My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 44 : Pillow Talk - Adrian Naomi


__ADS_3

"Kenapa belum tidur? Apa perlu aku panggilkan Dementor supaya kamu bisa melupakan semua masalahmu?"


Adrian memandangi wajah Naomi lekat, lalu merentangkan satu lengan agar Naomi dapat menggunakannya sebagai bantal. Naomi tak menolak, ia merebahkan kepalanya di lengan kokoh Adrian.


"Percuma saja. Dementor tidak akan bisa menyerap apapun dari tubuhku."


"Kenapa tidak bisa?"


"Bukankah Dementor itu hanya menyerap kenangan indah dalam ingatan seseorang? Sedangkan aku tidak memiliki itu. Yang ada di ingatanku hanya kenangan buruk."


Entah mengapa ucapan polos Naomi mendorong Adrian untuk memeluknya lebih erat. "Kalau begitu aku yang akan menjadi mantra Expecto Patronum untukmu saja."


"Anda juga tidak bisa melakukannya, Tuan!"


"Kenapa tidak bisa?" Dahi Adrian berkerut tipis, sekilas Naomi menatapnya.


"Bukankah Anda adalah jelmaan Lord Voldemort?"


Adrian pasti sudah tertawa jika tak mengingat saat ini Naomi sedang bersedih. Bibir mungil nan menggemaskan itu selalu saja mengucapkan kalimat tak terduga.


"Berarti kamu adalah Bellatrix Lestrange? Hemm, aku jadi takut kamu akan mengutukku."


"Dengan mantra Cruciatus Curse dan mengirimmu ke Penjara Azkaban?"


Bibir Adrian mengatup rapat demi menahan tawa. "Lupakan tentang Harry Potter. Apa kamu tidak ada rencana mengubah panggilanku? Sejak awal kamu terus memanggilku tuan. Kamu tidak tahu bahwa itu sangat menggangguku?"


"Tapi sebelum itu, apa boleh aku tanya sesuatu?"


Adrian mengangguk.


"Kenapa Anda tiba-tiba memperlakukanku dengan lebih manusiawi? Aku 'kan jadi tidak enak memaki."


Pecah sudah tawa Adrian. Ia memeluk Naomi dan menghujani wajahnya dengan ciuman.

__ADS_1


.


.


Paginya ....


Perlahan kelopak mata Naomi terbuka kala mendengar suara gemercik air yang berasal dari kamar mandi. Ia duduk bersandar dengan memeluk selimut di dadanya.


Tangannya bergerak memijat tengkuk leher yang terasa pegal. Semalam, Adrian tak pernah melepas pelukan hingga pagi menjelang. 


Pandangan Naomi mengarah ke pintu kamar mandi yang terbuka. Disusul dengan kemunculan Adrian yang hanya terbalut handuk sebatas lutut. 


“Kamu sudah bangun?” tanyanya.


Naomi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Sekilas menatap Adrian yang pagi ini sangat berbeda. Wajah yang biasanya sangar itu menjadi lebih ramah.


“Bangunlah ... mandi dan sarapan.” Adrian mendekat dan mengusap puncak kepala Naomi. “Aku meminta mereka membawakan sarapan untukmu ke kamar. Jadi kamu tidak perlu sarapan di bawah bersama ibu dan Erica.”


Adrian sudah terlihat gagah dalam setelan pakaian formal. Berdiri di depan cermin sambil menyisir rambut. 


“Aku akan pergi dulu. Kalau butuh sesuatu kamu boleh panggil salah satu pelayan di bawah, atau hubungi aku saja.” 


Ia kembali mendekat. Membungkukkan badan dan mencium puncak kepala wanita itu. Naomi yang masih dipenuhi pertanyaan kembali menatap punggung suaminya, yang kemudian menghilang di balik pintu. 


.


.


"Naomi di mana, Adrian? Kenapa tidak turun untuk sarapan bersama?" tanya Erica di sela-sela sarapan pagi. Ketiadaan Naomi di meja makan membuatnya bertanya-tanya.


"Naomi akan sarapan di kamar."


"Memang kenapa, apa dia sakit?" tanyanya lagi, seolah sedang khawatir.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja, hanya butuh istirahat."


"Benarkah? Padahal hari ini aku mau berbelanja dan ingin mengajaknya ikut denganku."


Adrian menyeruput secangkir teh manis, lalu menatap Erica dengan curiga. "Mengajak Naomi berbelanja? Apa kamu benar-benar mau mengajaknya atau ada maksud lain?"


Ucapan frontal Adrian membuat itu memicingkan mata, seolah tak terima dengan tuduhan itu.


"Adrian, apa maksudmu? Apa kamu sedang menuduh Erica?"


"Bukan menuduh, tapi memperingatkan," balas Adrian masih santai.


Wajah Erica mendadak tertekuk. Ucapan sarkas dari Adrian membuat tubuhnya merinding.


"Dengar semua ... aku tidak akan memaafkan siapapun yang memperlakukan Naomi seperti budak di rumah ini seperti kemarin. Jadi jangan coba membuat masalah dengan Naomi lagi."


Ibu dan Erica diam dan saling tatap.


"Dan peringatan ini tidak hanya berlaku untukmu, tapi juga untuk ibu."


.


.


.


Dementor : Makhluk jahat yang bisa menyerap kenangan indah dalam ingatan manusia dan hanya menyisakan kenangan buruk.


Penjara Azkaban : Penjara paling mengerikan dalam film Harry Potter.


Lord Voldemort : Penyihir paling jahat di Film Harry Potter.


Expecto Patronum : Mantra pelindung.

__ADS_1


__ADS_2