
Ricko berusaha menahan diri, apalagi di dalama kamar tersebut ada kedua anaknya. Maka dari itu, ia lebih memilih menghindari Jasmine.
"Rayan, Rara, katanya kalian ingin ke perternakan kambing? Ayo pergi sekarang!" ajak Ricko pada kedua anaknya, sekaligus untuk menghindari Jasmine.
"Iya, Dad!" seru Rayan dan Raisa sangat senang bukan kepalang.
"Jas, siapkan keperluan mereka!" titah Ricko pada Jasmine yang berdiri tidak jauh darinya.
"Baik, Pak." Jasmine segera berjalan menuju koper kedua anak asuhnya yang terletajk di dekat sofa, kemudian membuka koper tersebut untuk menyiapkan kebutuhan kedua anak asuhnya, seperti pakaian ganti, air minum dan beberapa camilan.
"Kau di kamar hotel saja!" ucap Ricko dengan nada datar saat menerima tas kedua anaknya dari Jasmine.
"Tapi, Pak, aku yang bertanggung jawab untuk menjaga mereka," jawab Jasmine.
"Hei! Kau lupa kalau aku ini adalah Daddy mereka! Anggap saja saat ini aku sedang berbaik hati kepadamu, memberikanmu waktu untuk beristirahat!"
"Oh, begitu ya," ucap Jasmine lalu mengangguk paham sambil menatap Ricko sambil tersenyum lebar.
"Apa senyam-senyum?!" seru Ricko saat melihat Jasmine tersenyum manis kepadanya, dan hal itu membuat jantungnya kembali tidak aman.
"Tidak, he he he. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak karena sudah berbaik hati kepadaku, kebetulan badanku terasa lelah dan pegal, jadi aku akan beristirahat," jawab Jasmine masih tersenyum manis kepada Ricko.
Ricko mengumpat kesal di dalam hati, kenapa gadis yag ada di hadapannya ini selalu membuat dirinya merasa ketar ketir?
Fiks! Jasmine menggunakan peletnya lagi, buktinya hanya melihat gadis itu tersenyum saja sudah membuat dirinya kelepek-kelepek tidak karuan, pikir Ricko.
Ricko langsung beranjak sambil menggandeng tangan kedua anaknya keluar dari kamar hotel itu.
"Bye Kak Jas!" seru Rayan dan Raisa bersamaan seraya melambaikan salah satu tangan mereka.
__ADS_1
"Bye, Sayang," jawab Jasmine membalas lambian tangan kedua anak asuhnya lalu melayangkan kiss bye.
Di saat Jasmine melayangkan kiss bye kepada kedua anak asuhnya, secara kebetulan Ricko menoleh kepada Jasmine. Pria tersebut menjadi salah tingkah dan wajahnya bersemu merah, ia merasa kalau Jasmine seolah melayangkan kiss bye untuk dirinya.
Sungguh ge-er sekali pria tersebut.
"Apakah dia sengaja melakukannya?!" tanya Ricko di dalam hati sambil merasakan jantungnya yang berdetak tidak beraturan.
Jasmine tersenyum tipis setelah kedua anak asuhnya beserta kulkas lima pintu sudah tidak terlihat. Kemudian ia mendudukkan diri di sofa sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri. Datang bulan di hari pertama membuatnya tersiksa.
Dari tadi ia menahan rasa sakit yang luar biasa di sekitar perutnya, agar tidak mengacaukan liburan kedua anak asuhnya.
"Aduh sakit sekali," rintih Jasmine sembari memegangi perutnya. Kemudian gadis itu merebahkan diri di atas sofa, siapa tahu setelah beristirahat sejenak perutnya terasa lebih baik tidak akan sakit lagi.
*
*
"Daddy terima kasih sudah mengajak kami ke sini. Kami sangat senang dan bahagia sekali," ucap Rayan pada ayahnya yang sedang membuka pintu kamar hotel mereka.
"Sama-sama, tapi setelah ini kalian harus mandi dan ganti pakaian karena kalian habis memegang kambing, dan kelinci," jawab Ricko pada kedua anaknya sambil tersenyum.
"Siap, Daddy!" jawab Rayan dan Raisa bersamaan.
Pintu kamar hotel sudah terbuka, mereka bertiga segera masuk ke dalam sana.
Pandangan mereka tertuju pada Jasmine yang terlelap di atas sofa.
"Daddy, Kak Jas tidur, kasihan kalau di bangunkan, jadi biarkan kami mandi sendiri ya," bisik Raisa pada ayahnya.
__ADS_1
Rayan setuju dengan usul saudari kembarnya.
"Oke." Ricko menyetujui.
Kedua anak kembar itu langsung menuju kamar mandi dengan langkah yang pelan agar tidak mengganggu Jasmine.
Ricko menghela nafas panjang, sedikit kesal karena Jasmine masih enak tidur, kemudian ia berjalan mendekati Jasmine.
"Hei! Bangun!" Ricko menusuk-nusuk pipi Jasmine beberapa kali.
"Jas!" Ricko bersuara sedikit keras, agar Jasmine segera terbangun.
"Aduh!" rintih Jasmine dengan mata yang masih terpejam.
"Kau kenapa?" Ricko mengerutkan keningnya saat mendengar Jasmine merintih kesakitan.
Apakah dirinya sudah menyakiti gadis tersebut? Pikir Ricko.
"Perutku sakit, Bu. Tolong usap-usap," jawab Jasmine masih memejamkan kedua matanya, namun kedua tangannya gerak menyibakkan kaos yang di kenakannya sampai sebatas dada.
Gadis itu sepertinya sedang mengigau dan menganggap kalau Ricko adalah ibunya. Karena dulu jika perutnya sakit saat sedang datang bulan, ibunya selalu mengusap perutnya dengan penuh kesabaran.
"Oh! My God!" Ricko memejamkan kedua matanya sesaat ketika melihat perut rata dan dua gunung kembar yang terbungkus dengan kaca mata busa.
"Ini berkah atau musibah ya?" gumam Ricko sambil membuka sebelah matanya, menatap pemandangan indah itu.
"Ibu!" rengek Jasmine sambil merintih kesakitan dan memegangi perutnya.
"Dia ini kenapa sih? Apa dia sengaja ingin menggodaku?" batin Ricko.
__ADS_1
***
Berkah atau musibah kata Bang Ricko 🤣🙈