melemparkan asal—yang sialnya malah mendarat tepat di wajah Adrian. 


Adrian mendengus dalam pencahayaan temaram kamar. Sementara Naomi segera menyalakan lampu. Kontan saja sepasang bola matanya membeliak saat melihat sosok tak jauh darinya. Apa lagi benda keramat miliknya sedang bertengger manja di wajah Adrian. 


Sejak kapan dia ada di sini? 


“Ini pertama kalinya ada yang melemparku dengan benda seperti ini.” Adrian menyingkirkan benda kecil itu dari wajahnya, lalu memasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. 


Menyadari sinyal bahaya, kaki Naomi perlahan bergerak mundur. Ia harus segera menyiapkan antisipasi jika Adrian menyerangnya.


“Apa Anda punya kemampuan apparate seperti di film Harry Potter, Tuan. Anda tiba-tiba ada di sini?” ucapnya berusaha menghibur.


Adrian menyeringai. “Tidak! Aku hanya tahu cara menggunakan mantra wingardium leviosa!” 


Naomi semakin mundur. Teringat jenis mantra yang baru saja diucapkan Adrian, dan Naomi paham maksudnya, bahwa Adrian akan mengangkat tubuh kecilnya seringan kapas. Tentu saja menuju tempat tidur.


"Lain kali saja! Aku sedang tidak tertarik berguling di kasur denganmu!" Secepat cahaya kilat di angkasa, Naomi membalik tubuhnya. Terburu-buru masuk ke kamar mandi dan menutup pintu rapat.

__ADS_1


Brak!


Aarrgg!!


Kening Adrian baru saja membentuk pintu kala berusaha mengejar Naomi. Ia mendengus sebal sambil mengusap kening.


"Naomi ... buka pintunya atau kudobrak!" teriak Adrian. Tetapi Naomi sama sekali tak peduli. Suara cekikikan bahkan terdengar dari dalam sana.


“Hey, Tuan Adrian jelek, arogan dan pemaksa! Cobalah menggunakan mantra Alohomora. Mungkin saja Anda bisa menembus pintu tebal ini.”


*


*


Apparate : Kemampuan menghilang dan muncul di tempat lain dalam film Harry Potter


Wingardium Leviosa : Mantra yang digunakan untuk meringankan semua jenis benda termasuk manusia


Alohomora : Mantra untuk membuka pintu atau gerbang yang terkunci 


*


*

__ADS_1


__ADS_2