MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Kelaparan


__ADS_3

Ricko tersenyum lalu mencium bibir dan kening istrinya secara bergantian, sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. Lalu ia segera merebahkan diri di samping Jasmine yang sudah terkulai lemas. Tidak lupa, menyalakan lampu yang ada di dalam kamar itu agar ruangan tersebut terlihat terang. Ricko menarik selimut dengan salah satu kakinya untuk menetupi tubuh mereka berdua yang polos.


"Terima kasih, Sayang," ucap Ricko seraya memeluk istrinya dari samping, dan mengecup pipi Jasmine dengan gemas.


"Iya," jawab Jasmine, memiringkan badannya lalu menatap suaminya dengan lekat. Jasmine tersenyum manis sambil mengusap rahang suaminya yang ditumbuhi bulu-bulu kasar.


"Masih sakit?" tanya Ricko.


"Sudah tidak sesakit seperti di awal tadi," jawab Jasmine.


"Maaf, aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Ah, jangan tersenyum seperti itu!" Ricko menjadi geregetan kepada istrinya yang tersenyum manis kepada dirinya. Senyuman Jasmine seperti gula yang selalu membuatnya gila dan kecanduan.


Jasmine terkekeh lalu membenamkan wajahnya ke dada bidang Ricko yang hangat itu. Ia memejamkan mata, mencari kenyamanan di sana, dan tidak berselang lama kedua matanya terpejam, ia sungguh sangat lelah dan mengantuk.


Ricko sangat bahagia, lalu ia membalas pelukan istrinya dengan erat, seraya mengusap punggung polos Jasmine dengan penuh kelembutan. Ia pun turut terlelap, mengarungi mimpi bersama istrinya. Bahkan mereka melupakan makan siang, dan tidak memedulikan perut yang keroncongan, karena rasa lelah dan mengantuk mengalahkan segalanya.


*


*

__ADS_1


Tepat jam 2 siang, pasangan pengantin baru yang baru saja melakukan belah melon terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"Jangan bangun." Ricko mengecup bibi Jasmine yang akan mendudukkan diri.


Jasmine mengangguk, merebahkan diri lagi di atas ranjang lalu menarik selimut sampai menutupi kepalanya.


Ricko beranjak dari ranjang, memunguti pakaiannya dan segera memakainya. Setelah penampilannya di rasa sudah sudah rapi, ia segera membuka pintu kamar tersebut.


"Papi?" Ricko terkejut ketika membuka pintu kamar, ada Ansel di balik pintu tersebut.


"Waktu kerja, Iko, bukan bersenang-senang!" Ansel menatap ke dalam kamar, akan tetapi langsung di halangi okeh Ricko. Ck, Ansel yakin kalau Ricko baru saja selesai bercinta dengan Jasmine.


"Sebentar lagi ada meeting, aku beri waktu lima belas menit untuk bersiap dan membersihkan dirimu! Emh ... apakah ini pertama kali untuk kalian?" Ansel berbisik sambil terkekeh.


"Ha ha ha ha, terlihat jelas ada goresan kuku di lehermu! Astaga, otak suciku!" Ansel segera keluar dari ruangan tersebut sambil tertawa dan geleng-geleng kepala untuk menghalau pikiran kotor yang mulai merasuki otaknya.


"Dasar Papi!" Ricko segera masuk ke dalam kamar, dan segera membersihkan diri. Perutnya terasa sangat lapar, tapi dia masih bisa menahannya karena sebentar lagi ada meeting penting.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Ricko mendekati istrinya.

__ADS_1


"Sayang, jangan ke mana-mana, aku hanya akan meeting sebentar," bisik Ricko pada istrinya.


"Iya, Dad." Jasmine menjawab dengan suara lirih dan kedua mata yang terpejam.


Ricko menjadi gemas lalu mencium bibir istrinya sesaat tapi dalam. Setelah itu ia segera keluar dari ruangannya menuju ruang meeting.


"Ini dia pengantin baru yang kita tunggu-tunggu." Ansel menggoda keponakannya di depan para klien.


Ricko memutar kedua matanya dengan malas, lalu menduduki kursi kebesarannya.


KRUCUK ... KRUCUK ...


Baru saja mendudukkan diri di kursi, perutnya sudah berdendang ria membuat semua orang di sana langsung menoleh kepada Ricko.


"Maaf ..." Ricko berkata sambil tersenyum malu lalu segera membuka dokumen yang ia bawa, ia mulai melakukan persentase di depan para klien-nya yang berjumlah 10 orang.


Lagi-lagi Ricko harus menahan malu karena perutnya keroncongan, cacing-cacing di perutnya demo minta makan.


Ansel tersenyum melihat tingkah Ricko yang sedang kelaparan.

__ADS_1


***


Like-nya bestie❤❤😘


__ADS_2