My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 40 : Seorang Pangeran Penyelamat


__ADS_3

Tok Tok Tok 


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Adrian. Ia menatap ke arah pintu yang menutup rapat.


“Masuk!” sahutnya singkat.


Detik itu juga pintu pun terbuka disusul dengan kehadiran seorang pria, yang mana membuat senyum mengembang di bibirnya.


“David?” 


“Hai ... lama tidak bertemu,” sapa pria itu dengan senyum cerah.


Pria yang merupakan saudara sepupu Adrian itu melangkah masuk. Adrian langsung bangkit dan menyambutnya dengan pelukan hangat. Mereka saling menepuk pundak.


“Aku pikir kamu akan tinggal di Paris dalam waktu yang lama,” ucap Adrian sesaat setelah melepas pelukan.


“Tadinya memang begitu. Tapi aku memutuskan untuk kembali lebih awal. Ayah memintaku membantu mengurus perusahaan.” 


“Itu lebih baik. Memang sudah waktunya ayahmu pensiun,” sambung Adrian. Mengingat saudara dari mendiang ayahnya itu sudah cukup berumur.


Adrian mempersilahkan saudara sepupunya untuk duduk. Mereka menghabiskan beberapa waktu untuk mengobrol santai.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, aku dengar dari Erica bahwa kamu sudah menikah.” David melayangkan kepalan tinju tepat di bahu Adrian. “Aku cukup terkejut saat Erica bilang kamu menikahi wanita lain, bukannya Haylea.” 


Mendengar nama pengkhianat itu saja sudah membuat mood Adrian memburuk. Senyum di bibirnya perlahan menghilang. “Jangan sebut nama wanita itu. Aku benci mendengarnya!” 


“Memang ada apa dengannya?” tanya David penasaran. Sebab, ia belum tahu apa yang menjadi penyebab kandasnya hubungan Adrian dan Haylea, padahal mereka lama berpacaran.


“Sudahlah aku tidak mau membahasnya.” 


David mengangguk mengerti. Ia tahu seperti apa sosok Adrian. “Baiklah, lupakan tentang dia. Tapi aku penasaran dengan istrimu. Sepertinya aku harus berkenalan dengan wanita beruntung yang berhasil mendapatkan posisi nona muda di rumah ini.” 


Adrian hanya memberi respon dengan senyuman. 


Saat melewati ruang tengah, bersamaan dengan Naomi yang sedang menuruni tangga bersama seorang pelayan. David terdiam di tempat sambil menatap sosok wanita muda yang tampak tak asing baginya. 


“Hey ... kamu ... Naomi, kan?” 


Langkah Naomi mendadak terhenti. Ia menatap David seperti sedang berusaha mengingat sesuatu. Dan sama seperti David, dirinya pun cukup terkejut saat mampu mengingat pria yang baru saja menyapanya itu. "Kak David?"


Sementara Adrian menatap Naomi dan David bergantian. “Tunggu! Kalian saling kenal?” tanya Adrian membuat David tersadar dari keterkejutan.


“Iya, kami pernah bertemu beberapa kali. Iya kan, Nom-Nom?” ujarnya ramah.

__ADS_1


Dahi Adrian berkerut dalam. Apa lagi saat mendengar panggilan lucu yang disematkan David untuk Naomi.


“Bertemu di mana?” 


“Naomi, boleh aku ceritakan?” tanya David disambut dengan anggukan kepala oleh Naomi.


David pun menceritakan kepada Adrian tentang pertemuannya dengan Naomi. “Ceritanya panjang. Waktu itu aku menolong Naomi saat dipukuli oleh kakaknya yang jahat itu. Sejak saat itu kami sering bertemu, sebelum aku berangkat ke Paris.” 


Jadi mereka sudah kenal selama itu? Dan David sering membantu Naomi. Kebetulan macam apa ini?


Tanpa terkendali, pikiran Adrian langsung tertuju pada ucapan Naomi di kamar tadi. Naomi mengumpat dan mengharapkan kehadiran seorang pangeran untuk menyelamatkan dirinya dari tawanan Adrian.


Adrian lantas menikam Naomi dengan tatapan tajam kala istrinya itu memandangi David tanpa berkedip.


“Oh ya, Naomi ... sedang apa kamu di rumah ini?” tanya David. 


Membuat Adrian kembali menghunus tatapan tajam. Menunggu akan seperti apa jawaban yang diberikan Naomi.


...........


 

__ADS_1


__ADS_2