
Jasmine sudah kembali ke tempat duduknya setelah selesai mengambilkan makan malam untuk Ricko. Gadis tersebut melanjutkan pekerjaannya, menyuapi si kembar.
“Daddy tidak ingin di suapi sama Kak Jasmine sekalian?” Pertanyaan Rayan seolah sedang mengejek ayahnya.
Ricko yang sudah siap menyuapkan nasi ke dalam mulut pun mengurungkan niatnya, lalu meletakkan sendok yang ia pegang ke atas piring dengan kasar. Pandangannya menatap tajam pada putranya itu.
“Kamu tidak sedang mengejek Daddy ‘kan?” tanya Ricko bernada kesal.
“Tentu saja tidak! Kenapa Daddy belakangan ini sensitif sekali?” jawab Rayan sekaligus bertanya kepada ayahnya tidak kalah kesal.
Jasmine memutar kedua matanya dengan malas saat mendengar perdebatan antara anak dan ayah itu.
“Apakah kalian bisa makan dengan tenang? Ini di meja makan, dan tidak seharusnya kalian berdebat di depan makanan! Tidak sopan sekali!” tegur Jasmine pada ayah dan anak itu.
“Kau menyalahkan aku? Sudah jelas-jelas kalau Rayan yang mulai duluan!” Ricko protes pada Jasmine, pasalnya dia tidak mau disalahkan dan tidak mau mengalah dengan putranya.
Jasmin hanya berdecak sebal menanggapi ucapan Ricko.
__ADS_1
“Ya ampun ... Daddy jahat sekali karena melimpahkan kesalahannya kepadaku. Sudah seperti lempar jambu sembunyi tangan, ck ck ck.” Pria kecil itu menatap ayahnya sambil geleng-geleng kepala, karena dia pun tidak mau mengalah.
“Batu Rayan bukan jambu!” ralat Raisa sambil membuka mulutnya dengan lebar karena Jasmine menyuapkan bubur.
“Iya, intinya sama saja.” Rayan menyahut.
“Biarkan saja mereka berdebat sampai pagi, yang terpenting Raisa kenyang.” Jasmin mengelus pipi gadis kecil itu dengan gemas.
“Kak Jas! Aku juga mau di suapi!” rengek Rayan karena sejak tadi Jasmine hanya menyuapi Raisa saja.
“Wlekkk!” Rayan menjulurkan lidahnya pada ayahnya, setelah itu Rayan membuka mulutnya saat Jasmine menyodorkan sesendok bubur.
Jasmine tersenyum tipis ketika dua anak kembar tersebut makan dengan lahap. Rasanya dia sangat senang sekali, meski masakannya sederhana tapi sangat di sukai oleh kedua anak asuhnya itu.
“Gadis itu kenapa senyumnya di manis-maniskan?! Dasar sok cantik dan sok manis!” gerutu Ricko di dalam hati. Lalu ia segera fokus pada makan malamnya, sebelum kepergok lagi oleh kedua anaknya kalau dirinya memperhatikan Jasmine.
Author said; Bukan di manis-maniskan Abang Ricko, tapi Jasmine memang sangat manis dan cantik. Kamunya saja yang terlalu gengsi dan jaim. Gemes deh! Jadi pengen cubit ginjalnya Ricko. Wk wk wk.🤣🙈
__ADS_1
*
*
Selesai makan malam. Jasmine mengajak kedua anak asuhnya ke ruang keluarga untuk menonton televisi. Begitu pula dengan Ricko yang turut mengekori Jasmine.
“Jangan Ge-er! Aku juga ingin bersantai dengan kedua anakku!” sewot Ricko ketika Jasmine menatapnya sambil tersenyum.
“Idih! Sepertinya Anda yang Ge-er. Aku tidak menatap Bapak, tapi aku menatap bibi pelayan yang tersenyum kepadaku,” ucap Jasmine sambil menahan tawanya, lalu menunjuk bibi pelayan yang berdiri tidak jauh dari ruang keluarga, tepatnya di belakang Ricko.
Wajah Ricko memerah di buatnya, lalu ia menoleh ke belakang, mengikuti arah pandangan Jasmine, dan ternyata benar kalau di belakangnya ada bibi yang tersenyum pada Jasmine dan kedua anaknya. Pipi Ricko terasa memanas dan merambat sampai di kedua telinganya, Ricko yakin kalau saat ini kedua pipi dan telinganya semakin memerah seperti kepiting rebus.
Sungguh memalukan sekali. Rasanya Ricko ingin bersembunyi di dalam lubang semut!
***
Jangan lupa like-nya bestie❤
__ADS_1