My Sexy Little Wife

My Sexy Little Wife
Bab 55 : MENGHILANG TANPA JEJAK


__ADS_3

Adrian menjadi sangat panik ketika tidak menemukan keberadaan Naomi di ruangan itu. Untuk beberapa saat ia seperti kehilangan kemampuan untuk berpikir dan tidak tahu harus melakukan apa. Bertanya kepada para petugas yang berjaga pun percuma, karena semua mengaku tidak melihat wanita itu pergi. 


Bahkan setelah menyisir seluruh bagian rumah sakit, masih tak ada tanda keberadaan Naomi. Ia menghilang begitu saja, padahal tidak sampai 30 menit Adrian meninggalkan ruangannya. 


Apakah ia pulang ke rumah? 


Tidak! 


Karena baru saja Bruno menghubungi rumah untuk menanyakan keberadaan Naomi, dan menurut para pelayan, Naomi belum kembali. Melihat kepanikan tuannya, Bruno sudah harap-harap cemas. Bukan hal mudah untuk menghadapi kemarahan Adrian.


Hilangnya Naomi secara mendadak pun membuat gempar tidak hanya di kediaman keluarga Marx, tetapi juga di rumah sakit. Sekarang mereka sudah berada di ruang kendali setelah Adrian meminta untuk memeriksa rekaman CCTV.


Mata Adrian berkilat marah saat melihat tayangan pada layar monitor, yang menunjukkan Naomi keluar dari ruangan seorang diri dengan mengendap-endap. Bruno yang berdiri tepat di sisinya harus merasakan kuatnya cengkraman Adrian pada lengannya. 


“Saya akan meminta bantuan bagian perhubungan untuk melacak melalui rekaman CCTV di jalan-jalan, Tuan,” ucap Bruno.


Masih berusaha untuk bersikap tenang. Dengan harapan kali ini bisa menemukan Naomi dengan mudah, seperti saat pertama kali melarikan diri. 

__ADS_1


“Cepat lakukan! Naomi pasti belum jauh, pastikan dia ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.” 


“Ba-baik.” 


Bruno segera beranjak. Sementara Adrian tetap menunggu dengan harapan bahwa Naomi hanya pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu dan akan segera kembali. Tetapi ternyata, semua hanya harapan semu.


Berbekal nama besar keluarga Marx dengan segala kekuasaannya, Bruno dengan mudah mendapat bantuan dan menemukan jejak-jejak kepergian Naomi. 


Benar dugaan Bruno sebelumnya. Naomi telah salah paham dan mengira Adrian akan balas dendam terhadapnya juga, sehingga memilih melarikan diri dari Adrian.


“Menurut rekaman CCTV, Nona Naomi terakhir terlihat di lobi sebuah stasiun. Tapi setelah itu tidak terlihat di mana pun, Tuan,” lapor Bruno sambil menunjukkan rekaman CCTV yang telah di-copy ke ponselnya. 


“Kalau begitu cepat kerahkan semua orang sebanyak mungkin untuk mencari,” perintahnya setengah berteriak. “Lakukan dengan sangat hati-hati dan rahasia, aku tidak mau Naomi semakin ketakutan kalau tahu kita mencarinya.” 


"Baik, Tuan."


Malam itu juga semua anak buah Adrian dikerahkan untuk mencari. Perbatasan kota dijaga dan diperiksa dengan ketat. Seluruh stasiun bus, kereta api, pelabuhan dan bandara tak luput dari pemeriksaan. 

__ADS_1


Nihil! Naomi tidak juga ditemukan. 


Adrian memijat kening yang terasa berdenyut. semalaman penuh hingga pagi menjelang mereka mencari tanpa henti, namun belum membuahkan hasil. Mereka kehilangan jejak seolah Naomi hilang ditelan Bumi. 


“Tuan, pulanglah dan istirahat. Anda terlihat sangat lelah, biar saya dan mereka yang mencari Nona Naomi.” Tawaran Bruno ditolak mentah-mentah. Baginya, Naomi adalah segalanya. Meskipun segenap rasa ingin memiliki itu telat ia pahami sebagai cinta. Terlebih kini ada benih Adrian yang sedang tumbuh di dalam rahim Naomi. 


“Lanjutkan pencarian, jangan berhenti sebelum kalian menemukannya!” 


Tak ada lagi yang berani menyahut. Yang dapat mereka lakukan adalah terus dan terus mencari.


Adrian menatap nanar jalan-jalan di hadapannya. Andai segalanya dapat diulang kembali, akan ia serahkan seluruh miliknya untuk ditukar dengan Naomi.


Kepingan rasa sesal pun mulai menyusup ke relung hati. Menikamnya semakin dalam. 


Mengapa aku selalu mengancamnya? 


Kenapa tidak kuungkapkan saja seberapa berharganya dia bagiku? 

__ADS_1


.


.


__ADS_2